BXB
Pernikahan itu adalah suatu hal yang sakral.. dan Taeyong benar-benar mengimpikan pernikahan yang romantis.
Dia, Lee Taeyong. Pria cantik yang namanya sedang meroket di industri model telah mendapatkan perhatian Jung Jaehyun- satu-satunya pewari...
Taeyong benar-benar kaget! Sosok suaminya berada di depan rumahnya dengan wajah yang polos.
"Apa yang kau lakukan disini, berengsek?"Tiada kata hormat yang ingin Taeyong keluarkan. Matanya dingin— sedingin es. Jaehyun tersenyum tipis, mengeluarkan beberapa boneka jellybunny yang lucu. Pria tampan itu celingak celinguk, mencari sosok balita tampan kesayangannya.
"Di mana Minhyung?"Tanya Jaehyun. Tidak dipungkiri, hatinya berdetak kencang menatap wajah galak sang suami. Ah.. Taeyong terlalu menawan untuk ditelantarkan. Pria tampan itu dengan tenang menatap wajah suaminya yang memerah.
Kata Papinya, emosi tidak boleh dibalas dengan emosi. Apalagi karena kesalahannya ada pada dirinya. Maka, Jaehyun haruslah mengalah jika menginginkan suami dan anaknya berada di dalam dekapannya. Taeyong tertawa sinis.
"Papi.."Oh. Pantas saja pria gila ini bisa melacaknya. Ternyata.. Papi mertuanya yang berulah. Dia hampir saja menutup pintu rumahnya namun tertahan karena balita mungil yang menubrukkan tubuhnya pada Jaehyun.
"Daddyy!"Minhyung memekik kegirangan. Balita tampan itu melebarkan tangannya— meminta Jaehyun menggendongnya. Tangannya terbuka tertutup dan matanya mengerjap lucu— masih coba menyesuaikan dirinya dengan rasa kantuk yang menguasai dirinya. Jaehyun menahan gemas dan penuh cekatan menggendong balita manis kesayangannya. Haruman susu menusuk hidungnya. Pipi balita tampan itu dikecup berkali-kali.
"Minhyungie."Jaehyun tersenyum tipis. Dia kembali mengecup wajah anaknya sehingga balita tampan itu tertawa manis.
"Siapa yang mengijinkanmu menggendong anakku, Tuan Jung? Berikan anakku kembali."Taeyong mendecak pelan. Dia coba mengambil anaknya dari gendongan sang suami namun ditolak oleh balita manis itu.
"Markie mau sama Daddy, Bu!"Minhyung bergumam pelan, semakin mengeratkan pelukannya. Mata Taeyong berubah sendu. Dia ingin memarahi balita itu, namun dia sadar itu hanya akan memburukkan kondisi. Taeyong tidak mau melihat anaknya menangis lagi.
"Taeyong?"Suara berat suaminya membuyarkan lamunan Taeyong. Pria cantik itu hanya menatapnya dingin.
"Ck. Baru pertama kali bertemu sudah menempel segitunya, Minhyungie."Taeyong bergumam kesal. Minhyung menyadari bahwa Papinya melunak. Bocah itu tersenyum manis.
"Daddy, Daddy! Markie punya ruangan mainan loh! Grandpapi, Grandpops dan Mommy yang mendekorasinya!"Dengan penuh lugu, balita tampan itu turun dari gendongan Ayahnya— kemudian menarik tangan besar nan hangat itu menuju ke ruangannya; tidak lagi mempedulikan sosok Papinya yang menahan sebal.
Jaehyun hanya sempat melihat sekilas ke arah sang suami dan mengikuti anak manisnya dengan wajah yang bersalah. Wajar saja, Taeyong pasti membencinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dad! Lihat! Markie punya boneka panda!"Minhyung memekik antusias. Balita tampan itu berlari menghampiri ayahnya dan menarik Jaehyun untuk bermain dengannya— melupakan dirinya yang masih lelah.