26. Perpisahan Kelas 12.

125 12 3
                                        

Masa SMA kita telah selesai sampai di sini. Penuh tawa, penuh akan cerita. Kita berpisah untuk menggapai cita-cita. Kawan, semoga sukses dengan apa yang kalian usahakan. Sampai jumpa di lain hari. Sampai bertemu lagi.
°
°
°

_____________________

_____________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satu persatu siswa mulai keluar dari kelas masing-masing

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satu persatu siswa mulai keluar dari kelas masing-masing. Menuju lapangan indoor sekolah, memenuhi panggilan ketua panitia acara perpisahan untuk segera bergegas. Atau hari akan semakin sore dan acara akan terlambat dilaksanakan.

Ningning memperbaiki kunciran rambutnya yang terlihat sedikit miring. Gadis itu masih berdiri di koridor lantai dua, melihat lapangan di bawah sana yang mulai dipadati banyak orang. Meski panggilan dari pengeras suara terus berbunyi sejak tadi, Ningning masihlah santai. Dia berdiri di depan pintu kelas 12 IPS 5 yang di dalamnya masih terisi beberapa orang—kebanyakan anak cewek yang masih ribet benerin pakaian, benerin rambut, atau sekedar make up tipis agar terlihat tidak begitu pucat dan kuyu.

Sampai ada chat masuk, terlihat dari layar hpnya.

|Ning, Asya sama lu?

"Dih, emang boleh nanya-nanya mantan begini?" cibir si gadis sambil mengerucutkan bibirnya. Pesan dari Fandi hanya ia baca saja.

"Ning, aduh, maaf ya, nunggu agak lama." suara akrab sahabatnya membuat Ningning menoleh. Asya terlihat begitu berbeda dengan rambutnya yang terkepang cantik dengan hiasan bunga-bunga kecil di sela-selanya. "Aku agak ribet benerin rambut."

"Aduh, Asya, sayangku, kamu cangtip syekali," Ningning malah menghambur memeluk sang kawan. "Insecure akutu kalo sama lu."

"Eh apasih, kamu juga cantik tau!" Asya hanya tertawa kecil. "Eh, ayo ke lapangan. Keburu mulai nanti acaranya."

Ningning mengekor di belakangnya. Keduanya menelusuri lorong kelas lalu berbelok menuju tangga dan menuruninya. Ningning sempat memotret Asya dari belakang, lalu mengirimkan pada seseorang yang tadi sempat menanyakan.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LAKUNA.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang