25. Yang Lalu dan Yang Sekarang

139 7 6
                                        

Pelajaran olahraga adalah pelajaran yang hampir sebagian besar siswa menyukainya. Pelajaran yang tidak perlu banyak menguras pikiran dan logika. Sama seperti yang dilakukan siswa kelas 3-1 yang sedang mengikuti pelajaran olahraga di lapangan.

"Nice jump, Lee!!!"

Guy-sensei berteriak semangat ketika Lee melakukan lompat tinggi dengan sempurna. Tubuhnya melengkung menggunakan teknik fosbury flop melewati mistar yang dipasang horizontal dengan ketinggian dua meter. Rekor yang Lee pegang saat ini diantara siswa yang lain.

"Berikutnya, Uzumaki Naruto!"

"Aku siap, Guy-sensei!!" sahut Naruto.

Naruto bersiap di posisi. Kemudian dia berlari ke sisi kanan dengan kecepatan tertentu. Tolakan pada kaki kanan untuk bersiap melompat melewati mistar. Naruto membalikkan badan. Tubuhnya melewati mistar dan jatuh di matras pengaman. Naruto sama sempurnanya dengan Lee untuk pengambilan nilai lompat tinggi.

"Wow, kau juga sempurna lompatannya, Naruto!! Rekor baru sama dengan Lee."

"Hehehe ..." kekehan tawa bangga keluar dari mulut Naruto. "Sudah pasti dattebayo!!"

Semua siswa sudah diambil nilai untuk praktik lompat jauh. Siswa masih tetap di lapangan untuk praktik lompat berikutnya, yaitu lompat halang rintang. Sebelumnya, siswa diminta waktu lima menit untuk mempersiapkan diri dan menentukan tolakan yang tepat saat halang rintang.

"Guy-sensei, saya ijin ke kamar mandi dulu ya."

"Silahkan, Sakura. Jangan lama-lama!"

"Ha'i."

Sakura berjalan menuju kamar mandi yang ada di dekat ruang aula serbaguna. Sendiri berjalan beberapa meter sampai akhirnya tiba di kamar mandi. Jarang ada siswa yang pergi ke kamar mandi di dekat aula serbaguna karena jauh dari ruang kelas. Biasanya kamar mandi ini digunakan para siswa sehabis olahraga atau ada acara di dekat aula serbaguna.

Setelah selesai menuntaskan buang air kecil, Sakura sempat mendengar sesuatu yang jatuh ketika berada di dalam bilik kamar mandi. Penasaran di mana sumber suara itu berasal, Sakura menuju wastafel untuk cuci tangan.

"Yuri!!!"

Sakura berteriak panik karena melihat Yuri pingsan di lantai kamar mandi. Rambutnya yang tergerai menutup wajahnya. Wajahnya pucat. Lebih kaget lagi ketika ada darah yang mengalir di sela-sela kakinya. Perlahan Sakura mengangkat tubuh Yuri dan diposisikan dalam keadaan duduk sambil bersandar di bahu Sakura. Sakura meringis darah yang keluar tidak berhenti.

"Yuri, Yuri??!! Kamu masih bisa mendengarkan aku?!!"

Tepukan pelan di pipi Yuri berharap membuat kesadarannya kembali. Tetapi tubuh Yuri tidak merespon. Karena khawatir dan panik Yuri tidak sadarkan diri, Sakura memposisikan tubuhnya untuk membawa Yuri ke UKS. Perlahan, tubuh Yuri diposisikan di punggung Sakura. Cukup sulit karena dilakukan sendiri. Sudah nyaman dengan posisinya, Sakura berdiri dan menggendong Yuri dari kamar mandi menuju UKS.

"Bertahanlah, Yuri. Kau pasti kuat!!"

Berjalan sambil membawa beban di punggungnya, Sakura tidak merasa keberatan. Entah mendapat tenaga dari mana, Sakura menggendong Yuri dengan kuat. Kedua tangan Sakura yang menompang kedua kaki Yuri terasa basah karena darah yang mengalir. Dipastikan juga beberapa tetes darah menempel di bajunya.

Sakura berhenti dan membalikkan badan melihat lantai keramik dari arah kamar mandi menuju UKS. Ada beberapa tetes darah yang tercetak. Untuk menghilangkan jejak darah tersebut sebelum ada orang lain melihat, Sakura bergegas membawa Yuri.

LOVING HIM WAS REDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang