Genre : fantasi-mistery-thriller
****
"Jangan pernah sesekali tunjukkan kelemahan kamu kepada siapapun, kita ga pernah tau yang mana teman dan lawan."
****
"Musuh paling berbahaya ada orang terdekatmu dan kejahatan akan selalu mengikutimu."
****
ALI...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tanda yang hilang, kebenaran yang terkubur. Kejahatan akan menang jika lawannya lemah, namun kejahatan akan hancur jika kebenaran bangkit."
wattpad_Aliceza
Aliceza berlari menuju tempat di mana Clara terjatuh, diikuti oleh Aska. Area kejadian sudah dipasangi garis polisi, sementara beberapa petugas berjaga di sekitar jasad Clara yang kini telah dipindahkan ke atas matras dan ditutupi kain putih.
Saat Aliceza mendekati garis polisi, jasad Clara mulai diangkat menuju ambulans. Angin bertiup kencang, menyibak kain putih yang menutupi tubuhnya hingga ke pinggang. Mata Aliceza langsung terpaku pada pergelangan tangan Clara. Di sana, ia melihat tanda yang sama seperti yang ditemukan di jasad Krey dan Brayen—logo berbentuk pisau dengan huruf yang sedikit berbeda. Kali ini, huruf yang tertera adalah PLG.
Aliceza mengerutkan kening, pikirannya langsung berputar mencari makna di balik huruf-huruf itu. PLA, PLR, PLG… Apa ini sebuah pola? Singkatan? Apakah pelakunya adalah orang yang sama?
Saat kain kembali menutupi tubuh Clara, Aliceza masih berdiri diam, merenungi temuannya. Namun, perhatiannya teralihkan oleh percakapan antara kepala sekolah dan dua polisi yang berdiri tak jauh darinya. Suara mereka pelan, tapi cukup untuk ditangkap oleh telinganya.
"Kemungkinan 40% bunuh diri, 60% pembunuhan," ucap salah satu polisi.
Kepala sekolah tampak menggigit bibirnya, raut wajahnya menyiratkan kegelisahan. "Pembunuhan?" tanyanya dengan nada khawatir.
"Bisa gak rahasiakan ini?" lanjut kepala sekolah. "Buat saja seolah-olah ini kasus bunuh diri. Saya tidak mau nama sekolah ini rusak karena pembunuhan seperti ini. Jika orang tua murid sampai tahu, mereka pasti akan menarik anak-anak mereka. Sekolah ini adalah kebanggaan desa, Anda tahu kan yang membuat desa ini di kenal banyak orang apa? SMA Woodford County High School. SMA ini mempunyai impact yang sangat besar terhadap desa ini. Apabila orang tua murid tahu kalau di sekolah ini ada pembunuhan dampaknya akan sangat besar bagi sekolah maupun desa ini."
Polisi yang diajak bicara tampak berpikir, tetapi kepala sekolah tidak berhenti. "Kalau pun kalian menyelidikinya sebagai pembunuhan, yakin bisa menangkap pelakunya? Saya yakin pembunuhnya lebih cerdas dari kalian. Kalau sampai kasus ini tidak terpecahkan, kalian hanya akan mempermalukan diri sendiri. Jadi lebih baik anggap saja ini sebagai bunuh diri."
Aliceza mengepalkan tangan, rahangnya mengatup erat. Jadi mereka lebih peduli pada nama baik sekolah dibandingkan kebenaran?
"Sebagai imbalannya, kalian akan mendapat imbalan yang besar. Ini bukan hanya keputusan saya, tetapi juga perintah dari kepala yayasan." Kepala sekolah menurunkan suaranya sedikit. "Kalian tahu kan Raja Holwen baru saja datang ke sekolah ini? Bayangkan kalau dia mendengar soal pembunuhan ini. Sekolah ini bisa langsung hancur reputasinya. Untung saja kejadian ini baru terjadi setelah beliau pergi."