Devan duduk di samping ranjang pesakitan yang ditiduri oleh bintang.
Malam tadi Devan dengan panik membawa bintang ke rumah sakit terdekat.
Setelah ditangani, bintang kini tertidur dengan bantuan obat penahan sakit yg diberikan oleh dokter yg menanganinya tadi.
Tangan kirinya dipasangi infus karena dokter bilang bintang kekurangan cairan tubuh.
Devan pandangi wajah bintang yg agak tirus dari biasanya.
Wajahnya pucat, dengan lingkar hitam di area bawah matanya.
"Ck, Lo ngapain aja sih? Sampe kayak gini?." Gumam Devan sambil membenarkan selimut bintang.
Devan masih ingat apa yg di jelaskan oleh dokter tadi, mengenai kondisi bintang.
Flashback
"Gimana dok, kondisi adik saya?" Tanya Devan masih dengan raut panik.
"Asam lambungnya naik, dia sepertinya tidak makan dengan teratur. Apa sebelumnya adek ini pernah mengalami masalah lambung?" Ucap dokter yg bernamtag gerald itu.
"Iya dok, adik saya belum lama ini pernah mengalami keracunan alkohol, dan lambungnya sempat di sterilkan waktu itu, katanya sih ada luka di lambung juga." Ucap Devan.
"Nah, karena sudah ada luka sebelumnya, harusnya dek bintang ini harus selalu menjaga pola makannya, agar hal seperti ini tidak terjadi.
Ini bisa dipengaruhi oleh aktivitas yg berlebihan juga, ditambah pola makan yg tidak teratur, otomatis lambungnya bermasalah lagi. Ini jika dibiarkan akan melukai lambungnya lebih parah." Ucap Dr Gerald.
"Tapi sekarang dia baik-baik saja kan dok?" Tanya Devan.
"Beruntung, kamu gercep bawa adiknya langsung ke rumah sakit dan langsung ditangani.
Sekarang setelah diberi tindakan medis keadaan lambungnya agak membaik, namun jika dia tetap tidak menjaga pola makannya, bukan tidak mungkin kejadian seperti ini akan terulang kembali. Bahkan mungkin lebih parah."
"Saya akan berusaha memperhatikan pola makannya dok mulai sekarang." Ucap Devan.
"Sama tolong jangan sampai terlalu stress, penderita asam lambung biasanya bisa dipengaruhi oleh stress juga.
Jangan terlalu banyak aktivitas yg berat, jika belum lama ini dia melakukan pembersihan lambung, seharusnya kegiatannya bisa dibatasi sedikit, karena masih dalam masa pemulihan." Lanjut dr Gerald.
"Karena sekarang kondisinya sudah membaik, apa bisa nanti siang saya bawa pulang?" Tanya Devan.
"Jika 5 jam kedepan kondisinya stabil, boleh pulang, tapi ingat, tolong dijaga pola makannya.
Jangan makan makanan pedas dan yg bertekstur keras dulu, makan bubur lebih baik." Ucap Dr Gerald.
"Baik dok saya akan lakukan saran dokter, terimakasih sudah mengobati Adik saya." Ucap Devan dengan senyum singkat di akhir.
"Sama-sama, sudah tugas saya juga," ucap Dr Gerald.
Flashback end.
Devan melihat jam di tangannya.
"Jam setengah dua, hah, pantesan berat banget mata gue, tidur di situ boleh kali ya." monolog Devan, sambil melirik ranjang sebelah bintang yg kosong.
FYI
Kamar rawat bintang berada di kamar rawat umum, namun kamar rawat fasilitas no 1 dengan hanya ada 2 ranjang di dalamnya.
Awalnya Devan ingin kamar rawat VIP tapi semua kamar rawat VIP penuh malam itu.
Tapi devan cukup beruntung kamar rawat yg bintang tempati ini kosong, hanya ada bintang saja yg menempati.
Jadi Devan merasa tenang, karena tidak harus sekamar dengan pasien lain.
Ditambah sekarang Devan bisa tidur di ranjang yg kosong itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
fake brothers
Teen Fictionbrothership story, NOT BL CAST: Luke Voyage as. Devan Fransdelion Jeff satur as Kevin Fransdelion Bright vachirawit. as Daren Fransdelion Chimon wachirawit. as Bintang Fransdelion gass lan...
