[𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙗𝙖𝙘𝙖, 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖! ]🤗🥰
~Hal terbesar dalam mencintai, mengikhlaskan, bukan? tidak mengapa mungkin masanya sudah habis. masa tidak berlaku untuk selamanya. Mungkin itu yang kita alami sekarang. biarkan masalalu me...
AKHIRNYA SAMPAI DI PART TERUJUNG😄 CERITA HEY ALGHAR AKAN TERUS UP DI MALAM RABU DAN SABTU YA, GENGS😉🤍
MUDAHAN AKU BISA CEPET NYELESAIN CERITA INI YA, AMIN 🤲🏻
VOTMEN YA GENGS KU TERCINTAHH😘
SPAM TANDA TYPO!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Adara Tampa jepit kupu-kupu-nya, karena jepit nya lagi di umpetin sama ketua. 😆 ****
“Silahkan duduk.” Bu Hera menunjuk kursi di sampingnya Bastian.
Gadis imut dengan rambut lurus sebahu itu mengambil posisi duduk di samping Bastian.
Jema!
Gelagat Jema mulai tidak nyaman saat menyadari Bastian yang duduk di sampingnya. ketahuilah, ini kali pertama mereka kembali duduk sedekat ini. setelah sekian lama tidak pernah bertegur sapa atau bertukar pandangan sekalipun.
Alvin di sampingnya menyungging nya senyum menggoda khas dirinya. membuat Bastian tambah muak berada di sini.
Bu Hera menutup bukunya, meletakkan pulpen nya. menoleh pada ke empat muridnya yang berada di depan.
“Kalian tau kenapa saya menyuruh kalian berempat ke sini?”
Mereka serempak menggeleng, tidak tau.
"Jadi gini. acara pensi tahun ini NARUDRA yang jadi tuan rumah nya. mungkin kalian semua udah tahu itu. karena sekolah kita yang menjadi tuan rumah nya, saya sangat menaruh harapan besar untuk sekolah kita bisa menunjukkan pertunjukan yang sangat luar biasa di mata sekolah lain. kalau bisa, sekolah kita sendiri yang memenangkan pertandingan pensi ini.”
“Mungkin kalian bertanya kenapa Bastian dan Jema saya suruh ke sini? padahal jelas, yang mewakili sekolah kita Alvin dan Alvia. tapi menurut saya kalian berdua saja belum cukup. karena mengingat tahun lalu, saat SMA TARUNA menjadi tuan rumah nya. Bastian dan Jema ini sangat berbakat. mereka berdua berhasil membawa nama sekolah kita menjadi pemenang,” Jelas Bu Hera.
Tahun lalu saat acara pensi di adakan di sekolah itu. Bastian dan Jema memang di tunjuk untuk mewakili NARUDRA. dan mereka berdua berhasil menoreh kemenangan, namun di saat itu mereka masih menjalin hubungan berpacaran, lalu sekarang bertegur sapa saja tidak.
Bu Hera kembali melanjutkan pembicaraannya. “Jadi saya mau kalian berempat ini collab.”
"APA GAK SALAH BU?” kata itu lepas begitu saja dari mulut Bastian. membuat Bu Hera melebarkan netranya.
"Ma-maaf Bu.”
Mati gue! bisa di ledekin sampai ke akar-akarnya sama yang lainnya.
“Saya tidak main-main dalam memilih, karena saya tau kalian berdua berbakat. Bastian, Jema. jadi kemungkinan besar sekolah kita bisa menang kalau kalian juga ikut andil dalam acara ini. kalau Bastian saya sudah tau dia ahli dalam memainkan berbagai alat musik dan juga jago bernyanyi.” Bu Hera mengalihkan netranya pada Jema.