Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BAB-29

6 0 0
                                        

Liburan Semester ini Alexa menghabiskan waktu hanya dengan bangun tidur, makan, baca novel, makan, mandi, terus tidur lagi.

Setelah kejadian Alex yang pundung kemarin, Alexa jadi lebih memilih menghabiskan waktu liburnya di rumah. Bukan karena menolak ajakan untuk pergi karena takut, namun sebenarnya dirinya juga malas untuk mandi dua kali sehari di saat liburan begini.

Karena saat kita di kandungan ibu saja kita tidak mandi selama 9 bulan lamanya, lantas mengapa mandi sekali sehari saja tidak boleh? Lagipula, kita harus menghemat air, jangan terlalu banyak mandi. Boros itu gak baik.

Saat ini Alexa sedang menikmati waktu sore dengan segelas coklat panas ditemani lima bungkus bengbeng. Diabetes mampus lo Al.

Tak lama suara motor yang sangat ia kenal masuk ke pekarangan rumah. Tapi, tunggu!

"Sama siapa tuh?" monolognya.

Pasalnya memang yang datang adalah Alex. Namun, sepupunya itu tak sendiri. Ada orang lain yang berada di jok belakang.

Saat mereka membuka helmnya Alexa pun akhirnya tau, siapa gerangan dibalik helm itu.

Raden.

"Kak Raden" sapa Alexa saat kedua lelaki itu sudah berada di depannya.

"Hai" balas Raden dengan mengacak rambut Alexa gemas.

Alex menatap sinis ke arah Alexa. Kenapa?

Ya karena saat dirinya yang melakukan hal yang sama gadis itu justru marah-marah. Sedangkan, Raden? Lihatlah cengiran Alexa yang sayangnya menggemaskan itu. Terlihat sangat menikmati perlakuan Raden.

Menyebalkan. Dasar pilih kasih, huh!

Alexa melirik ke arah sepupunya itu. Kenapa lagi ni anak?

Melihat raut wajah Alexa, Raden pun ikut menatap teman di sampingnya. "Kenapa, Lo?" tanyanya.

Bukannya menjawab, Alex malah melengos masuk ke dalam rumah. Meninggalkan Alexa dan Raden yang melongo dengan sikapnya barusan.

Apa Sih? ga jelas!

Raden tertawa karena wajah Alexa menggambarkan isi hatinya melihat sang sepupu seperti itu.

Raden tertawa karena wajah Alexa menggambarkan isi hatinya melihat sang sepupu seperti itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesampainya di ruang tamu, Alexa mempersilahkan Raden untuk duduk senyaman nya. Ia tak memperdulikan Alex yang masih menatapnya.

"Duduk dulu kak. Gue ambilin minum."

"Eh... gak usah.. gak usah. Gue bawa jajan sama minuman nih, buat lo juga." katanya sembari memberikan kantong plastik yang sedari tadi ia pegang.

"Wahhh makasih... jadi ngerepotin hehe." cengirnya.

Raden terkekeh, "gak kok, emang niatnya kesini buat main."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 26 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ALEXA : Pentagon LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang