39. TERPECAH BELAH

1.7K 39 5
                                    


REPOST. TANDA TYPO, SPAM!! GAK SEMPAT NGEDIT

NARUDA. Sekolah di Wilayah Selwiraya itu mulai bising dengan hadirnya para siswa-siswi di jam 7 an. Parkiran mulai sesak di isi oleh pengendara semua siswa.

"Pak Aditama ngapain manggil lo ke ruangannya Via?" Sambut Kanisa dengan pertanyaan, saat gadis bernama Alvia dengan rambut yang selalu di kuncir satu itu keluar dari ruangan kepsek.

Alvia menghembuskan nafas nya kasar. "Gue di suruh wakili sekolah kita untuk acara PENSI tahun ini," Jawab gadis itu tidak bersemangat. sebenarnya ia senang bisa mewakili sekolah SMADRA tapi ia sudah berjanji pada Alvin bahwa tidak akan ikut acara itu. alasannya Alvin tidak mengizinkan pacarannya mewakili acara pensi karena di pasang kan dengan Niko, dan Niko pernah suka sama Alvia.

"Wah! Tahun ini NARUDRA dong yang jadi tuan rumah nya, tahun kemarin kan SMA TARUNA," Sambung Sonya, mereka ber empat berjalan di koridor sekolah. sama-sama masih menyandang tas di punggung.

"Terus lo mau?" Tanya Abel menimpali.

"Terpaksa. gak mungkin kan gue nolak permintaan nya kepsek? lancangnya banget gue kalau berani."

"Terus Alvin gimana?" sambung Kanisa dengan tanya "Dia kan gak ngizinin lo?"

"Itu dia yang gue pikirin," Keluh Alvia sebel.

"Alvin cemburuan banget sih! masa pacarnya mau mengharumkan nama sekolah gak di izinin?" Lanjut Sonya, kipas bulu di tangannya tidak pernah ketinggalan.

"Susah emang kalau urusan cinta, mending jomblo kek gue," Sambung Kanisa, Ia menyibak rambut nya kebelakang dengan gaya tomboi nya.

"Yeee lo mah gamon! maka nya milih jomblo!" Imbuh Sonya.

"Gamon nya sama mayat lagi," Sambung Abel yang di sambut kekehan ringan oleh temen-temennya.

"Rese lo semua!" Jawab Kanisa sedikit bernada ketus.

"Kanisa, sahabat gue yang cantik sekaligus judes dan tomboi." Abel merangkul pundak temennya itu "Sa, ibarat kata ya cowok itu udah berbaris di depan lo, tinggal lo bilang iya aja kenapa sih? yang mau sama lo itu banyak! ibarat kek orang lagi ngantri sembako tau gak?masa lo masih mengharapkan seseorang yang gak akan kembali lagi?"

"Lo gak akan ngerti Bel, sebelum lo sendiri yang ngerasain. seribu yang datang tidak akan bisa mengganti satu yang hilang. kenapa? karena rasa nyaman dan ketenangan ada di diri orang itu." Jawabnya

"Duhh! kalian ko jadi melo gini sih? mending bantu gue nih gimana caranya biar Alvin izinin gue mewakili acara sekolah kita?" Ujar Alvia yang kini wajahnya terlihat bete

"Menurut gue ya Via, wajar sih Alvin gak ngizinin. Kak Niko kan pernah suka sama lo, makanya di cemburu," Balas Abel

"Tapi Kak Niko keren lho. ketua osis, rapi, bersih, ganteng, berprestasi!" Lanjut Sonya "Cocok tau sama lo, Via."

"Mulai deh lo, jangan jadi kompor ya! gue itu minta solusi bukan minta lo muji Kak Niko!" Semprot Alvia "Lagian juga mau sekeren apapun Kak Niko, menurut gue Alvin selalu berada di atasnya."

"Asekk! Cinta memang buta," Kekeh Kanisa

"Gue heran ko lo jadi tergila-gila gini sih sama Alvin?" Tanya Abel "bukanya lo dulu gak suka banget ya sama dia?"

Alvia tersenyum "Seperti kata Kanisa cinta itu buta. dia aja mampu mencintai yang sudah tiada. dan gue juga mampu mencintai Alvin dengan segala apa adanya dia."

"Andai ya Derrick mencintai gue dengan buta. apa harus di colok dulu matanya?" Sahut Abel tangan kanan gadis itu membawa kotak bekal yang selalu ia berikan untuk Derrick.

HEY ALGHAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang