Bandara Malaga-Costa del Sol, Spanyol.
Setelah mengudara selama lebih dari 19 jam, mereka akhirnya mendarat di Spanyol, tepatnya di kota Malaga yang terletak di sisi paling pinggir daratan benua.
Sacha mengangkat pergelangan tangannya untuk mengecek jam tangan yang melingkar di sana. Spanyol memiliki perbedaan waktu lima jam lebih lambat daripada Indonesia, maka Sacha pun segera memutar baut pengatur jarum jam dan mengaturnya sedemikian rupa.
Saat ini pukul 14.35 waktu setempat.
Sacha mengeratkan tali ransel yang menggantung di pundaknya. Setelah melakukan cek visa dan segala prosedur lainnya, Sacha berjalan mengikuti Diego dengan langkah yang lebar-lebar.
Karena sama sekali tidak membawa apapun lagi selain ransel yang mereka gendong, Sacha dan Diego langsung bergegas menuju pintu keluar tanpa harus ikut antri mengambil bagasi bersama penumpang-penumpang lainnya.
Menyusuri lorong berkeramik yang memantulkan cahaya lampu dari atas, mereka berjalan dengan tempo sedang. Mereka melewati kursi-kursi ruang tunggu, restoran dan kafe yang menjual beragam jenis makanan, serta toko-toko bebas pajak yang menjual barang-barang bermerek. Tidak terlalu berbeda dengan bandara yang ada di Indonesia.
Begitu mereka melewati pintu keluar, keduanya langsung disambut oleh angin dingin yang berhembus kencang. Spanyol yang merupakan negara dengan 4 musim kini sedang berada di penghujung musim gugur, membuat suhu di luar sini terasa lebih dingin dari biasanya.
"Shit! Gue lupa kalo di sini sebentar lagi masuk winter," seru Diego lebih kepada dirinya sendiri.
Jika Diego yang sudah berpengalaman saja bisa lupa, maka Sacha apalagi. Dia sama sekali mengabaikan fakta bahwa Spanyol berada pada bagian benua sub-tropis dan dengan mantapnya datang ke sini di penghujung tahun tanpa membawa perlengkapan yang mumpuni.
Beruntungnya, dia dan Diego sempat menyampirkan jaket ke badan mereka masing-masing ketika meninggalkan Bali semalam. Meskipun tidak terlalu tebal, tapi Sacha rasa ini cukup untuk menahan angin dingin yang menggigit kulit. Namun, jika dia melewati musim dingin hanya dengan ini saja, rasanya dia tidak mungkin akan bertahan. Sacha dan Diego harus membeli pakaian musim dingin secepat mungkin. Tapi lebih baik kita pikirkan itu semua nanti saja.
Bandara Malaga-Costa del Sol sudah memiliki sistem transportasi yang terintegrasi. Orang-orang dapat dengan mudah berganti moda transportasi menuju tujuannya masing-masing.
Seperti Diego, yang saat ini berjalan memandu Sacha menuju sebuah stasiun kereta yang terletak tak jauh dari pintu keluar bandara. Mereka terlebih dahulu membeli multitrip card dari vending machine berwarna merah yang terletak di depan jalur masuk stasiun. Setelahnya, mereka berdua langsung berjalan menuruni eskalator untuk menuju peron kereta dan menunggu di sana.
Beberapa saat setelah Sacha mendengar pengumuman yang disuarakan melalui speaker dengan bahasa Spanyol, sebuah kereta akhirnya datang dan berhenti di depan mereka.
Sacha menengok ke arah Diego untuk meminta validasi. Diego mengangguk. Maka Sacha pun berjalan memasuki gerbong kereta diikuti Diego belakangnya.
Penumpang yang menaiki kereta sore ini cukup ramai. Kursi-kursi di dalam gerbong yang dinaiki Sacha dan Diego semuanya sudah terisi penuh sehingga mau tidak mau dia harus berdiri selama perjalanan mereka menuju stasiun Malaga Maria Zambrano yang terletak di pusat kota.
Meskipun lelah menguasai badannya setelah hampir 20 jam mengudara, Sacha memilih untuk mengacuhkan semua itu dan fokus pada pemandangan yang dilihatnya melalui jendela kereta kala kereta itu melaju keluar dari terowongan stasiun. Dataran luas yang membentang dipenuhi rumput-rumput yang menyelimuti terlihat di sisi kanan-kiri rel kereta. Sekilas dapat Sacha lihat pula pemandangan laut Mediterania yang indah mengelilingi daratan karena Malaga memang merupakan sebuah kota yang berada di dekat pesisir selatan Spanyol.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Nightingale's Operation [Doshin] || Completed
FanfictionBagai seberkas cahaya yang menembus gua gelap gulita, Diego datang bak juru selamat bagi Sacha yang terperangkap dalam bayang-bayang dunia ayahnya yang menakutkan. Menjadi putra dari seorang mafia berdarah dingin membuat Sacha harus menyaksikan keke...
![The Nightingale's Operation [Doshin] || Completed](https://img.wattpad.com/cover/366974705-64-k965777.jpg)