AL-22

32 6 29
                                        

"Eee... Maaf Kak, gak sadar sumpah deh" malunya dengan wajah yang semakin memerah.

"Gak papa" Axel tersenyum manis.

'Buset manis banget bang' - berdehem mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.

"Mau minum? Biar Gue ambilin" ucap Axel beranjak dari duduknya.

"Gak gak usah"

"Udah diem disitu aja" berjalan kearah dispenser dengan membawa gelas milik Alexa yang kosong diatas nakas.

Mengisinya sampai penuh, lalu memberikannya pada Alexa.

Alexa menerima minuman itu, meneguknya beberapa kali. Setelah selesai, Ia taruh kembali ke atas nakas.

Tiba-tiba pintu ruangan dibuka, membuat kedua manusia didalam menoleh kaget kearah pintu.

"Holaaa Guys" heboh Raffi memasuki ruang rawat Alexa.

Alex datang bersama teman-temannya.

"Ey ey eyyy berduaan aja nih Mas sama Mbaknya" Raffi mencolek dagu Alexa.

Alexa membelalak, Dia shock. Omaygat pantas saja sepupunya seperti ini, ternyata temannya yang mencemari nya.

"Heh!" Alex mendelik kearah Raffi. Mendekat kearah sepupunya, mengambil tisu basah diatas nakas lalu mengelap bekas tangan Raffi di dagu Alexa.

"Kasian sepupu Gue, pasti trauma di sentuh banci" dramanya mengusap dagu Alexa sambil menatap prihatin kearah sepupunya.

"Sialan Lo!" menggeplak kencang bahu Alex.

"Udah makan Al?" tanya Raden mendekati Alexa dengan sekantung plastik penuh jajan.

Mengangguk menjawab pertanyaan Raden, "Tadi makan jajan banyak dari temen kelas, trus martabak dari Kak Axel"

"Nih, masih cukup gak perutnya nampung?" candanya mengangkat plastik ditangannya.

"Cukup kok tenang, bisa disimpen buat nanti kalo gak abis" menyengir lebar menatap Raden.

"Kalo gak abis kan ada Gue Al" Raffi mengedipkan matanya sok imut.

"Jijik bangsat" tukas Arzan menoyor kepala Raffi dengan muka yang terlihat jijik.

"Aduh. Bangke, kena bully terus Gue sama kalian" kesalnya menatap galak teman-temannya.

Menghiraukan kekesalan Raffi, Arzan dan Rafka mendekat ke arah ranjang Alexa.

"Nih Gue bawain rujak buah" menaruh plastik bawaannya di depan Alexa.

"Gue bingung mau bawain apa, jadi Gue beliin air kelapa aja"

"Gapapa, makasih Kak"

"Sama-sama"

"Duduk Kak, sofa nya muat kok kalo buat kalian ber-enam"

"Kalemin aja Al"

Berjalan kearah sofa, mendudukan diri mereka disana sesuai perintah Alexa. Kecuali, Axel yang masih betah duduk di bangku samping Alexa.

"Lex" panggil Alexa kepada sepupunya yang baru saja akan duduk.

"Apa?" menahan posisinya yang akan duduk guna menunggu apa yang akan diucapkan oleh Alexa.

"Bantuin ke kamar mandi"

Mengangguk singkat, kembali berdiri dengan tegak berjalan mendekati Alexa.

Membantu memapah tubuh Alexa kearah kamar mandi, dengan infus yang di angkatnya.

"Ini taro mana?"

"Cantolin di situ"

Setelah selesai meletakan posisi infus nya. Alex keluar dari kamar mandi menunggu Alexa selesai dengan urusannya di depan pintu.

ALEXA : Pentagon LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang