[𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙗𝙖𝙘𝙖, 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖! ]🤗🥰
~Hal terbesar dalam mencintai, mengikhlaskan, bukan? tidak mengapa mungkin masanya sudah habis. masa tidak berlaku untuk selamanya. Mungkin itu yang kita alami sekarang. biarkan masalalu me...
Sebelum baca vote dulu sesudah baca baru komen! Di bumi banyak sekali tawa yang terdengar. namun semuanya tidak tulus. banyak tawa yang hanya di usahakan. banyak tangis yang selalu di sembunyikan. banyak sedih yang berusaha di tutupi oleh topeng kebahagiaan.
****
#KAWALTERUS #ERAZHOR~STEPTOGETHER 🤟🔥
TANDA TYPO‼️ SPAM AJA YA.
SELAMAT MEMBACANYA. “ALGHAR!” Panggil Bu Vega yang berdiri di belakang cowok itu.
Ketua Erazhor itu memutar tubuhnya. bersamaan dengan itu gadis berjepit kupu-kupu keluar dari ruangan Bu Rosaline.
“Ikut ke ruangan Saya!” Titah Vega seraya berjalan ke ruangan nya. Alghar mengekor di belakangnya.
“Al, gue ikut,” Pinta gadis itu yang terlihat panik. ia bertanya-tanya dalam diam, apakah ketua Erazhor itu berbuat masalah? makanya sama di suruh ke ruangan BK.
“Yaudah, ayo!” Alghar mengandeng tangan Adara, mereka masuk ke ruangan BK
Bu Vega sudah duduk di kursi nya. menatap tidak suka kehadiran Adara di tengah mereka. “Yang gak punya kepentingan silahkan keluar!”
Adara mengerti yang di maksud Bu Vega, iyalah dirinya. gadis itu menundukkan sedikit kepalanya, sopan. “Yaudah saya permisi Bu.”
Alghar langsung menahan pergelangan tangan Adara. “Dia keluar saya juga keluar Bu!”
Vega menghela nafasnya. “Yaudah, silahkan duduk.” Tunjuk nya pada dua kursi di hadapannya
Adara dan Alghar duduk bersebelahan. di atas meja, di depan Bu Vega ada tiga batu berukuran sebesar bogeman orang dewasa.
“Barusan ada tiga motor berboncengan dengan kecepatan laju lewat di depan sekolah kita, melemparkan tiga batu besar ini ke arah sekolahan. dua kaca jendela pecah. dan satu murid luka di bagian pelipis karena lempar batu ini,” Jelas Bu Vega menceritakan hal yang baru saja terjadi
“Kamu tau kenapa saya memanggil kamu ke sini?” Tanya Bu Vega pada ketua Erazhor itu
Alghar menggelengkan kepalanya. ia benar-benar tidak tau.
Vega mengeluarkan kertas dari bawah mejanya. menyerahkannya pada Alghar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Kertas itu membungkus salah satu batu ini. berisi surat peringatan untuk yang tertulis di situ. ERAZHOR, itu nama geng kamu kan?” Interogasi nya, siapa yang tidak tau dengan ERAZHOR? baik murid-murid serta para guru sudah tidak asing lagi dengan perkumpulan itu. famous Erazhor tak hanya di kenal di sekolah ini, melainkan sewilayah Selwiraya.
“Apa Ibu liat siapa orang nya yang ngelempar batu ini?” Tanya Alghar.
“Mereka semua pakai penutup wajah. ada enam orang yang menunggangi tiga motor, dengan satu orang di setiap jok belakangnya. mereka hanya lewat, namun melemparkan batu ini dengan derasnya ke sekolah,” Terang Bu Vega