"halo sayang"
"kamu udh beres belum?"
"kok itu rame banget musiknya"
"iya nih belum selesai, ashel jg masih ngobrol sama temen-temennya"
"yaudah aku pulang naek taxi aja ya"
"sayang, kamu minta anter bang oniel aja ya"
"nanti aku chat bang oniel"
"oke sayang, kak indah juga masih nunggu bang oniel kok"
"yaudah aku tungguin"
"gausah ihh"
"del sini"
"tuh ashel manggil juga kan"
"yaudah aku kesana dulu ya"
"kamu jangan nakal ya"
"mana ada kayak gitu loh, ini aja maunya ketemu kamu"
"jagain ashel juga del"
"iya sayang"
"aku kesana dulu deh ya, bye sayang"
"bye del"
indah sedari tadi memperhatikan callie yg terlihat sedih
karena bagaimanapun callie adalah sodaranya meskipun sangat jarang bertemu
"kenapa murung lo call?"
"gapapa kak"
"lo brg gw ya balik nya, barusan adel telpon"
"sori ya nge repotin kak indah"
"gada kayak gitu, ayo oniel udah di depan"
sampainya di rumah, ia langsung memasuki kamarnya
untuk bersih-bersih lalu, mengecek pekerjaan di hari esok
"besok gw aku show ya 2, terus malemnya ada rapat sama klien kak indah"
"ini projek photo shoot seru nih temanya"
"semoga gw bisa laluin semuanya yah, semangat callie"
sambil menulis di ipadnya, sedari tadi ia terus menunggu notif dari kekasihnya itu
karena waktu sudah menunjukan pukul 1 malam
yg seharusnya adel sudah pulang dan memberi kabar padanya
DI TEMPAT ASHEL DAN ADEL
"shel udh shel lo jgn minum banyak-banyak, nanti m*b*k"
"udah del biarin aja, udh lama kali gak ke tempat ginian"
"kalo lo mau balik duluan pergi aja, ashel biar gw yg anter"
"dihh, lo siapa? dipikir gw percaya sama lo"
"apa sih berisik kalian"
"udah abis satu botol shel, udh yuk balik" ucap adel geram
"iya udh kok sayang, lucu bgt sih kamu gemessshh" balasnya sambil memegang pipi adel
"lo mau pulang sama gw gak shel?" tawar salah satu pria menggoda ashel
"gw kesini sama pacar gw, lo buta?"
"galak amat lo shel"
"del gw duluan ya, jagain ashel"
"dia kalo udh gitu hati-hati kambuh"
"oke oke"
"gw duluan bro, nanti jumpa lagi"
"siap"
itu adalah mantan ashel di kampusnya yg juga sudah mengenal adel
akhirnya adel berhasil mengajak ashel pulang dari bar itu, tetapi sesampainya di depan rumah
ia bingung, karena ashel dalam keadaan m*b*k
"ini gw bilang ke papihnya gmn ya, ribet nih" ucap adel bingung
"sayangghh" lenguh ashel yg tiba-tiba memeluk adel dari samping
"gw adel shel, jangan macem-macem"
"kok kamu galak sih, hhmm" ucapnya yg sudah dalam pengaruh minuman itu
"ashel kalo udh gini, nakal ya"
"sayangghhh, kok cuekin aku"
"sadar lo shel, gw adelll" sambil melepaskan pelukannya
"aku mau pelukk kamu, uhh" sambil kembali memeluk adel lebih erat
"shel shel" jawabnya pasrah
"kamu udh gak sayang ya sama aku??"
"apasihh, gw adel shel adell" ucap adel di hadapan muka ashel
sesampainya di pekarangan rumah ashel
ia melihat ashel yg sudah tertidur nyenyak
"telpon kak chika kali ya"
"aduh callie chat banyak bgt lagi, sabar ya sayang"
"halo kak, gw depan"
"masuk aja del, udh pada tidur kok"
"ashelnya tidur"
"bantuin plis, anaknya abis minum kak"
"duh tuh anak dokter tapi suka minum juga ya, yaudah bentar gw ke bawah"
adel menggendong ashel bak koala
dengan chika yg sudah siap menunggu di depan pintu
"kalian cocok tau" gumam chika sambil tersenyum
