24. Tolong Jelaskan !

143 9 0
                                        

Musim panas masih berlanjut di bulan September. Mengisi kegiatan di akhir pekan salah satu penghilang kejenuhan. Apalagi kalau melakukan pekerjaan sampingan. Meskipun mendapat upah tidak terlalu besar, tapi cukup memberikan kesenangan lahir dan batin.

Di taman rumah sakit Tokyo Central Medical, Sakura selesai memberikan dongeng kepada anak-anak yang dirawat. Rata-rata anak-anak yang dirawat adalah yang memiliki kesempatan untuk sembuh seratus persen atau sebaliknya. Hari ini Sakura membawakan dongeng yang ada genre komedinya. Dongeng yang Sakura ceritakan juga disertai gambar sketsa buatannya.

"Permisi."

Sakura mengadahkan kepalanya ketika memasukkan keperluan mendongeng ke dalam ransel. Seorang laki-laki menggandeng tangan anak perempuan berusia delapan tahun menghampiri Sakura. Anak kecil yang bersama laki-laki itu Sakura kenal karena anak itu ikut mendengarkan dongeng dari Sakura.

"Ah iya, ada apa ?"

Keduanya tersenyum. Sepertinya mereka adalah kakak beradik karena kemiripan wajahnya. Sakura berdiri untuk mengobrol lebih lanjut.

"Sakura nee-chan, nii-chan mau kenalan sama nee-chan," ucap anak perempuan itu polos.

"Ssttt, kamu diam dulu Asa !!" tegur laki-laki yang bersama anak perempuan bernama Asa. "G-gomen ne."

Sakura tersenyum. "Tidak apa-apa. Kalian ada perlu apa ?"

"Eren-nii mau kenalan dengan Sakura nee-chan soalnya nee-chan cantik."

"Aduh, kamu ini susah sekali untuk diam !" omel kakaknya lagi. "Nii-chan tidak bilang seperti itu tadi. Kamu suka berlebihan."

"Padahal dalam hati Eren-nii bilang begitu kan ?" goda adiknya karena kedua pipi kakaknya memerah.

"Dasar bawel !"

Sakura tertawa dengan pertengkaran kedua kakak beradik dindepannya. Menyenangkan jika punya saudara kandung seperti mereka bisa diajak ribut karena hal sepele.

"Jadi, kalian ada perlu apa menghampiriku ?" ucap Sakura meluruskan kembali kedatangan mereka.

Sebelumnya, laki-laki itu memberikan isyarat ke adik perempuannya. Dia meletakkan jari telunjuk di bibir untuk tidak berbicara. Adik perempuannya menggerutu karena disuruh diam.

"Maaf adikku terlalu bawel. Uhm, aku Fujita Eren dan ini adikku Fujita Asa," ucap Eren memperkenalkan diri. "Hari ini aku ikut menemani adikku untuk pemeriksaan rutin. Dia suka bercerita kalau di rumah sakit, dia suka mendengarkanmu mendongeng. Jadi, aku ingin tahu siapa orang yang membuatnya selalu semangat bercerita menceritakan dongeng yang dia dengar ketika di rumah sakit."

"Aku suka semua dongeng Sakura nee-chan. Apalagi hari ini dongengnya kocak. Masa ada anak perempuan yang suka nyium bau kentut," sahut Asa bersemangat.

Kedekatan hubungan kakak dan adik ini sangat menggemaskan. Sepintas, Sakura menilai usia Eren sekitar dua puluh tahun dan memiliki jarak yang jauh dengan adik perempuannya.

"Terima kasih Asa-chan karena menyukai dongeng nee-chan," kata Sakura tersenyum ke Asa. "Sebelumnya, perkenalkan nama saya Haruno Sakura. Memang benar di akhir pekan saya mendongeng di sini. Tapi, tidak selalu di akhir pekan saya mendongeng di sini karena masih ada kesibukan lain."

"Aa, souka. Salam kenal, Haruno-san," balas Eren dengan ekspresi cerah karena sudah tahu nama perempuan yang selalu disebut-sebut adiknya. "Haruno-san sudah kuliah ?"

"Belum. Saya masih sekolah kelas tiga SMA."

"Kita berbeda beberapa tahun. Aku sudah kuliah di Waseda University. Asa adalah adikku yang paling kecil dari empat bersaudara. Dua adik laki-lakiku ada yang sepantaran denganmu dan satunya lagi kelas dua SMP," jelas Eren.

LOVING HIM WAS REDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang