13

4.5K 335 5
                                        

Lisa memutuskan untuk tetap berada disisi Jennie walaupun Jennie tidak mengetahuinya. Lisa tidak akan beranjak dari sana entah mengapa Lisa selalu ingin bersama Jennie, entah rasa itu tumbuh atau rasa bersalah yang semakin membesar ia tidak tahu. Hari ini teman-teman mereka datang menjenguk Jennie dan itu membuat Lisa bersyukur mempunyai mereka ia berharap jika kedatangan teman-temannya bisa membuat Jennie kembali tersenyum.

"Jendeukiiii"teriak Irene dan Rose lalu memeluk Jennie

"Eohh? Kalian?"tanya Jennie terkejut

"Iya kami datang untuk menjenguk mu, bagaimana keadaan mu hm?"tanya Irene lembut mereka semua sudah mengetahui kondisi Jennie dan mereka tidak ingin membuat Jennie mengurung dirinya terus menerus.

"Aku buta, Eonni"lirihnya lalu menundukan kepalanya, Rose pun mendongakan dagu Jennie.

"Heyy, aku yakin kau akan cepat sembuh Eonni. Percayalah pada ku okay" Jennie hanya menganggukan kepalanya dengan lemah.

"Apa kalian datang kesini dengan..."ucap Jennie lalu menghentikan ucapannya

"Lisa?"tanya Irene sambil menatap Lisa yang memang berada disana juga, wanita jangkung itu benar-benar tidak beranjak dari Jennie.

"Eoh? Tidak ada Jennie tenang saja"ucap Jisoo yang kali ini bersuara Jennie cukup terkejut jika ada Jisoo ia takut jika Lisa berada disana.

"Tenanglahh kami tidak sedang bersama Lisa, aku bahkan tidak tahu anak itu kemana"ucap Seulgi mereka terpaksa berbohong, mereka benar-benar tidak mengatakan jika Lisa ada disana, Lisa pun meminta pada teman-temannya agar tidak memberitahu Jennie.

"Kalian tahu eoh? Aku buta karena perjodohan gila itu, dan aku semakin membenci dia"ucap Jennie dengan wajah penuh kebencian

"Perjodohan?"tanya Rose yang pura-pura tidak tahu, lagi-lagi karena Lisa yang meminta mereka pun mengiyakannya untuk pura-pura tidak tahu. Lalu Jennie pun menceritakan bagaimana dirinya dan Lisa dijodohkan, ia benar-benar tidak habis pikir dengan kedua orangtua mereka. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk pergi menggunakan taxi tetapi siapa sangka jika ternyata kejadian buruk itu terjadi. Taxi yang ditumpangi Jennie mengalami rem blong dan itu melaju saat seharusnya mereka terhenti dilampu merah setelah itu taxi yang ditumpangi Jennie tertabrak oleh truk yang bermuatan lumayan besar.

"Maka dari itu aku membencinya"lanjutnya dengan wajah datarnya, Lisa yang berada disana hanya menundukan kepalanya disofa Jisoo dan Seulgi mencoba menenangkan Lisa. Lisa menganggukan kepalanya meyakini bahwa ia tak apa-apa walaupun sebenarnya tidak.

"Aku akan segera kembali, aku titip Jennie"bisik Lisa pada Seulgi dan Jisoo

"Baiklah jangan lama-lama eoh?" Lisa pun menganggukan kepalanya ia memutuskan untuk menemui dokter yang merawat Louis ia ingin mengetahui lebih dalam tentang bocah itu.

"Eoh? Miss? Ada yang bisa saya bantu?"tanya Dokter Jung yang baru saja keluar dari ruangan Louis

"Boleh aku berbicara padamu dok mengenai Louis?"tanya Lisa dengan sopan bagaimana pun Louis oranglain yang harus dijaga privasinya.

"Ah baiklah mari keruangan saya" lalu mereka pun sekarang berada diruangan Dokter Jung.

"Silahkan duduk Miss"ucap dokter Jung kini mereka berhadapan lalu Lisa mengulurkan tangannya.

"Sebelumnya saya meminta maaf karena belum sempat memperkenalkan diri. Saya Lalisa Manoban"ucap Lisa mengenalkan dirinya dengan senang hati dokter Jung membalas uluran tangan Lisa.

"Woww, saya sangat terkesan Miss Manoban dengan kepedulianmu. Dan saya Jung Hae"ucap lelaki itu dengan lembut

"Maaf jika saya lancang untuk mengetahui kondisi Louis, kemarin kami cukup banyak berbagi cerita. Ia berkata jika tidak sengaja mendengar dokter dan suster berbicara tentang penyakitnya" Jung Hae selaku dokter yang menangani bocah kecil itu menghela nafasnya, cukup berat baginya menceritakan kondisi anak itu tetapi anak itu sudah tidak punya siapa-siapa.

Hate Or Love (JENLISA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang