Author POV
Setelah meletakan barang-barang Lisa diunit miliknya Seulgi dan Jisoo pamit pulang pada Lisa, lalu setelah temannya pergi ia pun segera mengambil kunci mobil sport miliknya ia bergegas keparkiran dan mengendarai mobilnya. Ia tidak peduli pada ucapan dokter yang mengatakan dirinya jika ia tidak boleh stress atau kelelahan saat ini yang ia pikirkan Jennie dan Louis. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit kerumah keluarga Kim ia pun sampai dan menatap rumah itu sambil mengumpulkan tekadnya untuk menemui Jennie, lalu security dirumah Jennie pun keluar menemui Lisa
"Selamat sore Miss Manoban"ucapnya sambil membungkukan tubuhnya.
"Selamat sore, apakah Jennie dan orangtuanya ada didalam?"tanya Lisa sambil membuka pintu mobilnya.
"Ada Miss, tetapi tuan Kim belum pulang dari kantor, silahkan masuk Miss"ucap security Kim lalu Lisa segera bergegas masuk kedalam kediaman Kim. Ia melihat rumah ini begitu sepi, lalu tak lama kemudian ia melihat ibu dari gadis bermata kucing itu keluar dari dapur.
"Eoh? Lalisa? Sejak kapan kau datang nak?"tanya Hyuna sambil mendekati Lisa dan memeluk Lisa.
"Baru saja Eomma"ucap Lisa lalu pelukan mereka pun terlepas, Kim Hyuna memutar-mutar tubuh Lisa ia masih khawatir akan kondisi Lisa.
"Kau sudah sehat eoh? Mengapa tidak bilang pada kami kau akan pulang hm? Ayoayo duduk lah dulu"ucap Hyuna lalu mereka pun duduk diruang tamu.
"Tak apa Eomma aku baik-baik saja, lagi pula kalian harus menjaga Jennie. Jisoo dan Seulgi sudah membantu ku tadi"
"Ah begitu syukurlah, kau jangan nakal Lisa jagalah kesehatan mu dan pola makan mu serta jangan stress okay"ucap Hyuna sambil mengusap rambut Lisa, ia tidak ingin Lisa kembali sakit disaat ia jauh dari kedua orangtuanya dan sebagai sahabat baik dari keluarga Manoban mereka ingin memastikan jika Lisa baik-baik saja.
"Eomma boleh aku bertemu Jennie? Ada yang harus aku bicarakan padanya"ucap Lisa sedangkan ibu dari Jennie menghela nafasnya
"Kau yakin nak? Semakin hari ia semakin menutup dirinya nak, setelah pergi dengan Rose kala itu entah kemana mereka pergi. Rose pun belum kesini lagi"ucap Hyuna, Lisa menganggukan kepalanya mengerti lalu Hyuna pun membawa Lisa kearah kolam renang terlihat disana Jennie sedang melamun.
"Temui lah, jika ada apa-apa panggil Eomma eoh" lalu setelah Hyuna meninggalkan Lisa, ia pun bergegas mendekati Jennie lalu berdiri didepan Jennie yang saat ini sedang duduk diayunan dekat kolam. Lisa tertegun melihat kondisi Jennie, matanya seperti panda dan pipinya sama seperti Louis menirus. Ia pun menelan salivanya mengumpulkan semua keberaniannya.
"Jennie"panggilnya dengan lembut, wanita yang ada dihadapannya sedikit terkejut mendengar suara Lisa, ia pun segera mengambil tongkatnya dan beranjak dari tempat nya tetapi dengan cepat Lisa menahan tangan Jennie.
"Jennie aku ingin bicara"lanjutnya lagi lalu Jennie pun menghempaskan tangan Lisa dengan kasar.
"Mau apa kau huh? Kurang untuk membuat ku terlihat semakin bodoh dan buruk eoh?!"ucap Jennie dengan air mata yang sudah penuh dimatanya.
"Jennie, aku akan jelaskan semuanya"ucap Lisa sambil mencoba memegang tangan Jennie.
"Jangan pernah menyentuh ku!"bentaknya membuat Lisa merasa sakit jika kondisinya seperti dulu ia tidak sakit berbeda dengan sekarang ia benar-benar sakit melihat Jennie seperti ini.
"Jennie, semua bukan salah orangtuamu bukan juga salah Rose dan teman-teman kita. Tapi itu salah ku yang telat menemukanmu, memang benar perjodohan itu karena orangtua kita. Tetapi kau pun harus tahu bahwa tidak ada yang mau kejadian seperti ini terjadi Jennie"lirih Lisa sambil meneteskan air matanya yang ia tahan sejak tadi lalu Jennie pun tersenyum tipis dengan air mata yang mengalir.
"Lalu untuk apa kau berada disisiku huh?! Apa dengan kau mencoba menebus semuanya aku bisa melihat Lisa! TIDAK! AKU TETAP BUTA!"teriaknya membuat Lisa memejamkan matanya, Jennie sudah terisak.
"Jennie, jika aku harus menukar mata ku untuk mu, aku rela."
"Hahaha bullshit! Kau tidak lebih dari seorang munafik Lisa! Saat itu kau dengan jelas menolak perjodohan kita tapi sekarang setelah aku buta kau seakan mencoba membuat ku untuk terus bergantung dengan oranglain termasuk kau eoh!" Katakata Jennie saat ini menembus relung hatinya ia mencoba kuat
"Ohya dan satu lagi! Jangan memperalat Louis! Aku membencimu mengapa harus kau yang memperkenalkan aku pada anak itu. Bahkan kau mengatakan jika aku kekasih mu? Hahaha kau semakin membuatku membencimu Lisa!"ucap Jennie lagi
"Jennie, aku tidak bilang padanya bahwa kau kekasihku. Tetapi anak itu menyimpulkannya sendiri aku tidak tega mematahkan semangatnya"lirih Lisa membuat Jennie kembali tertawa lirih.
"Bahkan kau membuat Louis semakin berharap pada ku dan kau bodoh! Kau membuat dirinya semakin memburuk kau dan kalian semua membohonginya dan membohongi ku! Kau bukan hanya menyakiti ku tapi kau menyakiti Louis juga!"ucap Jennie lalu ia mencoba pergi dari sana Lisa benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi.
"KONDISI LOUIS MEMBURUK JENNIE! ku mohon..." lirihnya diakhir ucapannya, Jennie yang mendengar itu sedikit menghentikan langkahnya seperkian detik lalu melanjutkan langkahnya kembali untuk menuju kamarnya.
Sedangkan Lisa memutuskan untuk pamit pada Hyuna, Hyuna hanya bisa memberikan semangat lebih pada Lisa untuk membuat putrinya kembali berbicara. Bukan hanya pada Lisa pada dirinya juga sebagai orangtua, Lisa memandang balkon kamar Jennie sebelum masuk kedalam mobil sportnya. Tanpa ia sadari ada mobil lain yang terparkir dibelakangnya.
Bugghhh
"Untuk apa kau berada dirumah Jennie huh?!"ucap seseorang yang membuat Lisa tak siap menerima pukulan itu tersungkur kejalanan
"Yak! Kau memang pengecut eoh? Memukul wanita dasar bajingan!"ucap Lisa yang tersulut emosi lalu mereka pun saling memukul didepan rumah Jennie. Tuan Kim yang baru saja tiba melihat ada keributan didepan rumahnya ia langsung keluar dari dalam mobilnya dan betapa terkejutnya melihat Lisa dan Taehyung sedang saling memukul. Dengan tegas ia menarik Taehyung sampai jatuh keaspal, ia pun mendekati Lisa dan mengecek wajah Lisa yang sudah babak belur.
"Kita obati ini nak" lalu tuan Kim berjalan menatap Taehyung tajam.
"Apa-apaan kau ini! Membuat keributan didepan rumah ku dan kau memukul Lisa lagi!" Taehyung dengan sekuat tenaga beranjak dan berdiri menatap ayah Jennie.
"Maafkan aku tuan Kim, aku hanya tidak suka jika dia dekat dengan Jennie aku menyayangi putrimu dan mencintainya aku lebih layak dan bisa memberikan keturunan untuk putrimu tuan Kim, dan jangan lupakan kecelakaan yang terjadi pada Jennie karena perjodohan konyol itu dan karna dia!"ucap Taehyung marah sambil menunjuk Lisa, tuan Kim hanya menggelengkan kepalanya lalu membiarkan Taehyung diluar dan mengajak Lisa masuk kedalam kembali untuk mengobati luka calon menantunya
Dan setelah kejadian itu, malam harinya ia memutuskan untuk menemui Louis kembali walaupun orang tua Jennie menahan, ia tetap keras kepala ingin menemani Louis dan tanpa Lisa ketahui tuan Kim mengirim dua bodyguard untuk memantau Lisa karena takut jika ada penyerangan kembali yang dilakukan oleh Taehyung, sampai jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Ia pun memutuskan berganti pakaian yang telah ia bawa, setelah membersihkan dirinya dan berganti pakaian ia pun kembali duduk disamping Louis yang sudah tertidur pulas. Ia menggenggam tangan mungil Louis dan mengecupnya dengan tulus.
"Louis, cepatlah sembuh nak. Sungguh ini menyakiti ku maafkan aku belum bisa membawa Ninimu"lirihnya membuat siapapun yang berada diruangan itu merasa sedih dengan kondisi Louis dan Lisa yang babak belur. Dokter Jung yang tahu Lisa kembali lagi ia pun dengan segera memberikan obat kembali untuk luka Lalisa dan juga memberikan bantal serta selimut untuk gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate Or Love (JENLISA)
Short Story"Aku membencimu Lisa!!!" "Aku mencintaimu Jennie" #JenlisaStory #GxG #BlackPink #Seulrene #Chaesoo
