part 20

106 10 0
                                        

"Selamat datang di ruangan rahasia kami" Jungkook menatap sekitarnya takjub. Ruangan persegi itu terlihat cukup lebar dengan lantai berbahan kayu. Ada ring tinju di tengah ruangan, lalu di sudut ruangan ada komputer dengan kedua sisi melengkung dan beberapa video game. Jauh sedikit dari ring tinju terdapat rak untuk peralatan boxing tertata rapi dengan samsak tinju di sisi yang lain. Ada banyak matras tersusun rapi. Disisi lain terdapat banyak peralatan fitness. Ruangan ini sangat luas. Benar-benar seperti tempat persembunyian karena dari luar tempat ini terlihat sangat kecil. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah-

"Lisa?" Jungkook menatap seseorang yang sedang asyik menendang samsak tinju dihadapannya. Mendengar namanya disebut lisa menoleh. Menatap jungkook yang sedang menatapnya terkejut.

"Jungkook? Astaga! Jadi kau benar-benar adiknya seokjin oppa?" Lisa mendekat.

"Kalian sudah saling mengenal?" Tanya seokjin. Ia berjalan kearah rak, menyimpan backpacknya dan memakai sarung tinju. Jisoo datang menyapa.

"Sudah oppa, kemarin aku menolong jungkook saat dia di-" Ucapan lisa terpotong karena jungkook segera menutup mulutnya. Lisa mengerutkan alis. Pandangannya bertemu dengan raut khawatir jungkook. Lisa terlambat menyadari sesuatu.

"Kau dipukuli lagi?" Suara seokjin terdengar pelan, tapi jisoo tau, seokjin sedang menahan amarahnya. Ia meninju bahu seokjin ringan.

"Kau menakutinya" Ucap jisoo pelan. Seokjin terdiam lalu menatap jungkook yang sedang menatapnya kaku. "Maaf"

"Tidak apa-apa hyung, kalau begitu aku akan belajar dengan lisa saja" Ucap jungkook sambil menerima sarung tinju pemberian lisa.

"Tidak, untuk materi dasar kau harus belajar dengan jisoo eonnie. Aku hanya bisa menjadi teman sparing, aku jago membanting orang, bukan melatihnya" Ucap lisa sambil tersenyum lebar.

"Benar, kau tidak akan bisa belajar apapun dari anak ini. Belajarlah dengan jisoo, aku akan sparing dengan lisa" Ucap seokjin sambil mengacak-acak rambut lisa. Lisa cemberut menahan kekesalan. Jungkook mengangguk patuh.

"Bisa kita mulai? Ayo ikut aku" Ajak jisoo. Jungkook berjalan mengekori jisoo menuju salah satu matras sedangkan seokjin masuk ke arena dengan lisa.

"Siap dibanting oppa?" Lisa memasang kuda-kuda penyerangan. Seokjin tersenyum kecil.

"Perhatikan langkahmu, aku tidak ingin kau terjatuh begitu keras lisa~" balas seokjin.
"Heh! Kau tidak ingat siapa yang terjatuh kemarin oppa?"
"Itu sudah dua tahun yang lalu lisa~ aku sudah banyak berubah sejak itu"

Mereka mulai latihan. Lisa memberikan serangan kejutan dengan tendangan memutar andalannya yang berhasil di hindari seokjin dengan cepat. Lisa memutar arah dan hendak meninju seokjin dengan sikunya. Seokjin dengan sigap menangkap sikunya dan memutar lisa, menjegel kakinya membuat lisa terjatuh di lantai.

"Kau terlalu ceroboh belakangan ini lisa-ssi~"lisa menaikkan alis, sedikit terkejut dengan kekuatan seokjin. Seokjin mengulurkan tangan. Menarik lisa agar berdiri. Ia merenggangkan bahunya yang sedikit kram.

"Wahh, kau bertambah kuat oppa" Ucapnya. Seokjin mengangkat bahu, terkesan mengejek.

"Sudah ku bilang aku bertumbuh pesat"
Dan pertarungan kembali berlanjut.
.
.

_0_

Jungkook menatap air yang diberikan jisoo, berterimakasih dan meneguknya. Pandangannya tidak lepas dari ring tinju. Tempat seokjin dan lisa berlatih.

Mereka sudah disana hampir satu jam dan belum ada tanda-tanda mau berhenti. Jungkook mengeryitkan kening, seokjin benar-benar punya stamina yang kuat.

Brother in lawCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang