[𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙗𝙖𝙘𝙖, 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖! ]🤗🥰
~Hal terbesar dalam mencintai, mengikhlaskan, bukan? tidak mengapa mungkin masanya sudah habis. masa tidak berlaku untuk selamanya. Mungkin itu yang kita alami sekarang. biarkan masalalu me...
Banyak sedih yang di tutup oleh topeng kebahagiaan. banyak ketakutan akan hal yang akan datang, namun berusaha di bungkus oleh ketenangan. hanya seseorang dengan malam tampa bulan nya.
Wajib vote, biar gak Siders⭐
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••••••
SELWIRAYA 11. Di sinilah mereka berada sekarang.
Sunyi, keheningan menyambut kedatangan mereka. tempatnya sepi, tampak horor seperti benar-benar tidak ada kehidupan apapun di sana.
Gala melemparkan kembali kunci motor Alghar pada pemilik nya “Sorry motor lo lecet di bagian body,” Ucapnya memancing keributan. tadi, dengan sengaja Gala menyerempet kan motor Alghar pada truk yang sedang parkir di pinggir jalan menyebabkan motor itu tergores di bagian body.
“Kunci motornya lo masih nyantol di motornya,” Jawabnya. kali ini Alghar benar-benar tidak mood menghadapi keisengan Gala.
Tau usahanya untuk membuat ketua Erazhor itu marah, gagal. Gala kini kembali fokus pada masalah yang membuat mereka datang ke tempat ini. Ke empat laki-laki itu menatap bangunan tua yang menjulang tinggi yang sudah terbengkalai. rumornya itu adalah hotel yang sudah lama di tinggalkan oleh pemilik nya karena suatu tragedi, yaitu kebakaran satu dekade yang lalu. di halaman bangunan itu di tumbuhi rerumputan liar. sisi kiri-kanan nya pun nampak sepi.
Jalanan aspal di sini cukup luas namun jarang ada pengendara yang lewat di sini, karena rawan begal. sisi kiri-kanan jalan juga sudah di tumbuhi rerumputan liar. jalan ini kerap di jadikan jalan tikus oleh orang tertentu karena termasuk jalanan alternatif, jika ingin menghindari macet.
“Ini tempatnya yang di maksud? gak ada apa-apa di sini,” Oceh Gala mendapati tempat yang mereka datangi tampak tidak ada mahluk hidup di sana, selain mereka.
“Kita telusuri ke dalam.” Alghar melangkah maju melewati rerumputan hijau nan liar itu di ikuti oleh Derrick di belakangnya
“Al, TUJUAN KITA KE SINI BUAT CARI JEJAK. BUKAN MENGEXPLORE BANGUN TUA ITU,” Teriak Gala dari tempatnya berdiri
Alghar memutar tubuhnya ke belakang “Kalau lo mau cari jejaknya di situ, cari aja. feeling gue ada di bangunan itu.” Alghar menunjuk bangunan tua yang ada di depannya. ia kembali melangkah ke depan
Lider Omorfos itu pun mau tidak mau ikut melangkahkan kakinya menuju bangunan tua itu. mereka berempat sampai di teras hotel yang sudah terbengkalai. berdebu, kotor dan di huni sarang laba-laba pada dinding-dinding hotel yang terlihat retak.
Alghar mendorong pintu masuknya, keadaan dalam bangunan tampak gelap. Ia menyalahkan flashlighthandphonenya agar menerangi langkah mereka. beberapa lukisan di dinding tampak pudar di tutup oleh debu. bayangan cahaya yang masuk menembus celah jendela yang sudah rusak.