Malam Minggu kali ini saqil sedang berada di pasar malam bersama dengan seorang gadis yang sering di panggil Kalla, iya sakalla kakak perempuan satu satunya Agnieszka.
"Kak, emang kakak gapapa sama berondong?." Tanya saqil sembari mengelus punggung tangan Kalla
"Ya emang kenapa?, selagi kakak nyaman ya gapapa." Mendengar itu saqil tersenyum dan kembali bersemangat untuk mengejar Kalla
"Kakak tunggu saqil lulus ya, saqil bakalan izin langsung ke om Evan." kalla hanya menganggukan kepalanya, sebenarnya ia pun ragu dengan perkataan saqil. Memangnya apa yang ia harapkan dari anak SMA yang baru beranjak dewasa?
Keduanya menaiki beberapa wahana hingga tiba lah waktunya untuk pulang kerumah masing masing.
"Dadah kak, maaf ya aku ga bisa anter kakak ke rumah." Kalla tersenyum
"Gapapa, udah gih kamu pulang. Anak kecil ga boleh pulang larut malem." Titah Kalla pun segera di patuhi oleh saqil
"Aku duluan ya kak, dadaahh." Akhirnya saqil pun pergi dari hadapan Kalla dan tinggallah Kalla di tengah tengah hirup pikuk pasar malam.
"Kalla, Lo Kalla kan?." Tiba tiba saja sapaan orang tersebut membuat Kalla menoleh ke samping dan mengerutkan keningnya
"Sorry, Lo siapa ya?." Pertanyaan Kalla tersebut membuat orang disampingnya tersenyum, lantas mengulurkan tangannya
"Yura, nama gue Yura. Dari kampus yang sama kaya Lo kok." Ucapan orang tersebut membuat Kalla lantas tersenyum dan membalas uluran tangannya.
"Sakalla, kalo boleh tau Lo dari fakultas apa?."
"Gue dari fakultas seni pertunjukan, Lo kedokteran kan? nama Lo terkenal banget di fakultas gue." Penjabaran dari Yura itu pun membuat Kalla tersenyum malu
"Engga, gue ga begitu terkenal kok. Lo nya nih melebih lebihkan." Jawaban Kalla tersebut membuat Yura tertawa kecil, ia merasa gemas dengan tingkah gadis di depannya ini.
"Btw kal, Lo ditinggal ya?, gue liat tadi orang yang bareng Lo pulang duluan." Kalla mengangguk dan sedikit menggosok lengan atasnya yang sedikit dingin.
"Iya tadi gue sama temen adik gue, gue yang suruh dia pulang takutnya kemaleman." bukannya menjawab Yura justru malah memakai kan jaket nya kepada Kalla
"Eh yur jaket lo kok?." Di tengah tengah kebingungan nya Yura justru tersenyum lebar dan membuat Kalla menatapnya heran
"Baju Lo pendek, kasian Lo nya kedinginan."
"Thanks ya, yur." Yura menganggukan kepalanya kemudian melihat jam di tangannya
"Masih jam delapan, cupu amat udah pulang." Kalla hanya bisa tersenyum kecut
"Ya gimana lagi, besok dia Sekolah yur."
"Mau mau an aja sama berondong kal, modal janji manis doang paling." Kalla diam diam mengiyakan pendapat Yura.
"Semoga Lo tahan sama berondong ya." Ucap Yura sembari menepuk nepuk pundak kalla
"Mau lanjut telusurin pasar nya?, orang bilang rumah hantu di sini seru." Beberapa saat Kalla menimbang nimbang tawaran yura, sebelum akhirnya ia menerima tawaran tersebut
"Ayo, kebetulan juga gue butuh waktu melepas stress." Akhirnya Yura dan Kalla kembali menelusuri pasar malam dengan tujuan utama rumah hantu.
Disisi lain saqil baru saja tiba di rumahnya namun ia dikejutkan dengan adanya seorang gadis yang terduduk di teras rumahnya dengan air mata yang berlinang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ga Sengaja Jodoh
Teen Fiction"Aku ga bisa milih, karena aku cinta kalian berdua." "Alah dasar buaya Amazon." Futa, plis jangan salpak. Slow update.
