Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

deliberate accident

714 52 11
                                        

Hari ini adalah hari wisuda Kevin.
Semua orang sibuk bersiap untuk menghadiri acara itu.

11an keluarga Delion uiba di kampus Kevin.

Mereka lalu mencari tempat duduk yg sudah di sediakan.
Setelah Kevin di wisuda, semua keluarga bergantian berfoto bersama Kevin.

Terakhir mereka berfoto dalam formasi lengkap keluarga Delion.
Setelah selesai acara wisuda, Frans mengajak keluarganya untuk makan bersama di restoran langganan mereka.

Kevin duduk di sebelah Frans dan bintang.
Sementara Darren duduk bersebelahan dengan Devan dan ibunya.

"Kevin,, akhirnya anak ayah yg satu ini lulus kuliah juga, selamat ya nak," ucap Frans sambil merangkul bahu Kevin.

"Iya, yah makasih, i i juga berkat ayah dan semuanya." Ucap Kevin dengan senyuman.

"Kak, emang pas bikin skripsi gak susah ya? Kok kayak mudah gitu ya buat kakak?" Tanya bintang polos.

"Yeey,, Kevin mah pinter gak kayak Lo! Makanya cepet lulus," ucap Devan mengintrupsi bintang.

"Apa'an sih Lo! Gak ada yg nanya Sama Lo juga!!" Ucap bintang sambil mendelik tak suka pada Devan.

Kevin hanya tersenyum melihat interaksi Devan dan bintang.
Sementara Darren hanya diam mengamati.

Semenjak scandal kara yg terungkap, Darren jadi lebih pendiam.
Dia memang sudah minta maaf pada bintang, namun perlakuannya lebih asing pada bintang. Seakan ada jarak di antara mereka.

"Heh! Udah bercandanya, mau ayah marah tuh,!" Ucap Fany menengahi acara ribut kecil Devan dan bintang..

Di rumah, Kevin dikejutkan dengan berbagai kado yg ia temukan di kamarnya.

Rupanya semua orang rumah memberikan kado kelulusan pada Kevin.

Ada jaket dari bintang, jam tangan mewah dari Frans, setelan jas dari Fany, sepatu mahal dari Devan, serta sebuah gitar listrik dari Darren.

Kevin tentu sangat senang.
Saat makan malam tiba, Kevin mengucapkan rasa terima kasihnya pada semua anggota keluarganya.

"Makasih semua, atas hadiahnya, Kevin merasa ini semua lebih dari cukup, Kevin seneng." Ucap Kevin ramah.

"Santai kali Vin, gak tiap hari ini kita kasih hadiah. " Ucap Devan.

"Vin, emang si bocil ngasih Lo apa'an?" Tanya Devan yg langsung dilirik tajam bintang.

"Kepo banget deh." Ucap bintang.

"Bintang ngasih jaket keren bang." Ucap Kevin.

"Jaket doang? Ya ampun ngasih tuh yg mahal atau berkesan dikit kek, kok jaket sih!!" Ucap Devan sambil menggoda bintang.

"Gue kan gak sekaya Lo, lagi pula jaket tuh bisa dipake buat kak Kevin kalo nanti gue bonceng dia motoran." Ucap bintang.

"Apa? motoran?? Kamu mau bawa Kevin motoran kemana hah?!" Tanya Frans tiba-tiba.

"Gak kemana-mana, yah, muterin komplek aja." Ucap bintang dengan cengiran di akhir

" Bintang kan udah bisa nyetir mobil sekarang, jangan dibiasain kemana-mana pake motor ah, bahaya." Ucap Fany.

"Iya abisnya kalo pake mobil ribet parkirnya mah, masa ke mini market depan bawa mobil, kan ribet." Ucap bintang.

"Pokoknya kurangin aja naik motornya.
Cukup Darren aja yg bandel, kemanapun pake motor, kamu mah jangan ya." Ucap Fany, sambil melirik Darren.

Sementara Darren hanya diam tak menanggapi.



Skip



Acara makan malam selesai, bintang melihat Kevin sedang termenung di balkon kamarnya.

fake brothersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang