CHAPTER 3

5.1K 591 49
                                    

Maafkan Mamii ya, cerita ini benar-benar sangat telat untuk di upload. Padahal aku berharap cerita ini bisa di up minimal sekali dua hari.

Semoga kalian masih tertarik untuk membacanya. Aku yakin kalian itu semua baik banget, karena masih bersedia menunggu dan memfollow akun Mamii.

 Aku yakin kalian itu semua baik banget, karena masih bersedia menunggu dan memfollow akun Mamii

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selamat membaca

-

Tengah malam Becky terbangun karena suara tangisan dari Reina. Gadis itu berjalan dengan langkah gontai menuju ranjang putri kecilnya. Mengambil tubuh mungil itu dengan hati-hati dan menggendong bayi itu.

"Kenapa sayang? Kamu lapar?" Gadis itu menaruh kembali tubuh mungil itu di ranjang bayinya dengan hati-hati.

Becky mengambil botol susu yang sudah dia sediakan di kamar itu. Menuangkan 2 sendok susu formula khusus untuk bayi dan menambah air dengan suhu normal kemudian dia mengocok botol itu seperti yang diajarkan oleh perawat kepadanya saat bayi itu masih dalam tahap perawatan.

"Diminum ya sayang susunya...." Ucap Becky dengan lembut sambil mengarahkan dot dari botol susu itu ke arah mulut Reina.

Becky duduk di sofa sambil memeluk bayinya yang masih meminum susu itu. Di tatapnya bayi malang yang harus tumbuh sebagai seorang yatim-piatu tepat pada hari kelahirannya.

"Maafkan mommy, jika nanti aku tidak bisa menjadi sosok ibu yang sempurna untukmu..." Gumam Becky. Bayi mungil itu tampak menikmati susu yang disiapkan gadis remaja itu.

Setelah bayi itu tampak kenyang dan kembali tertidur, Becky menaruhnya kembali di ranjang bayinya, kemudian dia kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dirinya benar-benar kekurangan tidur semenjak menjalani peran sebagai ibu muda beberapa hari yang lalu.

***

Siang ini, Freen sedang berada di pusat perbelanjaan untuk belanja bulanan. Biasanya gadis itu akan pergi berbelanja bersama ibunya, hanya saja karena ayahnya baru saja pulang dari rumah sakit. Freen tidak tega meninggalkan ayahnya seorang diri di rumah.

Dia masuk ke sebuah swalayan. Freen mengambil troli belanja, kemudian dia mulai berkeliling disetiap blok-blok di swalayan itu sambil memperhatikan kertas belanjaan yang dibuatkan oleh ibunya sebelumnya. Tiba-tiba dia melihat beberapa orang yang sedang berbisik-bisik. Dan tak lama setelah itu, dia mendengar suara tangisan bayi tidak jauh tempat dia berdiri sekarang.

Freen yang penasaran karena suara tangisan itu yang tidak kunjung berhenti mencoba mendekat ke asal suara. Sampai akhirnya dia melihat seorang gadis muda yang sedang menggendong bayinya. Gadis itu tampak cukup panik, wajahnya memerah dan Freen yakin melihat genangan air mata yang siap untuk meledak segera.

Orang di sekitar hanya menatap gadis itu dengan pandangan tajam. Bahkan sayup-sayup terdengar orang-orang mengomentari bahwa gadis tersebut nakal karena memiliki anak pada usia yang sangat muda.

Virgin MomTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang