Jennie dan Rose memutuskan untuk pulang setelah mendengar penjelasan dari Jisoo, Jennie sekarang merasa bersalah pada Lisa apalagi dengan luka lebam diwajahnya membuat Jennie ingin mengobatinya tetapi Lisa tidak ingin melihat dirinya berada diapartemennya lagi. Akhirnya ia pun sekarang berada diunitnya ia memutuskan untuk tinggal sendiri setelah umurnya menginjak 20 tahun dan itu diperbolehkan oleh orangtuanya asalkan ia bisa menjaga dirinya. Ia menghembuskan nafasnya sambil menikmati coklat hangat setelah ia membersihkan dirinya, ia masih memikirkan bagaimana jika nantinya ia dan Lisa bertemu lagi. Apakah akan ada masalah lagi nantinya? Mengapa juga Lisa rela melindunginya sampai mengorbankan dirinya? Pertanyaan itu selalu berputar dipikirannya.
"Eonni makan lah dulu kau belum sarapan kan? Sekalian minum obatmu agar kepalamu tidak pusing"ucap Rose yang baru saja kembali dari dapur milik Jennie.
"Terimakasih Chaeng, entahlah aku masih kepikiran dengan wanita jangkung itu"lirihnya
"Kau mengkhawatirkannya eoh?"tanya Rose sambil menaik turunkan alisnya.
"Ck sudahlah lupakan"
.
.
.
.
.
Kriiinggg
"Hallo Dad?"ucap Lisa sambil mengecek beberapa dokumennya walaupun weekend santai tetap saja ia harus memeriksa file yang Yoona kirimkan padanya
"Eohh? Malam ini?"tanya Lisa lalu meminum jusnya yang berada diatas nakas.
"Arraseo aku akan pulang"
"Bisa-bisanya mereka tidak mengabari ku jika sudah berada dirumah haiss mengapa sudah dua hari ini ada saja yang membuat ku kesal"geramnya
Lisa pun memutuskan untuk membersihkan tubuhnya karena hari sudah sore ia akan bersiap pulang kerumah orangtuanya, walaupun ada rumah orangtuanya ia lebih nyaman tinggal diunit nya sendiri yang ia beli dengan uangnya. Sesekali ia mengecek rumah orangtuanya dan menginap disana seperti hari ini orangtuanya tanpa ia duga ternyata sudah berada dirumah dan mengajaknya makan malam bersama.
Hari sudah mulai malam dan jam menunjukan pukul 7 malam dimana ia baru saja turun dari mobilnya dan menyipitkan matanya melihat ada mobil lain dirumahnya. Ia pun memasuki rumahnya dengan outfit sneakers adidas putihnya dan celana jeans robek miliknya dipadu dengan kaos putih yang ia masuki kedalam celananya. Serta rambut yang ia biarkan tergerai begitu saja, rumah orangtuanya tidak begitu kecil dan tidak begitu besar iapun menuju meja makan terlihat 5 orang termasuk ayah dan ibunya disana.
"Eoh kau sudah datang nak? Sini sayang peluk Mommy apakah kau tak merindukan ku hm?"ucap Chittip pada putri kesayangannya membuat ketiga tamunya menatap Lisa dan betapa terkejutnya dirinya bertemu lagi dengan wanita kucing itu. Lalu Lisa pun memeluk ibunya serta ayahnya dan membungkukan badannya menyapa kedua orang yang ia kenali sebagai tuan Kim dan nyonya Kim dan bisa kalian tebak. Disana juga ada Jennie yang menatap Lisa datar begitupun sebaliknya.
"Eohh sebentar wajahmu kenapa sayang?"Chittip memeriksa wajah putrinya dan menatap Lisa dengan khawatir.
"Tak apa Mom hanya ada sedikit problem kemarin"ucap Lisa sambil menatap Jennie sedangkan Jennie yang ditatap langsung menundukkan kepalanya.
"Apa ini sudah diobati?"tanya Marco yang juga khawatir dengan putrinya Lisa pun tersenyum lalu menganggukan kepalanya.
"Jisoo mengobati ku, kalian tenang saja. Putri kalian kuat"ucapnya lalu duduk disamping sang ibu tepat berhadapan dengan Jennie
"Kalian mengejutkan ku dengan datang tiba-tiba kekorea"ucap Lisa sambil meminum jus jeruk yang sudah tersedia dimeja makannya.
"Ini acara makan malam pertama kami sayang, dengan keluarga Kim karena mereka hari senin akan berangkat keNew Zealand maka dari itu kami mengunjungi korea lebih dulu sekaligus bertemu denganmu"jelas Marco
"Maafkan aku Nyonya dan Tuan Kim jika pakaian ku tidak sopan karena ku pikir hanya ada orangtua ku disini"sahut Lisa sambil menyatukan tangannya
"Kau tak perlu sungkan nak, kami memaklumi itu karena kami pun ingin reoni bersama ayahmu"ucap tuan Kim, Ruang makan itu pun dipenuhi canda tawa tapi tidak dengan Lisa dan Jennie yang masih saling menatap dengan dingin, lalu keluarga Kim pun pamit untuk pulang.
"Eoh kalian takan berpamitan hm?"tanya nyonya Kim pada Jennie dan Lisa
"Sepertinya kau masih kesal pada putri ku, Lisa"sahut Tuan Kim sambil terkekeh.
"Aniyoo... aku sudah melupakan kejadian saat itu Tuan dan maafkan aku karena ucapan ku lancang pada mu dan putri mu saat itu."
"Tak apa Nak"
"Kalian ada masalah?" tanya Marco sedangkan Tuan Kim hanya memberi kode pada Marco agar Marco tidak membahasnya.
"Kalau begitu ayoolahh jangan canggung begitu, berpelukanlah"sahut Marco
Lisa pun menghela nafasnya lalu berjalan mendekati Jennie, nafas Jennie tercekat ia benar-benar bisa mencium aroma seorang Lalisa, wanginya sangat memabukan dan itu akan membuat siapapun nyaman berada didekatnya. Lalu Lisa memeluk Jennie, dengan ragu Jennie membalas pelukan Lisa agar kedua orangtua mereka tidak tahu jika keduanya sejak awal bertemu musuh bebuyutan.
"Ternyata kau bukan cukup pendek ya tetapi memang pendek"bisik Lisa ditelinga Jennie dibalik sana Jennie tersenyum penuh arti lalu mencubit perut Lisa cukup keras membuat Lisa menahan teriakannya agar tidak menjadi tanda tanya pada kedua orangtua mereka.
"Dan kau memang gadis jangkung yang menyebalkan"bisik Jennie lalu melepaskan pelukannya Ia tersenyum puas melihat Lisa yang mengusap usap perutnya karena perih akan cubitan yang diberikan pada Jennie.
"Baiklah kalau begitu kami pamit Marco, Chittip"ucap Kim pada keluarga Manoban
"Baikk dan hati-hati dalam penerbangan kalian Kim. Kabari kami jika kalian membutuhkan bantuan"
Setelah keluarga Kim pergi, Lisa pun kembali kekamarnya walaupun jarang ia tempati tetap saja pelayan dirumah orang tuanya tetap membersihkan seluruh rumah ini. Ia memutuskan untuk tidur dirumah orangtuanya jika tidak kedua telingannya akan seperti keledai karena ditarik oleh ayahnya.
.
.
.
.
.
Jennie pun masuk kedalam kamarnya karena orangtuanya memintanya untuk tidur dirumah apalagi dengan orangtuanya yang sebentar lagi akan berangkat keluar negeri. Ia pun membaringkan tubuhnya setelah habis membersihkan dirinya ia menatap langit-langit kamarnya sekilas muncul bayangan dimana kemarin malam dengan setengah sadar ia duduk dipangkuan Lisa bahkan bisa mencium aroma nafas Lisa. Ia pun menepuk pipinya berulang kali.
"Yakk Jennie-ya apaapaan kau ini jadi memikirkan gadis sialan itu"gumamnya sendiri lalu ia pun seketika mengingat satu hal yang sangat-sangat jelas ia dengar sebelum ia pingsan kembali.
"Bangun kau bajingan, apa yang kau lakukan pada kekasih ku eoh!" Jennie reflek memegangi dadanya yang tiba-tiba saja berdegub ketika mengingat suara Lisa yang membela dirinya setelah dan sebelumnya ia tidak mengingat apa yang terjadi.
"Yakkk jantungku"geramnya lalu ia pun memaksakan matanya untuk terpejam
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate Or Love (JENLISA)
Short Story"Aku membencimu Lisa!!!" "Aku mencintaimu Jennie" #JenlisaStory #GxG #BlackPink #Seulrene #Chaesoo
