Lala yang tengah berada di peluk seketika menatap kala yang baru saja melepaskan pelukannya, dan bertanya tanya kepada kakak iparnya.
"Kenapa kak?." Tanpa kata Lala pun melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Kaka iparnya itu.
"Dok gimana dok, lancar kan?." Tanya Lala, reaksi dari dokter pun terlihat muram dan terlihat menundukan kepalanya.
"Dok? Egie gapapa kan dok?." Tanya Lala mastikan
"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi agnie tidak dapat kami selamatkan karena darah yang sudah terlalu banyak keluar." Ucapan dokter pun membuat Lala melemas, dan seketika itu ia jatuh terduduk. Kala pun akhirnya memeluk tubuh Lala dan berusaha menenangkan nya.
"EGIEEE."
"Ai kamu kenapa teriak teriak, kurang minum obat ya kamu?" Ucapan seseorang itu membuat Lala menjadi linglung dan menatap seseorang yang berada di depan nya yang kini menatap aneh kepadanya
"Egie?, kamu gapapa?." Lala kemudian menarik tubuh egie dan memeluknya erat, hal tersebut membuat egie tercengang dan tersenyum aneh
"Enak deh, lembut." Ucapan egie itu pun membuat Lala mengerutkan dahinya, lalu melepaskan pelukannya
"Kok lembut?, maksudnya apa?."
"Itu kamu lembut, kena badan aku tanpa penghalang apapun. Hehehehe." Mendengar itu lala pun segera melihat tubuhnya dan seketika itu ia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.
"IH CABULL." teriakan lala itu pun membuat egie menjadi pusing dan sesegera mungkin menutup kuping
"Kita semalem ngapain?, bukannya kamu kena tusuk ya?, dokter bilang kamu ga bisa diselametin." Ucap Lala yang masih kebingungan
"Apasi yang?, aku ga kenapa napa, dan siapa yang gabisa di selamatin?, kamu lupa semalem kita abis membuat bayi?."jawaban egie membuat Lala semakin bingung,
"Tapi tapi aku inget banget liat kamu berlumuran darah, kita camping terus terus kamu ditusuk Johan."
"Ngaco kamu yang, kamu mah mimpi lagian siapa Johan?. Selingkuhan kamu?, JAHAATT." ucap egie yang menjadi histeris dan menduga duga
"Apasi gajelas, Johan bukanya sahabat kamu dari SMP?, hega juga. Terus bukannya kita se SMP ya, kamu juga masuk Rp karena mau ngejar aku." egie yang mendengar itu pun mengerutkan keningnya dan mengambil posisi duduk di hadapan istrinya yang masih memegangi selimut.
"Aku gapunya temen yang namanya Johan samaa hega sayang mentok mentok temen aku pas SMP ya si melin itu pun kelas IPA, sama masa kamu hilang ingatan si?, aku kan masuk swasta pas SMP kamu juga boarding school, kita kapan ketemunya sayangg." Penjelasan egie pun belum membuat Lala puas, ia masih bertanya tanya mengenai kejadian yang ia merasa itu nyata.
"Serius?, jangan boong ih."
"Serius sayangg, aku gapunya temen yang namanya Johan atau hega, aku juga masuk Rp karena si Puput loh sayang temen aku yang sekarang di luar kota itu."
"Udah, sekarang kamu mandi ya?, jangan dipikirin itu semua cuman mimpi aja, yakali aku ditusuk secara tiba tiba emangnya ini novel apa yang." Ucap egie sembari mengusap rambut istrinya,
"Ya terus salah aku gitu?, aku mana tau bakalan mimpi kaya gitu." Ucap Lala dengan nada marah
"Enggaa cintakuu, bukan salah kamu kok itu salah mimpinya."
"Emang." Egie pun tersenyum dan mengecup pipi Lala yang masih memasang wajah tengilnya
"Sanaa mandi, aku udah bikin nasi goreng sama udah benah benah juga." Ucapan egie pun membuat Lala merasa aneh
"Tumben?, ada maunya ya?." Ucap Lala dengan tatapan yang penuh selidik.
"Hehehe, sebenernya mesin cuci nya rusak ayang, tadi pagi meledak.."
"Sayang sini deh.." ucap Lala sembari tersenyum lebar
"Hehehe, ayang sollyyy."
"HEH BALIK KESINI GA KAMU AGNIESZKAA." teriak Lala yang melihat suaminya itu berlari keluar ketika akan ia lempar dengan gelas yang ada di nakas sebelah kasur.
Egie dan Lala kini sedang duduk lesehan di lantai, lebih tepatnya hanya Lala yang duduk sembari melipat baju sedangkan egie sedang tiduran di paha istrinya sembari memeluk pinggang istrinya itu.
"Ayangg, boleh yaaa?."
"Gaboleh Agnieszka, beli yang bermanfaat aja." Ucap Lala yang membuat bibir egie tampak maju lima senti.
"Jahat, aku kan mau beli itu. Satu pun tidak boleh." Ucap egie dengan bibirnya yang masih cemberut
"Engga boleh egie, lagian kenapa harus beli mainan yang sepuluh juta si?, kalo harga mainan nya ga segitu ya boleh boleh aja tapi itu mahal banget kita bisa pake buat bayar keperluan yang lain." Mendengar itu egie semakin mengerucutkan bibirnya dan menenggelamkan wajahnya di perut istrinya.
"Minta yang lain, jangan aneh aneh."
"Kaki nya awas dong egie, kena baju lagi aku cape ngelipet nya." Ucap Lala yang melihat kaki egie mengenai tumpukan baju yang sudah dilipat olehnya
"Yauda aku mau nen, boleh?." Ucap egie sembari mendongak menatap Lala
"Semalem kan udah, jadi sekarang gaada."
"Kok gitu, mainan gaboleh nenen gaboleh, huh semuanya aja gaboleh." Omelan egie pun membuat Lala tertawa kecil dan menarik pipi egie dengan pelan
"Bawel ih bayi, yauda buka sendiri nih." Mendengar itu egie pun segera membuka baju yang dikenakan oleh Lala, dan dengan tidak sabar meraup pucuk ubi pucuk kangkung kedalam mulutnya dan menyesapnya selayaknya bayi yang kehausan.
"Tuh kan bayi, tapi mana ada bayi yang bisa jilat jilat." Ucap lala sembari menatap egie yang juga sedang menatap nya
"Akwu butanbbayi." ucapan egie itu terdengar tidak jelas karena mulutnya yang masih sibuk menyesap
"Utututu bayii."
"Btw jangan lupa gantiin mesin cuci aku, kamu tadi yang rusakin ya. Aku gamau nyuci manual." Peringatan dari Lala pun hanya diangguki oleh egie yang kini mulai menutup matanya.
Jadi gais, ternyata egie ditusuk itu cuman mimpi Lala kaget ga kalian, harus kaget 😒🤜...
Maaf yh dikit, males soalnya..
jangan lupa vote yh, yang egk vote semoga jaringannya lemot....
Babayyy, salam badut 🤡🤡
KAMU SEDANG MEMBACA
Ga Sengaja Jodoh
Ficção Adolescente"Aku ga bisa milih, karena aku cinta kalian berdua." "Alah dasar buaya Amazon." Futa, plis jangan salpak. Slow update.
