65

43 1 0
                                        


tak berpikir panjang adel langsung melajukan mobilnya, setelah ia mengantarkan callie ke bandara



"sayang aku udah di pesawat" pesan masuk dari sang kekasihpun ia abaikan untuk segera sampai di rs yg sudah di beritahukan zee




"suster sus" panik adel di hadapan meja resepsionis

"iya mas, ada apa? kenapa? tenang dulu mas" ucap suster yg juga ikut panik

"ashel, atas nama ashel dimana ya?"

"ashel? ohh dokter ashel, di lantai 4 VVIP keluarga no. 8 mas"

"oke mbak, terima kasih"




adel menaiki lift dengan rasa cemasnya, takut ashel kenapa-napa



"adell"

"ehh dir"

"tumben ke rs, knp?"

tanpa menjawab karena, sudah di lantai 4 adel langsung menuju ruangan tempat ashel di rawat

"gw duluan dir"

"ehhh ee iya del"

"buru-buru amat tuh anak" gumamnya






adel sedikit berlari menuju ruangan ashel, ia melihat hanya ada zee disana

karena kakak dan orang tuanya sedang ada perjalanan bisnis



"zee huh huh huh"

"tarik nafas dulu del, tenang ashel udah membaik kok"

"huh, kok bisa tiba-tiba zee?"

"ya gw jg gatau, tiba-tiba subuh dia telpon gw sakit punggung katanya, gw kira mau haid atau apa"

"terus bi mirna jam 6 telpon ashel pingsan"

"astaga shel" setelah mendengarkan penjelasan zee ia mendekati kasur ashel dan menggenggam tangannya, untuk meredakan rasa khawatirnya itu

"shel, kok loh gak bilang sama gw punggung lo kambuh lagi"



"shel"

"ehh kok nangis del" zee mendekat untuk menenangkan sahabatnya itu

"ashel gapapa del"

"tapi kok dia gak sadar-sadar?"

"tadi dokter, suntikin obat anti nyeri"



tanpa disadari oleh zee yang sedang mengerjakan tugas kantornya

adel ia tertidur dengan masih menggenggam tangan ashel yg mulai mengendur





ponsel zee berdering

"apa lagi nih anak?" 




"iya halo, knp?"

"zee ashel sakit?"

"tau darimana lo?"

"gw tadi check up, terus salah satu suster bilang....."

"iya ran, tapi lebih baik lo gausah kesini" potong zee

"gw khwatir zee"

"ngapain khawtir, ashel juga gamau ketemu sama lo"

"gw udh di lantai 4 zee"

"batu banget sih lo"

telpon terputus


"permisi" ucap aran yg langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu

zee langsung mendekat ke arahnya, agar tidak terjadi keributan yg membangunkan adel


"lo mau ngapain lagi kesini ran? kurang kemarin pukulan dari gw?"

"nggak zee, gw gamau cari ribut disini, gw cuma mau jenguk ashel"

"dia masih ada obat tidur, jadi gatau kapan bangun"



aran menghiraukan pembicaraan zee, dan mendekat pada kasur ashel yg disana masih ada adel

"aduhh nih anak" keluh zee






"eughh" lenguh adel yg terbgn dari tidurnya


ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memastikan siapa yg ada di depannya itu

"anj aran, anj ngapain lo kesini" ucapnya kesalll

"sabar del, gw cuma mau jenguk ashel dan kasihin ini" menyimpan kotak di nakas

"udah kan? pergi lo"



bukannya pergi aran malah mendekatkan wajahnya ke hadapan ashel, namun zee refleks menarik bajunya dan mendorong aran ke lantai


"masih berani juga lo ya" tarik adel ke luar ruangan, dan melayangkan satu pukulan di pipinya



"lo harus gw bilangin berapa kali? hubungan lo sama ashel udah selesai"

"gw nyesel del"

"gw udh gak percaya lagi sama lo, dan sekarang pergi"

"gw gamau ashel sakit buat yg kedua kalinya, hanya karena ulah b**i*gan kayak lo"












jangan lupa bintang dan komennya readers ❤️

YOUR ADMIERWhere stories live. Discover now