14. Perubahan dari Diriku

144 18 1
                                        

Jumat pagi, kepala sekolah KHS meminta seluruh siswa dan guru untuk melakukan pembiasaan di lapangan. Kegiatan pembiasaan dimulai dari membariskan seluruh siswa. Sudah dalam keadaan siap dan tertib, kepala sekolah KHS memimpin pembiasaan.

Pembiasaan di KHS mencakup kegiatan menyanyikan lagu wajib nasional, kewajiban melaksanakan kedisiplinan, informasi penting salah satunya perlombaan mulai dari tingkat nasional sampai internasional, dan pengarahan kepada siswa kelas tiga untuk lebih fokus belajar mempersiapkan dan menghadapi ujian masuk perguruan tinggi.

Pembiasaan selama lima belas menit berakhir. Setiap barisan dari beberapa kelas membubarkan diri menuju kelas masing-masing.

Belum lama seluruh siswa masuk ke dalam kelas setelah pembiasaan, Orochimaru-sensei hadir terlalu awal. Guru fisika ini termasuk guru yang tidak mau rugi waktu mengajar. Jadwal belajar di hari Jumat paling dibenci siswa kelas 3-1 karena semuanya pelajaran eksak. Untungnya setiap hari Sabtu libur.

"Ayo semuanya buka buku cetak halaman 100 sampai 105. Kerjakan soal yang ada. Kalau kelas kalian buat keributan sampai terdengar di telinga saya, pulang sekolah nanti ada pelajaran tambahan. Saya ada urusan dulu," perintah Orochimaru kemudian berlalu meninggalkan kelas.

Kelas 3-1 hening. Seluruh siswa yang ada di sana memandang heran dan belum konek dengan perintah tugas Orochimaru yang terburu-buru meninggalkan kelas.

Daripada dapat pelajaran tambahan setelah pulang sekolah, setiap siswa mengeluarkan buku cetak dan membuka halaman yang diperintahkan Orochimaru. Halaman di mana materi fisika yang belum pernah diajarkan dan setiap halaman terdapat lima sampai sepuluh soal. Keluhan mulai terdengar.

"Ini soal apa ujian hidup ?! Aku ngga ngerti sama sekali !" gerutu Naruto sambil membolak-balikkan halaman buku.

***

Tiga hari Sakura beristirahat di rumah, Sasuke dan Naruto melanjutkan pembuatan miniatur. Sekitar empat puluh persen proses proyek mereka berjalan. Selama Sakura beristirahat di rumah, pekerjaan milik Sakura dibagi sama rata oleh Sasuke dan Naruto. Mereka sadar, kontribusi Sakura memiliki peranan yang besar.

Bel terdengar nyaring di ruang tamu menghentikan pekerjaan Naruto dan Sasuke. Naruto melihat jam dinding menunjukkan pukul setengah delapan malam.

"Siapa yang memencet bel malam-malam begini ?"

"Coba cek dulu."

Naruto melangkah keluar rumah menemui siapa yang membunyikan bel. Tidak biasa kalau ada orang yang mau bertamu ke rumahnya di malam hari. Sambil menunggu Naruto, Sasuke kembali dengan kesibukannya. Hari ini dia sudah ijin dengan ibunya kalau pulang terlambat untuk menyelesaikan miniatur di rumah Naruto.

"Temee !!!" teriak Naruto setelah menutup pintu. "Taraaa !! Lihat apa yang kubawa!"

Masih kaget dengan teriakan Naruto, Sasuke mengangkat kepalanya. Naruto menggoyang-goyangkan plastik berwarna putih entah apa isinya. Hidung Sasuke mencium aroma ayam goreng.

"Apa ?"

Naruto bergerak tidak sabaran kemudian duduk di hadapan Sasuke. Sasuke mengamankan miniatur yang dibuatnya supaya tidak tersenggol dan rusak oleh Naruto.

"Sakura-chan mengirimkan kita makan malam !!!" lagi-lagi Naruto berteriak.

Satu per satu Naruto mengeluarkan makanan. Sekotak ayam goreng berisi enam potong, dua burger big mac, french fries ukuran large, dan dua soft drink. Ada juga beberapa bungkus saus rasa honey mustard dan barbeque.

"Ya Tuhan, aku sempat membayangkan ingin makan ayam goreng. Ternyata jadi kenyataan," ucap Naruto terpaku dengan kiriman makan malam dari Sakura.

"Kau sudah memastikan kalau semua ini Sakura yang kirim ?"

LOVING HIM WAS REDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang