Ini adalah hari ke 10 setelah kecelakaan yg menewaskan kevin.
Pemakaman Kevin sudah dilakukan di hari ke 2, sejak kecelakaan.
Tentunya tanpa bintang yg menghadiri.
Bintang masih dinyatakan koma hingga hari ini.
Segala tindakan medis yg bintang terima tidaklah ringan.
Mulai dari operasi tulang belakang, dan pemulihan seluruh anggota badannya yg cedera.
Sore hari saat darren menjaga bintang, ia melihat pergerakan dari tangan bintang, tak lama bintang membuka matanya.
Darren langsung menekan nurse call dan menelepon orang tuanya.
Beruntung sore itu bintang mulai siuman, ia lalu menjalani serangkaian test, untuk mengetahui kondisi badannya.
Sayang dari semua anggota tubuhnya yg membaik, kakinya mengalami kelumpuhan.
Itu wajar, mengingat cedera yg ia alami hingga mengharuskannya menjalani operasi tulang belakang. itu pasti mempengaruhi gerak motorik kakinya.
Kata dokter, dengan terapi khusus, bintang akan kembali bisa berjalan, namun prosesnya tak akan mudah dan cepat.
Fany dan Frans tentu terpukul dengan pernyataan dokter itu.
Mereka sudah kehilangan Kevin, kini mereka harus kehilangan kemampuan bintang untuk berjalan.
Yah, walaupun sementara, tentu hal itu akan sulit dijalani oleh bintang.
Hal pertama yg bintang tanyakan saat ia sadar adalah Kevin.
Ia ingat tentang kecelakaan itu, ia panik menanyakan keadaan Kevin.
Namun semua keluarga sepakat tak akan memberitahukan tentang Kevin pada bintang, untuk sementara.
Mengingat bintang masih shock dengan keadaan kakinya kini.
"Kak Kevin sama bang Devan mana sih?! Kok gak ada jengukin gue?" Ucap bintang pagi itu setelah 2 hari kemarin ia sadar.
Fanny yg kini menyuapi sarapan bintang hanya diam.
"Ma!! Kak Kevin gak kenapa-kenapa kan?" Tanya bintang lagi.
"Iya, kakak gak papa kok, nanti abis bintang pulang dari sini kita ketemu kakak ya," ucap Fany menahan tangis mengingat Kevin kembali.
"Bintang udah mendingan kok, nanti siang minta pulang aja ke dokter." Ucap bintang semangat.
"Tapi bintang harus ikut terapi dulu biar bisa jalan lagi nak," ucap Fany lembut.
"Gak papa ma, bintang bisa jalanin tetapi dari rumah juga kan, gak mesti nginep disini. Bintang bosen." Ucap bintang lagi.
"Tapi kalo di rumah, bintang harus pake kursi roda sayang, apa kamu mau?" Tanya Fany pelan-pelan.
"Iya gak papa kok mah, sementara ini. Nanti kan bintang bisa jalan lagi, jadi pasti gak lama pake kursi rodanya." Ucap bintang lagi.
"Ya udah, nanti mama tanya papa ya, kalo papa sama dokter kasih ijin, kita pulang secepatnya." Ucap Fany.
"Oke, makasih ma, aku bosen disini, bau obat." Ucap bintang lagi.
Ke'esokan harinya, bintang sudah mendapat ijin untuk pulang.
Semua anggota keluarga hadir termasuk Darren dan Devan.
Darren bahkan sampai ijin tak masuk sekolah agar ia bisa menjemput bintang pulang.
Devan ikut hadir, namun ada yg beda dari sikapnya, Devan sama sekali tak banyak bicara pada bintang.
Bintang rasa, Devan sedang marah padanya.
"Ma, kak Kevin mana? Kok gak ikut kesini?" Tanya bintang.
Semua orang terkejut dengan pertanyaan itu.
Namun semuanya tetap bungkam, sampai Fany yg menjawab pertanyaan bintang.
"Kakak udah nungguin bintang di suatu tempat, nanti kita temuin kak Kevin disana ya." Ucap Fany tenang.
Sementara Frans tampak mengusap matanya kasar, ada air mata yg coba Frans sembunyikan, saat mendengar nama Kevin di sebut.
Devan bahkan langsung keluar dari kamar rawat bintang.
Ia langsung diam di area parkiran.
Ia lalu memasuki mobilnya.
Ia tutup kasar pintu mobilnya.
Devan lalu memukul keras kemudi mobilnya.
Ada emosi yg tak bisa ia tahan saat nama Kevin kembali ia dengar, rasa amarah, kecewa dan sedih menyatu jadi satu, Devan masih tak bisa menerima semua yg telah menimpa kevin. Bukan menyalahkan bintang, namun ia seolah de Javu dengan insiden itu. Seakan memiliki pola yg sama dengan kematian sang bunda dulu.
Kenapa harus sama bintang, kenapa Kevin harus pergi gara-gara berboncengan motor dengan bintang?. Begitu pikir Devan.
KAMU SEDANG MEMBACA
fake brothers
Novela Juvenilbrothership story, NOT BL CAST: Luke Voyage as. Devan Fransdelion Jeff satur as Kevin Fransdelion Bright vachirawit. as Daren Fransdelion Chimon wachirawit. as Bintang Fransdelion gass lan...
