46. Cat sulked

31.7K 2.7K 193
                                        

haloww~

akhir akhir ini aku lagi berusaha ngurangin main hp 😔

Happy Reading!
✦◌✦
🤎🐻


Lou memegang botol susu dengan kedua tangan, pipi merahnya terus bergerak menyesap susu dengan tubuh mungil yang sudah wangi tenggelam dalam tubuh besar Lean.

Pelayan muda yang lewat terlihat suka mencuri pandang beberapa kali. Karena di ruang keluarga saat ini tidak hanya ada Lean dan Lou, namun juga para Tuan muda yang lain sama-sama tengah berkumpul disana.

Kedua pipi merah Lou kini menggembung menampung susu, memusatkan perhatian penuh pada layar besar televisi yang tengah menayangkan acara kartun pagi. Hanya bayi beruang itu sendiri yang menonton acara kartun tersebut, karena Lean maupun yang lain terlihat lebih asik dengan ponsel masing-masing.

"Apa lihat-lihat?!" batin Lou merubah tatapannya menjadi sengit, saat tak sengaja bertemu pandang dengan Jake yang hendak meraih toples camilan.

Jake yang melihat Lou langsung membuang muka hanya membiarkan, meski sebenarnya sejak tadi ia suka salah fokus pipi merah anak itu yang terus sibuk menyesap susu.

Lou kembali menyesap susunya dengan kuat, mencoba untuk tak peduli pada kehadiran Jake. Akan ia lawan jika nanti remaja itu kembali mengejeknya.

Dengan satu tangan yang bermain ponsel, satu tangan Lean yang lain perlahan beralih mengusap pipi chubby Lou. Merasakan sesuatu yang basah, Lean segera menunduk untuk memeriksa wajah si bayi beruang yang sejak tadi memang tidak rewel dalam pangkuannya.

"Nakal." ucap Lean tiba-tiba, membuat Lou langsung mendongak dengan pipi menggembung penuh susu.

Melihat mata bulat si bayi, Lean hanya bisa menghela nafas sebelum kemudian tersenyum kecil. Tanpa bayi itu sadari susu yang ia tampung kini jadi sedikit membasahi pipi chubby nya.

"Ravel, tolong ambilkan tissue basah." pinta Lean pada Ravel, menunjuk sebungkus tissue basah yang cukup jauh dari jangkauannya.

"Wait." Ravel segera menyelesaikan permainan gamenya, membiarkan yang lain lanjut bermain tanpa dirinya untuk meraih tissue yang di maksud.

Melihat Lean tengah mengelap pipi Lou yang basah dengan tangannya, Ravel segera beranjak berdiri menghampiri.

"Dasar bayi, kamu minum susu saja sampai kotor seperti ini." Ravel mengeluarkan dua lembar tissue basah, berlutut dihadapan Lou dan menggantikan Lean membersihkan pipi si bayi.

Lou mengerucutkan bibir, menatap wajah Ravel yang mengelap pipinya dengan telaten. "Lou kan sedang menonton, jadi tidak tahu."

"Sudah, sekarang habiskan susunya." Ravel mengecup hidung mungil Lou, sebelum kemudian beralih mendudukkan dirinya di sebelah Lean.

Lou menggeleng. "Lou mau makan biskuit yang Lou beli." ucapnya seraya mendongak, menatap Lean yang telah meletakkan ponsel.

Lean mengusap poni depan si bayi. "Mama yang menyimpan camilan Loulou, akan Kakak minta Bibi pelayan untuk mengambilkannya."

"No, no, Lou mau ambil sendiri sekalian mau cari Eve." Lou kembali menggelengkan kepala, dengan kaki mungil yang beranjak turun dari pangkuan Lean.

Tadi Eve berkata ingin pergi ke kamar mandi sebentar, namun sudah hampir setengah jam anak itu belum juga kembali.

Masih dengan memegang botol susu yang hanya tersisa sedikit, Lou langsung berlari pergi begitu kaki mungilnya berhasil menapak karpet.

LOUISETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang