Hari senin pun tiba dimana kedua orangtua Lisa pun memutuskan untuk kembali kethailand begitupun dengan orangtua Jennie yang pergi keNew Zealand, Lisa pun melajukan mobilnya menuju kantor dan setelah sampai ia langsung menuju ruangannya.
Tokk tokk
"Masukk"ucap Lisa sambil membuka lembaran file yang berada dimejanya. Terlihat Yoona dengan tab miliknya memasuki ruangan bosnya
"Permisi Miss. Saya ingin memberitahukan jadwal anda pukul 10 ini kita akan menghadiri rapat yang diadakan oleh Kim Company Group"ucap Yoona, Lisa yang mendengar itu menghela nafasnya, haruskah ia datang? tetapi itu memang harus karena KCG adalah partner nya.
"Haiss bisa kah aku tidak menghadiri itu? Lelah sekali aku harus bertemu terus dengannya astagaa"ucapnya kesal sedangkan sekretarisnya hanya terkekeh.
"Tidak bisa Miss, tuan Kim sudah berangkat 1 jam yang lalu dan sekarang putrinya ingin mengadakan rapat dengan perusahaan perusahaan yang bekerja sama dengannya termasuk Manoban Company" Lisa menghela nafasnya ia pun menganggukan kepalanya bagaimanapun ia harus bersikap profesional jika berada dikantornya. Dan berusaha mengontrol emosinya berbeda jika sedang diluar ia tak segan-segan untuk memaki wanita yang menjadi musuhnya beberapa hari ini.
Setelah jam menunjukan pukul 10 Lisa serta Yoona pun menuju kantor Kim Company Group. Setelah beberapa menit diperjalanan akhirnya mereka pun sampai disana dan ini kali pertamanya Lisa menginjakan kaki dikantor milik musuhnya yang justru malah bekerja sama dengannya.
"Aku akan menghubungi mu jika sudah selesai Jhon"ucap Lisa pada Jhon yang membawanya dan sekretarisnya kekantor Jennie.
"Baik Miss"
Dengan wajah yang tegas dan tatapannya yang dingin Lisa pun memasuki kantor Jennie.
"Selamat pagi menjelang siang Miss, mari saya antar keruang rapat"ucap Ahyeon sekretaris Jennie, Lisa pun menganggukan kepalanya lalu masuk kedalam ruangan rapat dan sudah ada beberapa CEO yang juga bekerja sama dengan Jennie sama seperti dirinya.
Tak lama kemudian Jennie pun memasuki ruangan dengan rok yang tidak terlalu pendek serta blazer yang melekat ditubuh rampingnya, Lisa sedikit tertegun tetapi ia mulai menyadarkan pikirannya.
"Baiklah sebelumnya selamat pagi menjelang siang. Dan terimakasih karena anda sekalian sudah berkenan untuk datang menghadiri rapat yang saya adakan"ucap Jennie dengan formal lalu Jennie menjelaskan tujuannya mengadakan rapat.
Dan para CEO pun menganggukan kepalanya paham akan hal yang dijelaskan pada Jennie, setelah dua jam Jennie mengadakan rapat para CEO pun berpamitan untuk kembali kekantornya masing-masing sedangkan Lisa masih enggan beranjak dari tempatnya ia memutar pulpen nya lalu menopang dagunya sambil menatap Jennie.
"Apa anda kurang paham dengan penjelasan saya Miss Manoban"ucap Jennie tersenyum dengan penuh tekanan.
"Tidak, saya cukup mengerti dengan apa yang anda jelaskan. Dan ya cukup masuk akal, saya pikir anda mengadakan rapat ini agar ingin bertemu dengan saya"ucap Lisa sambil menyeringai, Jennie yang mendengar hal itu tersenyum lalu sedikit tertawa.
"Maafkan saya Miss Manoban, hanya saja saya tidak akan membuang waktu untuk hal yang tidak penting apalagi bertemu secara pribadi dengan anda"ucap Jennie lalu beranjak dari tempat nya untuk meninggal kan Lisa yang terserah ingin berbuat apa diruang meeting nya tetapi dengan sigap Lisa menarik tangan Jennie sampai Jennie terjatuh kedalam pangkuan gadis bermata hazel. Tatapan mereka lagi-lagi terkunci seakan membeku dan tidak bisa dialihkan. Lisa pun mendekatkan wajahnya pada wajah Jennie sampai keduanya bisa merasakan aroma nya masing-masing.
"Kau tahu Miss Kim? Kau sangat menantang untukku"ucap Lisa sambil tersenyum
.
.
.
.
.
Hari sudah mulai petang gadis berambut pirang itupun beranjak dari taman setelah puas dengan angin sore yang menerpa wajah cantiknya, saat akan berbalik ia pun terkejut melihat wanita yang beberapa hari lalu menolongnya.
"Haii Rose, How are you?"tanya Jisoo sambil tersenyum Rose pun membalas senyuman Jisoo
"Am good, kau sedari tadi Jisoo-ya?"tanya Rose pada Jisoo
"Tidak, kebetulan aku lewat sini dan aku melihat mu jadi ya ku hampiri"jelasnya membuat Rose hanya menganggukan kepalanya
"Apa kau sering mencari udara disore hari Rose?"tanya Jisoo sambil berjalan mengikuti Rose.
"Hanya sesekali, karena bernyanyi kadang membuatku bosan maka dari itu aku mencari udara segar"jelasnya
"Mwo? Jadi kau penyanyi? Dan aku bahkan tidak tahu!"ucap Jisoo dengan excited.
"Hahaha iyaa, tak apa justru aku senang jika kau tidak mengenali ku. Itu akan lebih memudahkan kita untuk saling mengenal tanpa rasa canggung"ucap Rose lembut
"Ahh benar juga, Ngomong-ngomong bagaimana dengan Jennie?"tanya Jisoo
"Jennie Eonni baik-baik saja, seharusnya aku yang bertanya apakah teman mu yang emosian itu baik-baik saja setelah menolong kucing betina ku?"tanya Rose sedikit tertawa melihat bagaimana Jennie dan Lisa yang terus bertengkar ketika bertemu.
"Hahaha aku pun tidak tahu sejak aku mengobatinya aku belum lagi ke unitnya. Malam minggu kemarin ia mengabarkan ku jika orangtuanya pulang kekorea dan kembali lagi ke thai pagi tadi"ucap Jisoo yang sudah berada didepan mobilnya
"Ohh begitu pantas saja, Lisa seperti bukan orang korea asli"gumamnya
"Memang bukan Chaeng, Ayah Lisa berasal dari Swiss dan ibunya asli Thailand. Lisa dan aku bertemu ketika saat itu ia menolong ku dari beberapa pria saat berada diclub"
"Mwo? Jadi kau mengalami apa yang dialami Jennie Eonni malam itu,"tanya Rose terkejut lalu Jisoo pun menganggukan kepalanya.
"Iyaa, dan sejak saat itu kami bersahabat bahkan Lisa sudah ku anggap sebagai adikku begitupun sebaliknya"
"Ah baiklah sepertinya kita perlu bertemu lagi agar kedua wanita itu tidak terus bertengkar"usul Rose
Setelah perbincangan singkat akhirnya Jisoo pun memutuskan mengantar Rose pulang, karena Rose berangkat dengan taxi saat menuju taman. Didalam mobil Jisoo, Rose tak henti hentinya tertawa karena cerita kekonyolan Jisoo bahkan tak segan Jisoo menceritakan kekonyolan dirinya bersama Lisa. Setelah beberapa menit akhirnya mereka pun sampai digedung apartemen milik Rose, Jisoo pun dengan sigap membuka pintu mobil untuk Rose dan itu membuat sang empu tersenyum.
"Silahkan Tuan Putri"goda Jisoo sambil menaik turunkan alisnya membuat Rose terkekeh.
"Ohh ayoolahh kau cukup buaya ternyata Jisoo-yaa"ucap Rose sedikit terkekeh sedangkan Jisoo yang mendengar itu hanya memajukan bibirnya.
"Haiss, aku hanya melakukan yang terbaik Rose"rengeknya membuat Rose tertawa
"Hahaha arraseo arraseo, apakah kau mau mampir lebih dulu?"
"Mungkin lain kali Rose tak apa kan?"tanya Jisoo sambil menggarukan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu hati-hati eoh?"ucap Rose lalu Jisoo pun menganggukan kepalanya, lalu saat hendak masuk kedalam mobilnya Rose pun menahan lengan Jisoo.
"Tunggu, bolehkah aku meminta nomor mu? jika kau ijinkan"ucap Rose sambil menelan salivanya, Jisoo tersenyum lalu memberikan ponselnya pada Rose.
"Daftarkan lah nomor mu" ujar Jisoo yang tentu saja membuat Rose tersenyum senang lalu ia pun menekan nomornya setelah itu memberikan kembali ponsel Jisoo.
Kringgg
"Dan itu nomor ku, jadi tolong simpan okay? dan kau boleh hubungi aku jika kau butuh sesuatu"
"Baiklah gumawoyo Jisoo-ya" Ia pun akhirnya berpamitan dan masuk kedalam mobilnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan gedung apartemen milik Rose, dan Rose pun memutuskan untuk masuk kedalam unitnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate Or Love (JENLISA)
Historia Corta"Aku membencimu Lisa!!!" "Aku mencintaimu Jennie" #JenlisaStory #GxG #BlackPink #Seulrene #Chaesoo
