haloww, kangen banget nyapa kalian kaya ginii 😭💖🤛🏻
kalo ada kesalahan dalam apapun itu, tolong bantu di koreksi ya ✌🏻
Happy Reading!
✦◌✦
🤎🐻
ㅤㅤ
Jalanan aspal berliku yang hanya muat satu mobil terbentang panjang ditengah-tengah hutan asri yang sunyi. Ini adalah jalur menuju kediaman utama keluarga Wang, wilayah pribadi milik sang keluarga konglomerat.
Setelah disuguhi pemandangan pepohonan hijau di kanan kiri kaca mobil. Kedua mobil berbeda merk yang melaju menyusuri jalanan, akhirnya memasuki gerbang besar kediaman setelah beberapa saat melintasi hamparan kebun anggur yang luas.
Angin musim dingin yang bertiup menerbangkan dedaunan mulai terasa semakin menusuk, saat langit yang tadinya cerah kini telah dilingkupi oleh sekumpulan awan kelabu.
Setelah menghentikan mobilnya di belakang mobil Levan, Lean segera mematikan mesin dan membuka pintu mobil. Disusul oleh Nathan yang terlihat membawa dua kotak donat berwarna pastel dengan ukuran lumayan besar.
Setelah menyerahkan kunci mobil pada penjaga, Lean dan Nathan berjalan menghampiri Leovan yang terlihat tengah membantu Lou untuk turun dari mobil.
"Loulou, kemari." panggil Lean, bergerak melepaskan mantel yang ia kenakan.
"Tidak mau pakai, punya kakak besar tahu." Lou mendongak dengan cemberut, menatap Lean yang kini menyampirkan mantel besar tersebut hingga membungkus penuh bahu kecilnya.
"Jangan dilepas, lihat pipi bayimu sangat memerah karena kedinginan." ucap Lean, mengulurkan tangan mencubit pipi cemberut Lou.
Lou yang mendengarnya langsung memukul tangan Lean. "Ini bukan pipi bayi!" serunya penuh protes.
"Iya, iya, ini bukan pipi bayi. Tapi pipi Loulou-nya kakak."
Nathan hanya mendengus malas, begitu melihat Lean dengan sengaja mencium pipi bulat Lou seraya meliriknya dengan ekspresi menyebalkan.
"Kita masuk sekarang." Levan yang berdiri di belakang mengusap surai Lou, saat merasakan hembusan angin semakin kencang membelai wajahnya.
Lean langsung menggandeng tangan Lou, mereka segera beranjak mengikuti Levan yang sudah memimpin jalan.
Begitu Levan membuka pintu utama dan mulai melangkah masuk, Lean tiba-tiba merasakan tangannya ditahan oleh Lou yang enggan bergerak.
"Tidak mau masuk Lou." Lou menatap kedalam mansion dengan wajah kembali cemberut.
Lean dibuat menghela nafas, tahu jika untuk sekarang bayi beruangnya ini pasti akan sangat sulit untuk dibujuk.
Levan menghentikan langkah diikuti oleh Nathan. Melihat bayinya yang kembali memasuki mode merajuk, Levan segera menghampirinya.
"Mau jalan sendiri atau mau Papa gendong?"
Lou mendongak, netra emasnya yang menangkap raut wajah sang Papa entah kenapa tiba-tiba merasa ciut. "Lou jalan sendiri."
Lean yang melihat itu dibuat tersenyum. "Anak pintar." pujinya, mengulurkan tangan kebelakang tubuh si bayi dan menepuk bokongnya gemas.
"Ish! Kakak! Tangannya!" Lou memekik menjauhi Lean, meloncat mundur menatap garang sang kakak yang tersenyum tanpa dosa.
Lou yang melihat Nathan tertawa, dengan kesal menghampiri pemuda itu dan menginjak kakinya dengan keras.
"Aduh!"
KAMU SEDANG MEMBACA
LOUISE
FantasíaLouise namanya, seorang bungsu dari salah satu keluarga konglomerat di China. Bocah cengeng kelewat manja yang baru menginjak usia 13 tahun. Lou, adalah pecinta susu strawberry, si kecil yang akan mengaum layaknya bayi beruang jika ia sudah marah. L...
