#Istri_Mungil_Brayen
Part_19 [ 'Dia sudah Tiada' ]
"Brayen, pengen seblak nggak?" tanya Ghia kala ia sedang melahap makanan kesukaannya, Ghia memakan seblak ditemani oleh minuman macha.
Brayen menggeleng.
"Sayang sekali padahal enak," lirih Ghia sambil mengambil tisu untuk menghapus keringat.
"Jaga kesehatan, setelah masa tamu habis, Saya kurung Kamu!"
Deg!
Gleg!
"Iya, sih paling nggak sabaran," ucap Ghia mengambil ponsel lalu mengarahkan pada Brayen.
Cekrek!
Ghia berhasil mendapatkan foto Brayen yang sedang memakai s3mpak.
***
Jonson meletakkan sebuah album pada tangan Putri.
"Buka!" ucap Jonson dengan nada tidak bersahabat.
Putri membukanya dengan tangan bergetar, satu halaman telah terbuka, ia merasakan detak jantung yang berjalan cepat.
Deg!
'Jonathan,' batin Putri.
"Dia adalah orang yang telah kau khianati, kau tau? Dia adalah Abangku. Jonathan memilih mengakhiri hidupnya karena kau pergi saat pernikahan kalian akan dilaksankan.
Kau puas'kan?
Jonathan sudah pergi, tiada di dunia ini lagi. Penyebab kepergian Jonathan adalah kau wanita iblis, sudah berapa banyak korban yang kau dapat? Hah!" Marah Jonson sambil menarik r@mbut Putri dengan sekuat tenaga.
"Arrrgth, sakit?!" rintih Putri dengan menitikkan air matanya, ia sungguh tidak tau bahwa Jonathan meninggal.
"Kau pantas m@ti, Putri! Tapi, sebelum kau m@ti, aku akan membuat kau menderita sampai aku puas. Hahahaha, kau adalah iblis yang sebenarnya."
"Nyawa harus dibayar nyawa, Put!" Jonson keluar dengan langkah besarnya, raganya sudah ingin sekali membuat Putri bers!mpa d@rah. Tetapi, ia urungkan untuk saat ini.
#Bersambung....
KAMU SEDANG MEMBACA
Istri Mungil Brayen
RomanceKisah cinta seorang Brayen dan Ghia beserta Putri dan Jonson ....
