3 hari setelah insiden bintang yg di marahi Devan,bintang tak pernah makan atau lama-lama ada dalam satu ruangan yg sama dengan devan.sebisa mungkin dia menghindar.bintang masih sakit hati,atas tindakan Devan kemarin.
Wajahnya yg masih meninggalkan luka memar samar,masih terasa sakit.
Pagi hari bintang rasakan tubuhnya sangat lemas,kepalanya agak pusing di tambah hujan yg mengguyur dari subuh tadi,cukup membuatnya menggigil.
Hari ini harusnya ia masuk sekolah,namun melihat badannya yg lemas saat ini,ia urungkan niatnya.
Di depan pintu kamarnya Darren memanggil,untuk berangkat ke sekolah bersama.
Tak ada jawaban dari bintang,Darren langsung masuk ke kamar bintang.
Ia lihat bintang masih tertidur dibawah gulungan selimut tebalnya.
Darren mendekatinya dan menggoyangkan bahu bintang pelan.
"Woy,bangun,hari ini Lo masuk kan?" Ucap Darren.
Tanpa membuka mata,bintang menjawab pelan.
"Gak dulu kak,gak enak badan gue,"ucap bintang dengan suara seraknya.
"Oh ya udah,entar gue titipin surat sakitnya deh ke Bu guru,gue berangkat dulu ya," ucap Darren dan berlalu pergi dari kamar bintang.
Sementara bintang melanjutkan tidurnya kembali.
Di meja makan.
"Si cengeng,masih gak mau makan bareng gue?" Tanya Devan yg melihat Darren turun dari tangga sendiri tanpa bintang.
"Gak masuk dulu katanya,gak enak badan." Ucap darren.
"Halah lebay,paling alesan doang,ke enakan di skors itu." Ucap Devan mencemooh.
Selesai sarapan Devan dan Darren pergi untuk bekerja dan sekolah.
Bintang yg merasakan tubuhnya sangat lemas tetap tak bergeming di dalam selimutnya.
Jam 10 bintang baru bangun dan mulai berjalan ke arah tangga, baru saja menapaki tangga ke 3 badannya mulai oleng ke samping,bintang sigap meraih pegangan tangga.
Ia lalu duduk sejenak di tangga ke 3 itu.
"Loh,dek bintang gak sekolah?" Tanya bi puji yg tak sengaja melihat bintang yg sedang terduduk di tangga atas.
"Bi, tolongin dong pusing nih."ucap bintang lemas.
"Oalah,,kenapa gak manggil bibi dari tadi,kalo lagi sakit." Ucap bi puji yg langsung berjalan menaiki tangga menghampiri bintang.
"Ayo bibi anter ke kamar lagi," ucap bi puji sambil memapah bintang berjalan.
"Engga,aku mau makan bi,belum makan dari kemarin malem." Ucap bintang lagi.
"Kok bisa?! Kamu ini nyari penyakit terus.padahal bibi masak tiap hari,kok bisa kamu ga makan.yo wes,bibi nanti antar makanannya ke kamar ya.kamu istirahat aja, pucat gitu loh." Ucap bi puji.
Bintang lalu masuk kamarnya lagi.ia duduk bersandar pada ranjangnya.kepalanya masih berdenyut sakit,ia coba pijit pelan dahinya.
15 menit kemudian bi puji datang dengan membawa makanan untuk bintang.ia juga membawa obat sakit kepala untuk bintang.
"Nih makan dulu,abis itu minum obatnya ya." Ucap bi puji sambil meletakan makanan yg ia bawa di atas nakas.
"Kalo obat,aku gak sembarangan minum bi,aku ada alergi obat gitu.mesti resep khusus bi.kayaknya aku masih punya deh,entar aku minum obat ku aja." Ucap bintang.
"Oh ya udah,sekarang di abisin aja dulu makannya ya,telpon bibi kalo perlu apa-apa,oke?" Ucap bi puji sambil tersenyum.
"Iya bi,makasih ya," ucap bintang sambil tersenyum tulus.
KAMU SEDANG MEMBACA
fake brothers
Roman pour Adolescentsbrothership story, NOT BL CAST: Luke Voyage as. Devan Fransdelion Jeff satur as Kevin Fransdelion Bright vachirawit. as Daren Fransdelion Chimon wachirawit. as Bintang Fransdelion gass lan...
