part 28

109 10 3
                                        

Setelah berhasil kabur dari Namjoon, Seokjin sampai di apartemennya dengan napas terengah. Jantungnya masih berpacu, tetapi rasa penasaran jauh lebih kuat daripada ketakutannya. Tanpa mengganti pakaian, ia langsung menyalakan laptop di kamarnya dan menancapkan flashdisk hitam yang tadi diambilnya dari brankas sang ayah.

Di layar muncul puluhan file: dokumen, laporan rahasia, catatan transfer saham, hingga bukti manipulasi tender yang dilakukan Haneul Corp. Semua itu jelas merupakan harta karun bukti-yang bisa menjatuhkan mereka kapan saja. Namun, di antara semua file, ada satu folder bernama "Untuk Seokjin". Di dalamnya hanya ada satu video berdurasi delapan menit.

Dengan tangan bergetar, Seokjin mengklik video itu.

Layar hitam perlahan menampilkan wajah seseorang yang tak asing-So Hee, ibu tirinya. Duduk di depan kamera dengan wajah yang lebih tua, tanpa riasan, dan mata yang tampak sembab.

"seokjin... kalau kau melihat video ini, berarti aku sudah tidak bisa lagi melindungi anak-anakku dengan caraku sendiri."

Seokjin menegang. Matanya terpaku pada layar.

So Hee mulai bercerita. Ia mengakui bahwa kecelakaan delapan tahun lalu tidak pernah dimaksudkan untuk membunuh siapapun. Ia bekerja sama dengan sopir truk, Park Dongwoo, untuk menghantam sudut kursi Seokjin. Tujuan mereka hanya satu: membuat Seokjin lumpuh.

"aku tau ini mungkin terdengar gila dan tak masuk akan bagimu, tapi Aku takut padamu, Jin. Aku takut saat kau dewasa dan menjadi pemimpin perusahaan, kau akan membalas semua sakit hati karena perlakuanku di masa lalu. Aku pengecut... bukannya meminta maaf secara langsung padamu aku malah mencegahmu berdiri di tempat yang seharusnya memang menjadi milikmu."

Seokjin memegang kepalanya erat, matanya panas menahan emosi.

Namun, So Hee melanjutkan dengan suara bergetar. Ia tak pernah menyangka ayah Seokjin justru membelokkan stir, melindungi putranya, dan akhirnya mengorbankan nyawa sendiri. Sejak saat itu, ketakutan So Hee semakin besar. Rasa bersalah itu ia lampiaskan dengan menyiksa Seokjin lebih keras, berharap Seokjin tidak pernah punya kekuatan untuk melawannya.

Lalu ia menunduk.

"Maaf, Jin-ah... aku tahu permintaan maafku mungkin tidak akan pernah kau terima. Tapi aku harus mengatakan ini, agar kau tahu semuanya. Kau mungkin kesal, apalagi selama ini aku melimpahkan semua kesalahan padamu, padahal kecelakaan itu adalah rencanaku..."

Video berlanjut. So Hee menjelaskan bahwa setelah kematian ayah Seokjin, ia dan Dongwoo terlibat perselisihan. Perjanjian awal diantara mereka adalah ia akan menyerahkan 20% saham K&H Corp kepada Haneul Corp sebagai imbalan. Tapi karena kejadian itu justru membuat perusahaan kacau, So Hee menolak menepati janji.

"Mereka mengancamku... tapi aku tidak menyerahkan satu lembar pun saham. Aku memilih melindungi K&H Corp, meski harus berhadapan dengan Haneul sendirian."

Seokjin menatap layar tak percaya.

So Hee melanjutkan bahwa selama bertahun-tahun, di balik bayang-bayang, dialah yang berjuang keras melindungi perusahaan itu. Bahkan Yugyeom-adiknya-tidak pernah tahu bahwa selama ia memimpin, So Hee selalu menjadi penopang dari balik layar, mencegah Haneul merebut kontrak, menutup kerugian, dan menyelamatkan reputasi.

"Aku melakukannya bukan untukku, Jin. Tapi untuk kalian, untuk Namjoon, untuk adik-adikmu. Aku ingin kau tahu... meski aku membencimu dulu, aku juga melindungimu lewat cara lain. Perusahaan ini tetap berdiri... karena aku. Sementara alasan aku mengusirmu saat itu?.... Mungkin kau akan bertanya-tanya, tapi... Tidak ada alasan istimewa, itu hanya tindakan impulsifku karena terlalu emosi saat itu dan aku juga tidak punya muka untuk meminta maaf setelah menyadari kesalahanku itu..."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 14 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Brother in lawCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang