Bagaimana lika-liku kehidupan seorang gadis remaja yang harus menjadi seorang ibu saat masih duduk di bangku SMA.
Dan bagaimana pandangan dari orang disekitarnya saat melihat gadis SMA yang merawat bayi tanpa adanya ayah dari sang bayi?
Sekali lagi Mamiii ga akan pernah berhenti mengucapkan terima kasih untuk semua yang masih menunggu cerita ini dengan sabar...
Aku tidak pernah menyangka kisah mama muda ini menarik cukup banyak peminat...
Mamii memang memfokuskan kisah ini suka duka yang dihadapi Becky dalam menghadapi setiap tumbuh kembang Reina dari awal sampai saat ini. Dan perkembangan Reina memang dibuat senatural mungkin dengan kenyataan perkembangan rata-rata bayi yang sehat.
Aku tidak ingin memberikan gambaran bahwa Becky merawat bayinya dengan gampang, karena pada kenyataannya merawat bayi tidak semudah itu. Makanya aku menghadirkan Ibu Pim sebagai penolong disini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat Membaca
-
Karena sebelumnya Freen berangkat ke kampus bersama Heng menggunakan sepeda motornya. Kini gadis itu mau tidak mau harus mampir dulu ke rumahnya untuk menjemput mobil milik Becky.
"Kenapa mobil Becky ada di rumahmu Freen?" Tanya Friend yang kebetulan ikut bersama Freen.
Freen hanya menjelaskan bahwa sebelumnya ia mengantarkan Becky dan Reina ke kafe menggunakan mobil milik Becky. Sementara saat berangkat ke kampus, dirinya berangkat bersama Heng menggunakan sepeda motornya.
Gadis itu juga menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin menjemput Becky dan Reina menggunakan sepeda motor, karena dia ingat gadisnya membawa cukup banyak barang-barang keperluan Reina. Sehingga akan merepotkan jika dirinya hanya menggunakan sepeda motornya.
Mendengar penjelasan tersebut, Friend hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda paham. Kemudian dia meminta Freen untuk mempercepat laju mobilnya karena sebelumnya Friend mendapat pesan dari Fen kalau siang tadi kafe ramai pengunjung.
"Baiklah, aku juga mulai khawatir karena Becky tidak kunjung membalas pesanku."
-
Setelah berkendara sekitar lebih kurang 15 menit, Freen memarkirkan mobilnya. Namun ia melihat sesuatu yang mencurigakan terjadi di dalam kafe yang sama sekali jauh dari kata ramai.
"Bukankah kata Fen tadi kafe ramai?" Tanya Friend yang hendak turun dari mobil.
Sebelum temannya itu keluar, Freen menahan lengannya. "Tunggu sebentar, lihat itu."
Freen menunjuk ke bagian dalam kafe yang memang bisa terlihat dari luar. Dia melihat Beer bersama seorang pria blasteran paruh baya.
"Siapa yang bersama Kak Beer itu?" tanya nya.
"Ahh... Aku juga tidak begitu mengenal pria itu. Tapi jika aku tidak salah ingat, ini sudah kali ke-tiga nya pria itu menemui Kak Beer di kafe. Dan kalau aku tidak salah dengar, pria itu ayah dari Becky dan almarhum Kak Richie."