AL-28

11 0 0
                                        

Duo A itu akhirnya sampai juga dirumah Alexa. Alexa turun dari motor dibantu oleh sepupunya itu.

Muka Alex masih sama datarnya saat menjemputnya di Lobi Mall. Setelah membantu Alexa, Alex langsung melangkahkan kakinya memasuki rumah, meninggalkan Alexa yang menatap punggung tegap Alex.

Apakah Alexa merasa terkekang dengan sikap Alex? No, Alexa justru senang. Karna, Ia tau bahwa Alex melakukan semua ini karna lelaki itu sangat menyayangi dirinya.

Ya, mungkin memang pernah dirinya merasa lelah dengan sikap posesif Alex. Namun, kembali lagi. Dia tidak bisa melarang jika itu adalah untuk kebaikannya.

Alex yang lepas sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang lebih suka dirumah. Membuatnya mempercayai lelaki itu, karna pasti Alex lebih tau apa-apa saja yang terjadi diluaran sana.

Menghela nafas berat, Alexa mengikuti langkah Alex masuk kedalam rumah.

Saat mengijakkan kakinya di ruang tamu, Ia melihat keberadaan Ayah dan Bundanya yang sedang menonton Tv. Dimana tu anak?

"Bunda" panggilnya membuat Bunda yang tengah focus menonton Tv menoleh kearahnya.

"ya Sayang?"

"Alex mana?"

"Tadi ijin masuk kekamar, katanya dia mau nginep malam ini"

'dia mau nginep? Ada apa nih?'

"yaudah kalo gitu Bun, Lexa masuk kamar dulu ya" pamitnya yang diangguki Bunda.

Alexa melangkahkan kakinya kelantai atas menuju kamarnya. Saat melewati kamar tamu yang sering dipakai oleh Alex,Alexa menghentikan langkahnya.

Ia ingin meminta maaf pada lelaki itu,tapi Ia juga takut jika bertemu dengan Alex yang dalam keadaan marah.

Jadi, Ia memutuskan masuk kekamarnya sendiri untuk berganti pakaian menunggu beberapa saat sebelum dirinya akan bertemu dengan Alex untuk meminta maaf.

Selesai dengan kegiatannya, Alexa keluar kamar berjalan menuju kamar Alex.

Berdiri didepan pintu coklat kamar itu. Ia bingung...

Ketok? Atau langsung masuk aja?

"Tapi kalo Gue langsung masuk, kan Alex lagi marah sama Gue"

Jangan salah, Alex yang selalu bikin Dia kesel itu kalo marah serem. Ya walaupun gak maen tangan kaya Alexa, tapi hawa sekitarnya itu jadi gelap banget sumpah deh.

Mengangkat tangannya ragu, Alexa menghela nafas berusaha menenangkan diri.

Ayo Al, Alex gak bakal makan Lo kok -hiburnya pada diri sendiri.

Setelah memantapkan diri, Alexa mulai mengetuk pintu Alex.

Tok tok tok

"Lex" panggilnya sedikit pelan.

Tok tok tok

"Lex"

"Ck ni anak tidur apa gimana sih?" dumelnya menatap kesal pintu didepannya ini.

"Buka aja kali ya?" alexa membuat gestur berpikir keras antara buka pintunya atau ketok lagi sampai Alex membukanya.

"Buka ajalah siapa tau Alex tidur, sayang tangan Gue"

Akhirnya, Alexa memberanikan diri untuk membuka pintu kamar.

Ceklek

Ternyata pintunya gak dikunci.

Melongok kedalam kamar, Ia tak melihat adanya kehidupan disini.

Kamar dengan pencahayaan hanya dari lampu tidur, tak ada suara apapun. Senyap. Dikasur pun tak ada seseorang yang Ia cari.

ALEXA : Pentagon LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang