Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Abang kesayangan

656 45 10
                                        

Ini adalah pertama kalinya bintang ditinggal sendirian di sebuah tempat yg baru baginya.

Suasana apartemen yg sepi, cukup membuatnya merinding seketika.

Furniture di apartemen itu cukup lengkap, namun barang elektronik seperti kulkass dan Tv Belum ada di tempat itu.
Maklum Devan hampir tak pernah menginap di tempat itu, ia hanya sesekali datang untuk mengecek keadaan apartemennya, atau memantau tim pembersih rumah saat sesekali ia sewa untuk membersihkan apartemennya.

Bintang menatap jendela yg dekat dengan ruang keluarga.

"Sepi banget, mana hujan lagi,Abang katanya udah di jalan, lama banget si, gue takut." Gerutu bintang, sambil menatap ke luar jendela.

Tak lama suara pintu yg sedang dibuka terdengar.

Bintang langsung beranjak ke arah pintu. Bahkan saking semangatnya ia sampai berlari.

Saat ia lihat Devan muncul dari balik pintu, bintang langsung tersenyum senang. Lega rasanya melihat orang yg dia tunggu datang.

"Bang!! Kemana aja sih Lo?! Lama banget!!" Ucap bintang merengut.

Tak lama seseorang Muncul dibalik bahu tegap Devan.

"Bintang!" Kevin menyapa dengan ramah lengkap dengan senyum indahnya.

"Kak Kevin!! Kak!! Gue kangen banget sama Lo!!" Pekik bintang sambil menyerbu Kevin dengan pelukan.

Devan hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Udah, pelukannya di dalem!! Malu di liat tetangga, entar disangka yg lain-lain lagi." Ucap Devan sambil masuk  menuju ke arah meja makan.

Bintang melepaskan pelukannya, ia gandeng Kevin untuk masuk bersamanya.

Kini bintang dan Kevin duduk di ruang Tamu.

"Bintang apa kabar? Maaf kakak gak tau kalo kamu tuh di usir ayah, kakak pikir kamu sekolah di asrama." Ucap Kevin sambil mengelus rambut bintang sayang.

"Gak papa kak, bintang baik-baik aja kok," ucap bintang, tak mau membuat Kevin khawatir.

"Udah, ngobrolnya nanti aja, sekarang sini kita makan dulu, belum pada makan kan." Ucap Devan sambil menuangkan beberapa lauk yg ia beli dari restoran tadi.

Bintang langsung menghampiri Devan.

"Gue kirain Lo lupa bang, faribtadi gue nahan lapar, mana semua cemilan gue udah abis lagi." Ucap bintang sambil mengambil piring bagiannya.

"Kan tadi siang udah makan," ucap Devan.

"Masih laper bang." Ucap bintang sambil menyuapkan satu sendok nasi dan ayam goreng kesukaannya.

Sementara Kevin masih menatap bintang dengan senyum yg tak luntur.

"Lo juga makan Vin, jangan liatin dia doang, emang kenyang kalo liatin si bintang makan?!" Ucap Devan.

Kevin tersenyum ke arah Devan.

"Iya, ini gue makan bang, makasih ya bang." Ucap Kevin.

"Eh ini piring perasaan kenal deh." Ucap Kevin saat ia melihat ukiran di piringnya.

"Piring rumah itu, tadi gue bawa sekalian." Ucap Devan santai.

"Ya ampun bang, segala piring juga dibawa." Ucap bintang.

"Dari pada beli, mending bawa aja yg ada." Ucap Devan lagi.

"Napa gak bawa tv sama kulkas bang? Lo blm punya tuh." Ucap bintang.

"Kalo itu mending beli, bisa di kejar gue kalo ngambil begituan dari rumah." Ucap Devan sambil sedikit tertawa.

Mereka pun makan dengan tenang malam itu, sesekali mereka saling melemparkan canda'an.

fake brothersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang