⚠️🔞⚠️
Hari semakin larut dan perayaan tahun baru akan segera dimulai, keluarga Arthanian pun sudah bersiap dengan petasan dan terompet nya. Namun salah satu keluarga Arthanian lebih tepatnya pujian, kini sedang merasa kesal bukan karena tidak memiliki petasan atau terompet tetapi dia kesal karena sepupunya meninggalkannya diantara para orang tua.
Disisi lain agnie dan Lala kini berada di kamar tidur yang sudah lama agnie tinggalkan, keduanya sedang asik melakukan kegiatan yang iya iya.
"Egiee pelan pelan."
"Masih sakit ?, padahalkan udah sering." kesal dengan ucapan agnie Lala pun memukul bahu agnie yang sedang merengkuh nya.
"Sering pala Lo peyang, ini baru yang ketiga ya."
"Aahh egieh sialanh." agnie tiba tiba saja menghentakkan juniornya itu dan membuat Lala kaget.
"Sorry, abisnya ga tahan." Lala yang berada di bawah agnie pun hanya memutar bola matanya malas.
Setelah berdiam selama beberapa menit agnie pun kini mulai menggerakkan pinggulnya dan tangannya pun tidak ia diamkan justru tangannya itu sibuk memilin bukit kembar Lala.
"Aah egieeh." guna mencari kenyamanannya Lala pun menyembunyikan wajahnya diantara leher agnie dan sesekali mencium lehernya.
"Shit, ini enakh banget ahh."
"Egieeh fasthh terr nghh."
"As you wish baby." Dengan semangat agnie pun mempercepat tempo gerakannya dan ia pun mencium dada Lala bahkan sesekali menghisapnya.
Mereka berdua asik dengan kegiatannya hingga tidak menyadari bahwa tahun telah berganti, bunyi letusan kembang api dan tiupan terompet seakan menjadi backsound pengiring diantara mereka yang sedang asik melepaskan hasrat remaja yang menggebu gebu.
Flashback beberapa jam yang lalu
Lala yang sudah merasakan pegal di lehernya pun akhirnya menyudahi kegiatan menyendernya, ia ingin ikut bergabung bersama puji saja yang dimana puji sedang asik membakar jagung dan juga sosis.
"Oh Lo mau ikutan bakar bakar juga ?." Lala pun menjawab pertanyaan pujian dengan anggukan kepala.
"Gue bantu olesin sausnya ya puj." ucapnya sembari mencepol rambut nya agar tidak jatuh mengenai saus.
"Okeh sip." Dari kejauhan agnie dapat melihat istrinya, walaupun pandangan nya burem dan wajah orang orang terlihat datar tapi agnie cukup tau bahwa istrinya itu sedang mengoleskan sesuatu ke sosis dan jagung yang sedang dibakar oleh sepupunya.
Akhirnya agnie pun menghampiri istri dan sepupunya itu, ia pun berdiri dibelakang istrinya yang sedang mengoleskan saus. Agnie dapat melihat jelas leher jenjang istrinya itu dan tanpa sadar ia pun menelan ludahnya dengan kasar.
"Masa iya gue horny karena liat leher Lala doang." Batin agnie.
Pujian pun tak sengaja melihat ke arah sepupunya yang sedang berdiri di belakang Lala, puji pun menatap agnie dari atas hingga bawah dan ia pun melihat selangkangan sepupunya yang medikit menonjol.
"Oalah egie asu. Lagi bakar bakaran gini tu anak malah ngaceng." Batin puji yang mencibir agnie
Dengan kesal pujian pun berdiri dan menyikut perut agnie.
"Eh sorry ya sepupu ku, gue lagi peregangan karena pegel salah Lo sendiri berdiri disitu." pujian tidak memperdulikan erangan kesakitan agnie, kini ia berbisik kepada agnie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ga Sengaja Jodoh
Fiksi Remaja"Aku ga bisa milih, karena aku cinta kalian berdua." "Alah dasar buaya Amazon." Futa, plis jangan salpak. Slow update.
