Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

the end

988 59 6
                                        

Sore itu hujan turun deras.
Bintang sedang duduk di sofa, menaikan kedua kakinya, setengah rebahan.

Ia menonton film animasi kesukaannya.
Di sebelahnya ada Rendy yg menemaninya sambil mengupas buah mangga untuk bintang.

Satu jam kemudian, bintang sudah tertidur di sofa itu. Rendy lalu mengambil selimut untuk bintang, dan menyelimutinya.
Ia tetap diam di sofa itu untuk menemani bintang, tak lupa ia ambil smartphonenya agar tak jenuh.

Setengah lima sore, Devan datang. Ia lalu berjalan melewati ruang keluarga.

"Tidur dia?" Tanya Devan pada Rendy, saat ia melihat bintang.

"Iya, udah lama sih." Ucap Rendy.

"Udah biarin aja, biar gue nanti yg bangunin dia." Ucap Devan.

30 menit kemudian, Devan turun dari kamarnya, penampilannya sangat fresh, dengan rambut yg masih basah,dan bau sabun yg menguar dari badannya.

"Ren, kalo Lo mau istirahat, istirahat aja, biar. Intang gue yg temenin." Ucap Devan.

"Oh, iya, makasih bang." Ucap Rendy.
Rendy lalu pergi ke kamarnya.

Devan lalu duduk di dekat ujung kaki bintang. Devan elus sebentar kaki bintang, bintang agak mengerjap karena terkejut, namun kemudian kembali pulas. Devan hanya tersenyum melihatnya.

"Bund, Kevin, kasih semangat bintang dong, biar mau Terapy, biar dia bisa jalan lagi." Ucap Devan sendu.

Ucapannya mungkin sedang di dengar Tuhan, terbukti, bintang langsung memimpikan sang kakak, ke in dan bundanya.

DALAM MIMPI BINTANG.

"Bintang, kamu gak pegel, duduk terus disitu?" Ucap Kevin agak jauh dari bintang.

Bintang terkejut mendengar suara Kevin.

"Kak?! Kak Kevin?!" Ucap bintang.

"Sini, jalan dong, jangan duduk aja." Ucap Kevin.

Bintang mulai sedih, ia melihat kakinya yg masih duduk di kursi roda.

"Gak bIsa kak, bintang gak bisa jalan." Ucap bintang sedih.

"Bisa kok, sini kakak bantu." Kevin lalu menggenggam kedua tangan bintang dan membantunya berdiri.

"Gak kak, bintang gak kuat berdiri," ucap bintang pesimis.

"Percaya sama kakak, kamu bisa kok," ucap Kevin, masih merangkul bintang agar berdiri.

"Liat, bisa kan." Ucap Kevin.

Dan ajaib, di mimpi itu bintang bisa berdiri tanpa bantuan alat apapun.

"Kak, aku beneran bisa berdiri lagi." Ucap bintang tak percaya.

"Iyalah bisa, kamu itu bisa jalan lagi bintang, pasti." Ucap Kevin.

Mereka lalu duduk di Padang rumput yg luas.
"Kak, ini mimpi ya? Aku gak mau bangun, kalo ini mimpi." Ucap bintang.

"Kenapa?" Ucap Kevin.

"Aku gak mau kehilangan kakak," ucap bintang denganata berkaca-kaca.

"Kakak, gak pernah kemana-mana, bintang, kakak selalu ada disini," ucap Kevin sambil menunjuk dada bintang.

Bintang memeluk Kevin erat, sambil menangis.

" Kak, maafin bintang ya, gara-gara bintang, kakak,,,kakak pergi." Ucap bintang.

"Bukan salah kamu, itu udah takdir kakak bintang, lagi pula kakak senang kok disini, sebentar, bunga sini,,," ucap Kevin.

fake brothersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang