Hari ini merupakan hari dimana agnie di lahirkan kedunia, dan hari ini bertepatan dengan hari Senin. Tapi sepertinya Dewi Fortuna tidak memihak kepada dirinya, siang ini agnie sudah bergulat di UKS ditemani oleh dua orang adek kelas yang salah satunya sedang terluka. Mereka lebih tepatnya agnie tengah mengobati adek kelas nya, entah jatuh darimana adek kelas itu sehingga lukanya lumayan dalam.
"Kamu jatuh darimana dek ?." pertanyaan agnie itu membuat adek kelasnya menjawab dengan ragu ragu.
"Emm sebenernya tadi di dorong sama anak kelas 11 IPA kak terus jatohnya kena selokan yang besinya tajem." Agnie pun seketika menghentikan kegiatan nya namun selang beberapa detik kemudian kembali mengobati luka adek kelasnya itu.
"Loh kenapa ?, kalian ada masalah apa sama mereka ?." ucap agnie dengan penuh penasaran
"Itu kak temen saya dikira mau ngerebut pacarnya anak kelas 11."
"Ngeributin masalah cowo sampe segininya ?." agnie menggelengkan kepalanya sembari membalut luka.
"Nanti kakak bantu laporan ke BK, kamu anterin temen kamu ke kelas ya ?." ucapan agnie itu pun disetujui oleh adek kelasnya.
"Oiya kak, happy birthday ya kak maaf aku ngucapin nya di kondisi lagi kaya gini." ucapan adek kelas agnie tersebut membuat agnie tersenyum, setidaknya masih ada yang mengingatnya.
"Makasih kamu udah inget, kayanya kamu perhatian ya orang nya, oiya ini kakak udah selesai obatinnya kalo misalnya nanti kebuka bilang aja ke anak PMR yang lain ya, kakak duluan ya dek." setelah itu agnie pun meninggalkan kedua adek kelasnya.
Di hari spesialnya ini teman temannya malah tidak mengingatnya, bahkan keluarga nya pun sama saja kan agnie jadi curiga mau di prank.
Agnie telah berada di kelasnya, dia menatap ke arah Lala yang duduk di bawahnya, tidak biasanya gadis itu berdiam diri biasanya kan kalo ga ngejodohin dirinya ya ngeliatin momen markhyuck ke agnie.
"Si lala kenapa si ?, tumben kalem ?." Pertanyaan agnie itu pun tidak ada yang menjawab, agnie yang merasa di kacangi pun menoleh ke sekelilingnya
"Oyy lapet, kenapa Lo ?." lagi dan lagi perkataan agnie tidak di hiraukan agnie pun hanya menghela nafasnya dan memilih untuk memainkan hp nya.
Kesialan agnie pun bertambah lantaran kuota nya baru saja habis dan kini hanya tersisa kuota gratisan untuk aplikasi WhatsApp.
"Ngeselin banget anjing." keluhannya itu pun masih saja diabaikan
"Woi saqil liat buku bahasa inggris gue ga ?." puji syukur pertanyaan nya kali ini dijawab oleh saqil.
"Kaga tau gue, Lo yang punya buku malah nanya ke gue makanya punya barang itu dijaga."
"Lah gue cuman nanya kok Lo sewot si qil ?." agnie mulai emosi, sendari pagi dirinya dicuekin oleh teman temannya. Boleh ga si dia berharap kalo dirinya emang lagi di prank ?.
"B aja tuh, Lo nya aja yang baperan." sahut saqil lalu memalingkan wajahnya.
"Udah lah gie, mending Lo ke depan sana bahas tentang pameran buat tiga bulan ke depan." titah dari ketua kelasnya pun di lakukan oleh agnie walaupun ogah ogahan.
"Gue disini mau bahas tentang pameran, gue minta semua kesibukan kalian di berhentiin dulu terus fokus ke depan." Awalnya perintah agnie itu dilakukan oleh anak kelasnya.
"Yang pertama kita bahas konsep, buat konsep nya ada yang punya ide ?." tidak ada yang menjawab pertanyaan agnie itu, kemudian agnie menulis tiga pilihan yaitu Halloween, Marvel, dan Florist.
"Nah siapa yang mau pilih diantara tiga konsep, coba cung yang pilih Halloween." kalo ini emosi agnie mulai meluap, dirinya melampiaskan emosinya itu dengan meremas spidol di tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ga Sengaja Jodoh
Ficção Adolescente"Aku ga bisa milih, karena aku cinta kalian berdua." "Alah dasar buaya Amazon." Futa, plis jangan salpak. Slow update.
