Siang ini anak IPS lebih memilih untuk bersantai di kelasnya daripada menonton class meeting di aula, banyak dari anggota kelas yang tertidur di lantai yang dimana salah satunya terdapat Lala.
"Kok Lo ga di aula aja si pet, nanti si egie di gondol adkel noh." ucap alvi yang kini duduk di samping Lala
"Males ah, panas. Lagian bentar lagi juga dia kesini." Jawab Lala yang masih betah diposisi tiduran
Tak berselang lama tiba tiba Lala dihampiri oleh Elsa,
"La, si alam nyariin nih." Ucap Elsa yang di belakang nya di ikuti oleh alam.
Dengan begitu Lala pun segera bangkit dari tidurnya dan menghampiri alam.
"Kenapa lam?." Pria di depan Lala pun tersenyum sebelum menjawab
"Boleh minta tolong ga la?." Lala pun mengangguk dan tersenyum kecil
"Boleh, mau minta tolong apa emangnya?."
"Boleh tolong promosiin sama retweet postingan Twitter alam ga la?." jelas alam yang membuat Lala sedikit bingung
"Ada apa emang?."
"Engga, cuman alam ada jualan gitu. Punya kelompok nya alam." jawab alam yang membuat Lala mengangguk paham.
"Oh oke, nanti Lala bantu retweet sama promosiin."
"Makasih, Lala. Alam pamit dulu yaa." Selang beberapa saat egie muncul dengan wajahnya yang ditekuk
"Ninti lili binti ritwiit simi primisiin. Halah pret, orang modus mau mau aja di ladenin." Ucap egie yang membuat Lala bengong
"Kamu denger darimana?." Pertanyaan Lala itu tidak langsung dijawab oleh egie, justru egie malah mencebikan bibirnya.
"Hey, kok ga jawab pertanyaan aku si."
"Tanya aja sama alam." Jawab egie yang membuat Lala menghela nafasnya
"Sayangg, aku cuman bantuin doang. Maafin ya?." Ucap Lala sembari berpose lucu agar egie luluh.
"Itu langsung retweet aja postingan nya dia, mau bantuin kan?." Lagi lagi Lala menghela nafasnya.
"Egiee sayang kuu, maafin aku ya?." Ucapan Lala itu tidak di hiraukan oleh egie yang kini merapihkan tasnya.
"Ih kamu mau kemana, kok ga ngajak aku." Dengan segera Lala menghampiri egie,
"Pergi aja sama alam, sana." Lala kini uring uringan membujuk egie yang merajuk karena cemburu.
"Aku mau pulang, mau ambil berkas berkas. Kamu kalo mau ikut cepetan." Tanpa menunggu Lala, egie berjalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh Lala yang setengah berlari.
"EGIEE, TUNGGUIN IH." Teriakan Lala itu membuat anak kelas menggelengkan kepalanya.
"Itu mereka kenapa lagi?." Tanya Alvi yang baru saja berdiri
"Biasa pasutri mah gitu, nanti juga akur lagi." Sahut Elsa yang daritadi melihat perdebatan egie dan Lala
"Mantep si Lala pasti pincang nantinya." Ucapan puji itu membuat Alvi dan Elsa saling melirik
"Pincang kenapa anjir?." Bukannya menjawab puji justru tersenyum aneh yang membuat Elsa dan Alvi merinding
"Aneh banget anjir, semoga di culik Mimi peri dah." Guyonan Elsa tersebut membuat puji tantrum dan memukul nya sedikit keras
"Panteq, serupawan gue di sumpahin di culik Mimi peri." Ucap puji yang di tertawai oleh elsa dan Alvi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ga Sengaja Jodoh
Jugendliteratur"Aku ga bisa milih, karena aku cinta kalian berdua." "Alah dasar buaya Amazon." Futa, plis jangan salpak. Slow update.
