Halo, Assalamu'alaikum!
Apa kabar readers?
Semoga Allah SWT selalu memberkahi kita.
***
Hakam tengah fokus menatap laptop, ditemani kepulan asap putih kotor di sekelilingnya.
Ia mendengus, "Jauh-jauh lo!" Hakam mengibaskan tangannya di depan wajahnya yang terlihat menahan sesak.
Laki-laki dengan tampilan urakan itu menjauhkan puntung rokok yang tersempil di jemarinya. Sebelah tangannya ia kibaskan agar asap rokok itu segera hilang. Ia mengamati temannya lamat-lamat.
"Lo ngajak kue ke sini, cuma buat nemenin lo nugas?"
Alunan lagu membuat suasana terasa ramai. Hakam melirik sekilas temannya. "Gue traktir elo, kan?"
Pemuda itu mendengus, lalu mematikan rokoknya yang sisa setengah. Ia meminum es kesukaannya yang dipesankan Hakam. Matanya menatap sekeliling cafe yang cukup sepi, karena masih waktu jam kerja.
"Lo serius mau jadi asdos?"
Hakam mengangguk, hingga rambut gondrongnya mengikuti gerakan kepala.
Wangi vanila lebih dominan tercium di cafe bernuansa monokrom ini. Hakam dan temannya memilih rooftop sebagai tempat yang disukai keduanya.
"Mau lanjut S2 kapan?"
"Nanti nunggu waktu yang tepat," jawab Hakam.
"Lanjut di LN?"
"Insyaallah," Hakam menutup laptopnya setelah selesai dengan tugasnya, kemudian setelah minum ia bertanya kepada temannya. "Lo lanjut kapan?"
"Ikut elo."
Hakam menatap tajam temannya yang malah menyengir bodoh.
"Gue mau lanjut di sini." ralatnya kemudian.
Hakam mengangguk kecil. Punggungnya ia sandarkan pada kursi seraya memejamkan matanya.
"Sepupu lo udah datang?"
Respon Hakam hanya menganggukkan kepalanya tanpa membuka matanya. "Udah mau sebulan di sini."
"Cantik ya?"
Hakam tidak menjawab, namun temannya bisa langsung menyimpulkan. "Udah gue duga sih, pasti cantik lah, orang sepupunya juga ca-"
Hakam membuka sebelah matanya, menunggu ucapan temannya yang menggantung.
"Gue Cakep?" tanyanya dengan tampang percaya diri.
Membuat laki-laki bernama Ejaz itu mendengus sebal.
"Udah lama gue enggak main ke rumah lo," Ejaz mencuri pandang ke arah Hakam yang kembali memejamkan matanya. "Pulang dari sini gue boleh ikut ke rumah lo gak?"
"Enggak." balas Hakam lugas.
"Lha, kenapa?"
"Ada sepupu gue,"
"Ya, kan, gue maennya sama elo."
"Entar lo nyari kesempatan buat deketin sepupu gue,"
Ejaz mengeluarkan seringainya, "ya emang kenapa? Lo cemburu?"
Kedua mata Hakam langsung terbuka. Ia melirik Ejaz dengan tatapan datar.
"Enggak!" tegasnya.
Ejaz tertawa ringan. Ia bahkan memukul-mukul lututnya yang tidak tertutup kain celananya karena robek dibagian itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAHTERA HARU [On Going]
EspiritualCinta bisa datang dari arah yang tak terduga, bahkan dari orang yang selalu dekat dalam lingkaran keluarga. Hakam selalu menyimpan perasaan pada Rubi, sepupunya sendiri. Namun, keyakinannya pada batas-batas syariah membuatnya menahan diri, menatap c...
![BAHTERA HARU [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/344100800-64-k400170.jpg)