Chapter Empat Belas 🔞

3K 66 1
                                        

Agnie membeku karena Lala yang kini mencium bibirnya bahkan melumat nya, karena agnie yang diam saja Lala pun menggigit bibir agnie sehingga membuat agnie sedikit membuka mulutnya.

Ciuman Lala kini turun ke arah leher agnie bahkan ia pun menghisap leher agnie itu, sedangkan Agnie yang diperlukan seperti itu hanya pasrah.

"La sumpah gue terpaksa." ucap agnie pelan lalu ia pun menangkup dagu Lala dan mencium bibirnya penuh hasrat.

"Nghh egieeh." suara lenguhan Lala itu semakin membuat adik kecil agnie mengeras.


"Asu gue beneran khilaf, Mon maaf ya la tapi kan Lo duluan gue cuman bantuin Lo kok." batin agnie.






Kini ciuman agnie mulai turun ke leher Lala dan meninggalkan banyak kissmark di lehernya, tak tinggal diam Lala pun mulai melepaskan kancing baju agnie.

Tangan agnie pun mulai bergerak kemana mana dan malah sekarang tangannya itu meremas bukit kembar milik Lala.

"Aah egiee."

Tak ingin berlama lama agnie pun segera melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan celana boxernya saja. Begitupun Lala yang kini sudah tidak memakai sehelai benang pun.

Dengan sengaja agnie menggesekan miliknya ke milik Lala dan terdengarlah lenguhan nikmat dari Lala.

"Lo becek la." agnie pun kini berhadapan dengan milik Lala yang sudah basah, ia menciumnya dan menghisapnya bahkan tangannya pun tidak berhenti untuk meremas bukit kembar Lala.

"Egiee aahh gu-e mauh nghh." Lala meremas pelan rambut agnie dan pahanya yang semakin menghimpit kepala agnie.

Agnie semakin mempercepat kegiatannya sehingga Lala menjadi tidak karuan.

"Egieeh gue udahh engh aahh." tak tahan lagi akhirnya Lala pun mengeluarkan cairannya dan langsung di minum oleh agnie.

Kini agnie menatap Lala yang berada di bawahnya, wajah Lala tampak masih memerah dengan segera agnie pun meraup bibir Lala dengan bibirnya. Lala dapat merasakan sisa sisa cairannya yang berada di mulut agnie. Lala pun meraba raba perut agnie yang kotak kotak.

Agnie melepaskan ciumannya dan membuka celana boxernya itu, dapat ia lihat Lala yang tampak terkejut melihat adik kecilnya yang mengacung keras. Tatapan agnie jatuh pada Lala, ia pun lantas mengecup kening Lala.

"Lo punya gue la." kini agnie benar benar menancapkan adiknya itu pada kepemilikan Lala.

"Egiee sakitt." tak tega dengan rancauan Lala agnie pun menghentikan sejenak kegiatannya dan mencium bibir Lala dengan lembut dan tangannya pun mengelus bukit kembar milik Lala agar rasa sakitnya teralihkan, setelah itu barulah agnie melanjutkan untuk menancapkan adiknya ke sarangnya dan agnie pun dapat merasakan jika punggungnya di cakar oleh Lala.

Jlebbb

Milik agnie pun kini sudah tertancap sempurna diantara paha Lala, rembesan darah pun membasahi ranjang yang mereka berdua tempati.

Agnie mengecup kening Lala, ia merasa bersalah karena harus mengambil harta Lala yang paling berharga, besok pagi pasti dia akan terkena amukan sang empunya.

Dengan perlahan agnie pun mulai menggerakkan pinggulnya dan melenguh pelan merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan.

























Malam berlalu dengan cepat, kini bahkan matahari sudah berada di antara langit yang cerah.

Lala mulai terbangun dengan rasa nyeri di area selangkangan nya, dan ia pun merasakan tangan seseorang yang sedang memeluk pinggangnya. Lala pun mendongak dan ia melihat wajah agnie yang begitu dekat dengannya.

Ga Sengaja JodohCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang