48. Sweet Papa

28.5K 2.3K 135
                                        

hii, selamat malam~

gatau kenapa part ini panjang, semoga kalian ga bosen 🫂

Happy Reading!
—✦◌✦—
🤎🐻
ㅤㅤ


"Susuu~"

Dengan masih memegang permen yang masih belum habis, Lou mengulurkan satu tangan mungilnya. Mengambil botol susu dari tangan besar Levan, ia kemudian langsung menyesapnya dengan tenang.

Pipi memerah bayi itu menggembung, menikmati sapuan rasa susu yang lembut menyapa di dalam mulut. Menggantikan rasa asam manis dari si permen strawberry di lidahnya.

"Pelan-pelan." peringat Levan, melangkah keluar dari pintu mansion dengan hati-hati seraya menunduk melirik bayinya yang mengangguk.

Kedua kaki putih yang hanya sebesar lengan kokoh Levan tampak mengayun kecil. Dalam gendongan bridal sang Papa, bayi itu tampak sibuk sendiri menggenggam permen sembari memegang botol susu dengan kedua tangan.

Dengan mantel hitam yang tersampir pada lengan kanan, Levan terus berjalan lurus menuju sebuah mobil alphard dengan seorang penjaga yang telah menunggu. Lou diam bersandar dengan patuh pada dada keras sang Papa yang terbalut turtle neck putih, sepasang mata bulatnya terlihat jelas masih sedikit berair sisa menangis tadi.

Levan memutuskan untuk memberikan kesempatan pada Lion agar berbicara pada Jake, sebelum nanti dirinya memutuskan akan mengambil tindakan seperti apa pada sang keponakan. Bocah nakal itu juga masih anak-anak. Tapi andai nanti ia masih keras kepala, sebagai seorang Paman yang baik Levan tentu akan memberinya sedikit pelajaran.

Setelah Lovisa membuatkan susu saat tadi ikut membujuk Lou, Levan akhirnya memilih untuk membawanya jalan-jalan keluar. Meski wajah sembab yang merona merah setelah menangis tampak begitu manis, ia tidak mungkin akan terus membiarkan bayinya berada dalam suasana hati yang buruk.

"Tuan, Tuan muda.'' Penjaga dengan setelan formal jas hitam tersebut menundukkan kepala hormat, menyambut kedatangan Levan yang hanya mengangguk sebelum menapakkan sepatu pantofel hitamnya masuk kedalam mobil.

Meletakkan mantel pada kursi kosong di sebelah, Levan lalu menyamankan posisi tubuh Lou yang kini telah berganti berbaring miring dalam pangkuan tubuh besarnya.

Plop!

Begitu pintu mobil ditutup, Lou tiba-tiba menjauhkan botol susu yang isinya baru ia minum sedikit dari mulut mungilnya.

"Sudah?" tanya Levan menunduk, mengambil alih botol susu dari tangan Lou yang kini beralih memakan permen.

"Sudah." balas Lou kecil, memiringkan kepala dan mengusak wajahnya pada perut keras sang Papa.

Melihat tingkah manja si bayi, Levan meletakkan botol susu ditangannya.

"Papa belum pernah bertemu dengan seorang anak yang sangat cengeng seperti dirimu." ucap Levan, dengan begitu ringan. Meski nadanya terdengar datar, namun si bayi tetap bisa merasakan jika sang Papa tengah mencoba menggodanya.

"Loulou Papa, bukan kamu kamu." Lou mendongak, menatap tidak suka pada Levan yang kini menyingkap poni depannya.

Sudut bibir bayi beruang berpipi bulat itu mengerut kebawah dengan sensitif, tak suka saat sang Papa tak lagi memanggilnya dengan panggilan manja seperti biasa.

"Mm."

Mendengar Levan yang hanya bergumam dengan sengaja, Lou segera bangun untuk duduk menghadap sang Papa dengan wajah kesal. Merentangkan kedua tangan mungilnya yang sudah tenggelam dalam jaket tebal, Lou memeluk leher sang Papa dan langsung mengusak wajahnya disana.

LOUISECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang