Saat ini Jennie dan Lisa memutuskan untuk kemakam Louis karena keduanya merindukan jagoan mereka. Jennie berjongkok disana sambil mengusap batu nisan Louis dengan Lisa yang selalu setia disamping Jennie sambil mengusap bahu calon istrinya.
"Louis, kita sudah bersama sekarang. Kau pasti senang kan?"tanya Jennie dengan bibirnya yang mulai gemetar, Lisa pun tersenyum tipis melihat nisan Louis ia pun masih merasa kehilangan karena ia sendiri yang menemani proses Louis.
"Louis pasti bahagia disana baby"ucap Lisa lembut lalu Jennie pun menatap Lisa sendu ia merasa bersalah karena tidak mendengarkan Lisa saat itu, andai saja saat itu ia tidak terpuruk terus menerus mungkin saat ini ia masih mendengar suara lembut dari malaikat kecilnya walau ia tak bisa melihat Louis.
"Maafkan aku, karena ku kau jadi kehilangan Louis"lirih Jennie yang masih setia meneteskan air matanya lalu Lisa mengusap air mata Jennie dan mencium kening Jennie dengan lembut. Ia tak ingin istrinya merasa buruk atau merasa bersalah terus menerus karena semua sudah takdir, bahkan jika Louis tidak memberikan dunianya mungkin saja Louis tetap saja pulang kerumah Tuhan.
"Baby, Tuhan itu lebih sayang dengan Louis. Tuhan tidak ingin jika Louis merasa sakit terus menerus sayang, dan aku yakin Louis sudah bertemu orangtuanya disana. Berhenti menyalahkan dirimu okay"ucap Lisa sambil tersenyum Jennie pun memeluk Lisa ia menangis disana.
.
.
.
.
.
Disisi lain Jisoo hari ini berniat untuk pulang kerumah orangtuanya karena mereka pun meminta Jisoo untuk pulang. Jisoo membukakan pintu mobilnya untuk Rose, ia memutuskan untuk membawa kekasihnya dan keduanya memutuskan untuk berjuang bersama. Ia pun beralih kekursi kemudi, ia menghela nafas Rose pun menggenggam tangan Jisoo lembut.
"Love, tenanglah ada aku disini. Apapun yang terjadi aku akan tetap bersama mu okay?" Jisoo pun tersenyum dan mengusap rambut pirang kekasihnya, ia merasa bersyukur mempunyai gadis tupai yang sangat sempurna dan sangat mengerti bagaimana menjadi kekasih yang baik.
"Terimakasih baby, aku beruntung memiliki mu."lirih Jisoo lalu ia pun mulai melajukan mobilnya kearah rumah orangtuanya. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mereka pun sampai dikediaman Kim dengan segera Jisoo membukakan pintu mobilnya untuk Rose.
"Nona Jisoo, silahkan masuk tuan dan nyonya sudah menunggu"ucap maid yang ada dirumah Jisoo, Jisoo hanya menganggukan kepalanya lalu menggenggam tangan Rose tanpa ragu. Mereka masuk kedalam rumah Jisoo terlihat orangtuanya sedang berada diruang tamu dengan kakak perempuannya Kim Jiyoon.
"Eomma Appa"ucap Jisoo sambil membungkukkan tubuhnya begitupun dengan Rose.
"Woahh, anak kami sudah besar. Ayoayoo duduk lah kalian pasti lelah, bagaimana kabar mu nak?"tanya Eomma Kim pada putri bungsunya lalu Jisoo dan Rose pun duduk disana.
"Aku baik Eomma Appa, dan perkenalkan ini Park Chaeyoung panggil saja Rose"ucap Jisoo memperkenalkan Rose pada kedua orang tuanya dan kakaknya.
"Selamat datang dirumah kami nak, Jisoo sangat jarang membawa temannya kemari. Hanya Seulgi dan Lisa yang sering ia bawa"sahut Appa Kim
"Terimakasih ahjussi, senang berkenalan dengan anda"ucap Rose lembut, tak lama kemudian sosok pria tampan pun datang membuat Jisoo membelalakan matanya. Ia bahkan tidak menyangka ternyata orangtua nya masih terus mendekatkan dirinya dengan laki-laki yang baru saja tiba.
"Selamat pagi, maafkan aku telat datang karena lalu lintas hari ini sedikit padat"ucap Kim Seok Jin sambil membungkukkan tubuhnya lalu orangtua Jisoo pun mempersilahkan Jin untuk duduk. Sedangkan disana Jisoo memasang wajahnya datar ia tahu maksud kedua orangtuanya membawa kembali Jin kehadapannya, Rose yang sadar akan itu mengusap tangan Jisoo dengan lembut ia tak ingin kekasih nya itu hilang kontrol.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate Or Love (JENLISA)
Short Story"Aku membencimu Lisa!!!" "Aku mencintaimu Jennie" #JenlisaStory #GxG #BlackPink #Seulrene #Chaesoo
