Saat makan malam tiba, bintang masih terdiam di kamarnya.
Kamarnya pun terkunci dari luar.
Frans sengaja tak membiarkan bintang bergabung untuk makan malam.
45 menit kemudian pintu kamarnya dibuka seseorang dari luar.
Itu Fani dan bi puji yg masuk sambil membawakan makan malam untuk bintang.
Fany langsung menghampiri bintang yg tengah duduk di bed nya.
"Sini sayang, makan dulu." Ucap Fany.
Bintang lalu mendekati ibunya itu, namun ia agak heran dengan ekspresi ibunya yg seakan sedang menahan tangis.
Bintang makan dengan lahap. fany masih diam dikamar bintang sambil sesekali mengelus rambut bintang.
Setelah selesai makan, baru Fany membuka pembicaraan.
"Sayang, maafin mama, ya, mama udah berusaha buat ngerubah keputusan ayah kamu, tapi mama gak bisa." Ucap Fany dengan mata berkaca-kaca.
"Maksud mama apa?" Tanya bintang masih heran.
"Papa kamu tetep mau kamu sekolah di sekolah asrama, besok pagi kamu akan di antar ke sekolah itu." Ucap Fany.
Bintang menggeleng tak percaya.
"Engga ma, bintang gak mau pindah sekolah. Teman-teman bintang gimana ma? Bintang gak mau pisah sama teman bintang." Ucap bintang.
"Mama tau, tapi ini udah keputusan papa. mama udah bujuk papa, tapi keputusan papa sudah bulat nak, maafin mama." Ucap Fany sambil memeluk bintang.
Malam itu Fany dibantu bi puji mengemasi baju dan buku-buku bintang untuk tinggal di asrama nanti. bintang hanya diam memperhatikan.
Otaknya dipaksa berfikir keras agar ia bisa tetap sekolah di tempat yg sama.
Akhirnya sekitar pukul 2 malam, bintang membawa tas ransel dan kopernya. Ia menyelinap keluar lewat balkon kamar nya di lantai 2. Ia lempar tas dan kopernya ke luar kamar.
Ia lalu menaiki pohon yg dekat dengan balkonnya. lalu turun melalui pohon itu.
Saat tiba di bawah, ia dikejutkan dengan kehadiran satpam yg sedang berjaga.
"Loh! Adek?! Mau kemana?!" Ucap satpam itu.
"Eh pak Budi!! Pak, bintang mau ke rumah temen. ssst!! Jangan bilang-bilang yg lain ya?" Ucap bintang agak berbisik.
"Gak besok aja dek, ini udah larut banget." Ucap pak Budi
"Kalo besok bintang udah keburu di anterin ke asrama, pak Budi bilang gak tau aja kalo nanti ditanyain papa ya. Tolong bukain gerbang," ucap bintang.
"Loh, gak bisa lah, ini kan ada cctv nya keliatan lah," ucap pak Budi.
"Bodo amat, pokoknya bintang mau pergi sekarang juga, tolong bukain pak." Ucap bintang maksa.
Pak Budi akhirnya membukakan gerbang.
Ia sempat menawari bintang untuk mengantarkan bintang dengan motornya, namun bintang menolak karena ia sudah memesan taxi online.
Bintang akhirnya pergi dari rumah
papanya.
Kini ia sampai di depan rumah Zidan.
Zidan sudah menunggu kedatangannya.
Tadi sebelum berangkat, bintang sudah mengabari Zidan.
Setelah masuk ke rumah Zidan, bintang lalu merebahkan tubuhnya di ranjang yg sama dengan Zidan.
"Ini gue beneran ga papa tinggal disini buat sementara?" Tanya bintang sambil rebahan.
"Jangankan sementara, kalo mau selamnya juga boleh kok," ucap Zidan sambil tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
fake brothers
Novela Juvenilbrothership story, NOT BL CAST: Luke Voyage as. Devan Fransdelion Jeff satur as Kevin Fransdelion Bright vachirawit. as Daren Fransdelion Chimon wachirawit. as Bintang Fransdelion gass lan...
