Part 16

112 12 2
                                        

   pukul 7, seokjin tiba di cafe tempatnya biasa bekerja. ia disambut dengan wajah kusut milik mark.

   "ya! ada apa dengan wajah jelekmu itu?"tanya seokjin heran.

   "aniyo, nan gwenchana"ucap mark lesu. mark berjalan menuju mesin pembuat kopi. seokjin memakai apronnya. sambil matanya sesekali mencuri pergerakan mark. seokjin mengerutkan kening. ada apa dengan mark? dia aneh sekali hari ini. biasanya mark akan mengganggu dan merecokinya sepanjang waktu. tapi kali ini mark lebih banyak diam dan menghela nafas. membuat seokjin semakin yakin bahwa ada yang tidak beres.

  pintu cafe berdenting. seokjin menarik nafas. yahh, dia akan bertanya lagi nanti. sekarang, ia harus fokus melayani pelanggan.

_0_

  pukul 12 malam, seokjin selesai mengepel seluruh lantai cafe tersebut, ia lalu mengemasi barangnya dan bersiap untuk pulang. seokjin berjalan menuju kamar mandi, hendak mencuci tangan.

   "nee hyung..."

  pergerakan seokjin terhenti. menatap salah satu bilik kamar mandi yang tertutup. mark?

   "..."

   "ani, aku datang sendiri saja"

    "..."

   "tidak hyung, aku tidak ingin melibatkan kokchini. ini akan menjadi urusan antara aku dan dia"

    "..."

     "gwenchana hyung, aku pasti bisa memenangkannya"

    "ahh... waegerue?!"

    "..."

     "jebal hyung... biarkan aku membalas kebaikannya. aku tidak ingin melibatkannya lebih jauh"

      "..."

     "ne! aku berangkat sekarang"

  setelah itu mark keluar dari salah satu bilik kamar mandi. tubuhnya seketika membeku, melihat seokjin yang menatapnya tajam dari kaca wastafel.

     "kau berbicara dengan siapa?"tanya seokjin. mark terdiam. hening sejenak, tak ada yang bersuara.

     "jaehan hyung"ucap mark pelan. pikirannya berputar, mencoba mengingat nama orang yang disebut mark.

   "ohh, hyung pemilik arena balap?" tanya seokjin setelah diam beberapa saat. mark mengangguk.

   "kau masih sering balapan?"tanya seokjin. nada bicaranya berubah datar. mark mendengus. ini adalah versi jin yang paling dia benci.

   "kau juga tau aku bukan orang baik kokchini, dan aku juga sedang membutuhkan banyak uang" ucap mark lalu ikut mencuci tangan. seokjin menghela nafas.

   "lalu kenapa namaku terseret? seingatku aku hanya sekali ikut balapan disana, kenapa jaehan hyung sampai ingat namaku?"

   "ya! kau tau siapa yang kau kalahkan saat itu? dia yechan! tidak ada yang bisa mengalahkannya! lalu tiba-tiba kau muncul dan berhasil mengalahkannya. anak se-ambisius yechan pasti akan selalu mengingat kekalahannya"ucap mark penuh emosi. seokjin mengangkat bahu acuh.

   "lalu apa hubungannya denganku?"ucapnya.

   "yechan itu anak dari pemilik perusahaan terkenal, jadi dia bisa melakukan apa saja. lima tahun ini dia menunggumu untuk mengajakmu kembali bertanding. tapi kau menghilang! dia berulang kali mendatangi jaehan hyung untuk meminta informasi tentang dirimu, tapi jaehan hyung tidak memilikinya, tentu saja itu membuatnya kesal. kali ini dia tak tahan lagi. yechan mengancam dan memborbardir jaehan hyung untuk memanggilmu, kalau tidak dia akan merobohkan arena balap milik jaehan hyung" jelas mark panjang lebar. seokjin mendengus.

Brother in lawCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang