Setelah selesai membersihkan tubuhnya ia pun mengganti pakaiannya, lalu ia melihat arah balkon dan hujan masih cukup deras. Ia baru sadar jika ponselnya belum ia charger dan ia melihat jam yang berada diatas nakas milik Lisa.
"Haiss sudah mulai malam bagaimana aku akan pulang?"lirih nya lalu ia pun membawa ponselnya untuk meminjam charger an pada Lisa yang berada diruang tamu.
"Hey jangkung, bolehkah aku meminjam charger mu? Aku akan pulang memesan taksi"ucap Jennie sambil duduk disofa ruang tamu milik Lisa lalu Lisa pun menunjuk charger an yang berada didekat meja televisi miliknya, Jennie segera bergegas untuk mengisi daya ponselnya
"Haiss dasar bodoh harusnya tadi aku charger dahulu sebelum pergi"ucap Jennie dengan sendirinya
"Baru sadar jika kau bodoh eoh?"sahut Lisa sambil memakan snack nya, Jennie memincingkan matanya ia tak ingin lagi untuk menarik telinga Lisa hari ini ia sudah cukup lelah.
Duuarrr
Jennie langsung berlari dan duduk disamping Lisa ketika mendengar petir lagi.
"Haiss ayolahh berhenti hujan aku ingin pulang"lirihnya sambil menutup telinganya, Lisa pun menarik tangan Jennie yang sedari tadi menutup telinganya sendiri.
"Tidurlah dikamarku"ucap Lisa datar
"Yakk! Kau ingin berbuat mesum eoh?"geram Jennie sedangkan Lisa menghela nafasnya ia benar-benar tidak habis pikir oleh pikiran Jennie.
"Terserah jika kau memang berniat mau pulang, pulang lahh"ucap Lisa kesal lalu ia pun meninggalkan Jennie sendirian diruang tamu, Jennie menghela nafasnya sambil memajukan bibirnya. Setelah beberapa menit Lisa kembali kekamarnya Jenniepun masih asik menonton televisi sambil memakan snack yang ada dimeja milik Lisa.
"Aaaaaaa jangkunggggg!!!"teriak Jennie saat tibatiba listrik padam
"Hiks hiks Eomma aku takutt" Jennie mulai terisak karena hujan semakin deras hingga petir bahkan sampai menyebab kan listrik padam.
Greepp
"Aaaaaa"teriak Jennie saat merasakan bahunya ada yang memegang.
"Yakk pendek berhentilah berteriak ini aku"ucap Lisa sambil memegang ponselnya dengan flash yang menyala.
"Hikshiks aku takutt"isaknya lalu langsung memeluk Lisa.
"Haiss sebegitu takutnyakah?"batin Lisa sambil mengusap bahu Jennie.
"Ayolah bangun istirahatkan badanmu dikamar, aku akan mencari lilin lebih dulu"ucap Lisa tapi dengan cepat Jennie yang berada dalam pelukannya menggelengkan kepalanya.
"Andwae...Jangan tinggalkan aku jangkung"lirihnya akhirnya Jennie mengikuti Lisa mencari lilin setelah itu membiarkan lilin itu menyala dimeja kamarnya, Lisapun mengambil air minum yang ia sediakan diatas nakas lalu memberikannya pada Jennie.
"Minumlah dulu"ucap Lisa lalu Jennie pun meminum nya
"Terimakasih"sahut Jennie yang masih sedikit takut
.
.
.
.
.
Matahari mulai menyinari mereka, Jennie yang terbangun lebih dulu mengerjabkan matanya, ia ingat semalam ia benar-benar takut dan kembali mengalami panic attack, bahkan ia tak membiarkan Lisa beranjak pergi dari nya. Ia pun merasa aneh dengan tidurnya lalu ia pun tersadar jika dirinya tertidur dalam pelukan Lisa bahkan Lisa memeluk pinggang rampingnya saat ini. Jantung Jennie pagi ini sudah mulai berolahraga bukan karena takut tapi entahlah karena apa ia benar-benar tidak mengerti. Berada dipelukan gadis jangkung membuatnya nyaman dan ia merasa tenang berada disana, ia pun memejamkan matanya kembali saat merasakan Lisa mulai menggeliatkan tubuhnya. Ia merasa bahwa Lisa pun terkejut melihat posisi tidur mereka.
"Astaga, jika ia bangun lebih dulu sudah pasti aku dibunuh"gumam Lisa
Jennie yang mendengar itu menahan senyumnya lalu mendengar detak jantung Lisa yang sama sepertinya, lalu Lisa pun bangun perlahan agar tidak membangunkan si kucing betina lalu menatap Jennie yang masih setia dengan tidur bohongannya.
"Kau tahu? Semalam kau seperti anak kucing yang takut ditinggal ibunya bahkan ketika kau tidur, tetapi mengapa kau sangat galak ketika bangun eoh?"tanya Lisa sambil merapihkan rambut Jennie yang menutupi wajah kucingnya setelah itu Lisa masuk kedalam toilet Jennie pun bangun dari tidur pura-puranya.
"Haiss jantungku!"ucapnya sambil memegang dadanya lalu ia pun memutuskan untuk kekamar mandi yang berada diluar kamar Lisa
Beberapa menit berlalu Lisa pun sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang berada ditangannya, ia memakai kaos oversize putih miliknya dengan hotpants yang menjadikan ia terlihat lebih santai ia mencari Jennie yang sudah tidak ada dikamarnya.
"Pendekkk?"panggilnya pada Jennie ia mencari Jennie tetapi tidak ada siapa-siapa tetapi ia melihat ponselnya Jennie masih ter charger disana ia pun mencabut charger annya
"Kemana sipendek itu?"gumamnya lalu ia melihat pintu unitnya sedikit terbuka.
"Hais gadis bodoh untung saja tidak ada laki-laki yang masuk saat aku mandi"gumamnya lalu ia memutuskan untuk menutup pintu unitnya lebih dulu tetapi...
Brrakk
"Awww bokong kuu"ringis Lisa yang terjatuh saat pintu yang seharusnya ia tutup jadi terbuka kembali, Jennie yang baru saja datang menatap Lisa polos dengan makanan yang berada ditangannya.
"Mengapa kau disitu?"tanya Jennie lalu menutup pintu kembali.
"Yakk! Kau yang harusnya hati-hati bodoh! Satu kau keluar dari apartemen ku dan tidak ijin pada ku lebih dulu, Dua lalu kau tidak menutup pintu kembali, Tiga kau membuka pintu sembarangan!"geramnya pagi-pagi lalu mulai berdiri sambil mengusap usap bokongnya
Jennie tanpa memperdulikan Lisa berjalan kearah dapur, pagi ini Lisa benar-benar harus mengontrol emosinya bahkan sejak kemarin. Tidak bisa ia bayangkan bagaimana jika Jennie menjadi istrinya, seketika sadar dari pemikirannya ia pun menggelengkan kepalanya sendiri.
"Apa kau akan berdiri disana? Aku sudah membelikanmu sarapan"ucap Jennie sambil menata makanan yang ia beli.
"Ku pikir kau pulang begitu saja tanpa mengucap terimakasih"ucap Lisa asal sambil membuat susu coklat untuknya.
"Ck bisa kah kau diam jangkung"ucap Jennie kesal lalu Jennie pun membuat teh sendiri untuknya, ia melihat Lisa yang sedang melihat susu buatannya dengan mata berbinar.
"Sebegitu sukanya kau sama susu?"tanya Jennie yang baru selesai membuat teh
"Ndee, dan ini nikmat"ucap Lisa sambil menyesap susu coklat miliknya
Lalu mereka pun sarapan bersama dengan Lisa yang asik dengan video kartun yang ada diponselnya. Melihat gadis yang berada dihadapannya Jennie terkekeh, padahal Lisa cukup tomboy dan dingin tapi ternyata didalam rumah ia seperti bayi yang meminum susu serta makan yang harus ditemani dengan film kartun. Setelah selesai sarapan dan membersihkan dapur Lisa, Jennie pun bersiap siap untuk pulang ia menyalakan ponsel nya hendak memesan taksi online tetapi tanpa ia duga Lisa merebut ponselnya.
"Tunggu disini aku akan mengantarmu"ucap Lisa lalu pergi kekamarnya untuk berganti pakaian, Jennie hanya mengangkat bahunya lalu duduk disofa milik Lisa sambil menunggu pemilik unit itu keluar dari kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate Or Love (JENLISA)
Short Story"Aku membencimu Lisa!!!" "Aku mencintaimu Jennie" #JenlisaStory #GxG #BlackPink #Seulrene #Chaesoo
