Biar telat tapi it's ok

1.7K 214 26
                                        

Ny. Park masih betah menangis membuat suami dan putrinya kebingungan. Jimin dan Tn. Park terlihat saling toel menoel bermaksud buat udur-uduran menenangkan Ny. Park

"Jim...kau saja lah, ayah gak paham sama emak mu..." ujar Tn. Park 

"nah loh...situ aja gak paham, apa kabar diriku wahai ayah???" jawab Jimin lagi

"kan kau yang lebih dekat dengan emak, bukan ayah. masa ayah terus menerus mengingatka soal kesalahan ayah sih...ayolah putri ayah...waktu dan tempat ayah persilahkan dengan hormat..." ujar Tn. Park lagi

"tapi, yah...menurut hemat saya, lebih baik ayah yang ngomong. secara kalian sudah berjanji didepan pendeta tanpa mengajak bahkan mengundang saya...jadi secara emosional juga hukum ketatangaraan, ayah tuh lebih dekat dengan emak..silahkan yah..jangan malu-malu.." Jimin gk mau kalah dong

"apa hubungannya dengan hukum ketatanegaraan, Jim...yang jelas dikit kenapa sih nak...ayolah, masa iya kita suit dulu.." Tn. Park heran dengan anaknya. kok gini amat punya putri. tanpa dia sadar kalau gen nya berasal dari dirinya sendiri. 

"oh...ide bagus tuh, suit pun jadilah... oke yah.." Jimin bersiap dengan tangannya tapi Tn. Park malah menatap dirinya datar

"gak ad_

"ahahahahahahahahahha......" ayah dan anak itu seketika menatap ke arah Ny. Park yang malah tertawa lepas, keduanya saling tatap kembali. tapi dengan tatapan sedikit aneh

"yah...emak sehatkan???" tanya Jimin dengan nada berbisik

"kalau yang ayah perhatikan selama ini sih sehat..Jim" jawab Tn. Park dengan polosnya

"tapi kok horor yah???" Jimin mendekati sang ayah dan bersembunyi dibelakang tubuh kekar Tn. Park

"lah...ayah juga merasa begitu...B-Baek, kau oke???" Tn. Park memberanikan diri untuk bertanya

"ahahahahah....aduh perutku sakit...ahahahah kalian ini pada aneh deh...ahahaah" 

"emak yang aneh, tadi nangis, sekarang ketawa.Enteng benra ngatain kita aneh..." Jimin menatap emaknya dengan tatapan julid

"iya, kita dari tadi cari cara biar kau tenang, tapi bukannya tenang kau malah ketawa. Kau oke kan Baek???" Tn. Park bertanya dengan nada khawatir

Ny. Park menghentikan tawanya lalu menatap wajah Jimin dan sang suami dengan tatapan lekat, manik puppy eyes nya terlihat berbinar cerah, lalu Ny. Park mengangguk kecil

"aku oke, hanya saja tadi sedikit terkejut karena kalian terlihat akrab, padahal biasanya hubungan kalian sangat dingin, bahkan lebih mirip dengan orang asing ketimbang ayah dan anak. aku memimpikan sejak dulu melihat interaksi kalian seperti saat ini. melihat kalian saling julid, saling mengganggu, bahkan berdebat untuk hal kecil seperti di meja makan tadi.." ucapan Ny. Park membuat Tn. Park kembali merasa bersalah

"udah...gak usah pasang muka mau eek gitu yah...jijik aku" Jimin

"Ya ampun Jim, mulutnya itu loh..ayah lakban juga nih lama-lama" mau sedih tapi gak jadi dan pelakuknya tentu saja Jimin. 

"ya habis, gitu aja langsung muka pias minta di tabok, kan aku gemas jadinya pengen nampol..." ujar Jimin dengan wajah polosnya.

"udah ya... masih lanjut debat lagi nih??? kalau iya, emak mau istirahat aja deh di kamar..."

"jangan mak/Baek" seru keduanya kompak

Ny. Park menatap dengan tatapan geli, juga senang sampai-sampai hatinya serasa membuncah.

"oh ya Jim, pulang kerumah ada apa??? tumben..." sang ibu bertanya

"pengen aja mak...mana tau aku bisa lihat kalian berantem versi smackdown..eheheh"

ku kejar cinta mu, pak bos..Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang