love language Abang.

980 40 12
                                        

Pagi hari bintang terbangun dengan badan yg luar biasa lemasnya.

Ia kucek perlahan matanya,.
"Akh,,berat banget sih,,badan gue Napa gak bisa di gerakin Weh!"
Ucapnya saat dirasa ia tak bisa menggerakkan tubuhnya.

Ia lihat ada tangan dan kaki seseorang yg merangkul tubuhnya erat.

"Set! badan siapa nih,berat banget." Gumamnya sambil memindahkan tangan seseorang yg memeluknya.

Ia menoleh ke samping,dan terkejut melihat ada Devan tidur di sebelahnya.

"Gak mimpi kan gue?" Ucapnya lagi tak percaya.

"Bang,bang bangun, gue gak bisa gerak ini.." ucap bintang sambil menoel-noel lengan Devan.

Devan langsung terbangun.

" Apa'an?!!" Ucapnya.

"Set,!! Langsung nge gas aja,ini awasin kaki Lo!! Berat!!" Ucap bintang.

"Oh" ucap Devan singkat sambil melepas rangkulannya pada bintang.
Ia lalu beranjak bangun,dan sedikit merenggangkan badannya.

"Jam berapa nih?! Coba gue liat," ucap Devan sambil menyentuh leher bintang.

" Masih anget,sini ganti plester demamnya." Ucap Devan sambil mengambil plester demam baru di laci nakas.

Bintang hanya diam saja saat Devan mengganti plester demamnya.

"Lo emang gampang sakit ya? Kena senggol dikit demam." Ucap Devan

"Gue digebukin kemarin bang,bukan di senggol doang," ucap bintang agak ngambek.

"Lo kayaknya perlu ikutan kelas boxing atau beladiri apa gitu,biar bisa berantem."  Ucap Devan.

"Gak usah,gue juga kalo by one pasti menang,kalo keroyokan mah mana sanggup yg lain juga." Ucap bintang.

" Gw bisa tuh," ucap Devan bangga.

"Iya deh, Abang emang terbaek." Ucap bintang.

"Pasti." Ucap Devan bangga.

Bintang lalu menurunkan kakinya,ia hendak berdiri,namun baru saja kedua kakinya di tapakan ke lantai,ia langsung memekik sakit,sambil terjatuh kembali duduk ke ranjangnya.

"AKH!!" Pekik bintang.

Devan yg duduk di sisi ranjang lainnya,juga dengan posisi membelakangi Bintang,terkejut dan refleks menoleh ke arah bintang.

"Kenapa Lo?!!" Ucapnya.

"Kaki gue bang sakit banget,mana gue mau ke air lagi,kebelet gue." Ucap bintang.

"Alah,manja cuma keseleo doang itu,coba berdiri lagi tapi pelan pelan." Ucap Devan lagi.

Kali ini bintang mulai. Berdiri lagi dengan satu kaki yg ia tekuk ke belakang.

Ia mulai meloncat pelan ke arah kamar mandinya.

"Nah kan,kek gitu juga bisa," ucap devan.lalu pergi keluar dari kamar bintang.

Saat Devan berjalan menuruni tangga,ia berpapasan dengan bi puji yg membawa sarapan untuk bintang.

"Abang,adek nya udah bangun belum?" Tanya bi puji.

"Udah tuh," jawab Devan.

Devan langsung berjalan menuju meja makan,dia langsung mengambil piring dan makanan yg tersedia di meja makan  itu.

Saat ia selesai makan.bi puji datang dengan muka masam pada Devan.

"Abang tuh gimana sih,adiknya lagi sakit,bo ya,di bantuin,tuh kalo bibi ga cepet Dateng kasian dek bintang lesehan di kamar mandi."ucap bi puji.

fake brothersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang