part 13

147 15 4
                                        

  Seokjin menghela nafas gugup. Kang ssaem sudah masuk lima belas menit yang lalu. Dan itu artinya dia terlambat. Padahal dari sekian banyak hari, kenapa malah saat dosen paling killer seokjin harus terlambat. Ia memantapkan hati, lalu perlahan membuka pintu kelas.

   "Permisi ssaem"ucapnya pelan.

  Seketika semua pandangan mengarah padanya. Kang ssaem yang baru saja membuka buku pun menatapnya dengan pandangan tajam.

   "Lihat siapa yang terlambat ini"ucapnya dingin. Seokjin merasa malu, tentu saja. Rekornya sebagai mahasiswa teladan pasti sudah tercoreng Dimata kang ssaem.

   "Kau menyadari kesalahanmu?"tanya kang ssaem dingin.
   "Mianhamnida ssaem, saya terlambat"ucap seokjin pelan.
   "Karena kau menyadari kesalahanmu. Aku akan memberimu peringatan pertama dan terakhir seokjin! Tidak ada tolerir lagi setelah ini"ucap kang ssaem. Seokjin cepat-cepat mengangguk. Matanya menyapu ruangan, mencari kursi yang kosong. Lalu bergegas duduk disana.

  Seokjin menelan ludah gugup. Baru ingat kalau hari ini adalah jadwal kelas nya bergabung dengan kelas yoongi. Dan yoongi duduk tepat dibelakangnya. Sungguh sial, ia malah memberikan kesan buruk pada dongsaeng kesayangannya.

  "Baiklah, mari kita lanjutkan presentasi Minggu lalu"kang ssaem melirik kearah seokjin. Seokjin seketika merasa tak enak. Cepat-cepat mengeluarkan laptop dan makalahnya. Seharusnya Minggu ini adalah bagian sarjana satu yang melakukan presentasi tapi seokjin meragu saat melihat senyum sinis kang ssaem.

   "Seokjin, silahkan mulai presentasi nya"ucap kang ssaem. Seokjin merasa bahunya melemas. Kang ssaem selalu penuh dengan kejutan. Seokjin mengambil nafas perlahan berusaha mengingat dengan cepat latihan presentasinya kemarin, lalu membawa laptop serta makalahnya maju kedepan kelas.

   Seokjin menyalakan laptopnya lalu menyambungkannya dengan kabel USB agar tersambung dengan infocus. Seokjin membuka power point miliknya. Disana sudah tertulis program pembaharuan bisnis untuk sepuluh tahun yang akan datang.

  Seokjin menarik nafas, lalu mengembangkan senyum paling lebar yang ia punya dan memulai presentasinya.

   Kang ssaem memperhatikan dengan jeli, lalu mengangguk-anggukan kepalanya, puas dengan statement yang diberikan seokjin. Seokjin juga dapat menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa lain, meskipun ia ditunjuk secara terburu-buru, ia dapat menyelesaikan presentasinya dengan baik. Seokjin mengakhiri presentasinya dengan seulas senyum lega.

   "Program pembaharuan mu keren"puji kang ssaem. Seokjin tersenyum lebar.
   "Tapi karena kau terlambat hari ini aku akan memberimu nilai B"seokjin mendesah kecewa. Sementara teman-temannya yang lain bertepuk tangan memberikan apresiasi.

   "Baiklah, selanjutnya Choi su A, silahkan maju kedepan"

  Pelajaran pun berlanjut.
.
.
.

       •∆•

    Seokjin menutup pintu lokernya. Sedikit kerepotan karena hanya menggunakan satu tangannya.

   "Kau berusaha sangat keras ya, anak beasiswa~"seokjin berbalik. Mantap yoongi yang sedang menatapnya dengan pandangan tak suka.

   "Terima-kasih?"ucap seokjin pelan karena bingung harus bereaksi seperti apa. Yoongi mendengus.
   "Kau berusaha terlalu keras, Hyung"ucapnya.
   "Tapi sekuat apapun usahamu tak akan menutupi fakta bahwa kau yang membunuh appa"desis yoongi tajam.

  Seokjin menghela nafas. Mulai terbiasa dengan segala hal yang menyakitinya secara perlahan ini.

   "Kau tau Yoon? Kau memang yang paling jago menyakitiku"ucap seokjin pelan. Yoongi tertawa sinis.

Brother in lawTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang