"ahhhhhh , Yesss Daddyh!!! Nghhhh"
"Baby suka?? Suka Daddy giniin?! Hmmmh!!"
"Ahhhh sukahhh! Aletta sukahh Daddyh!! Lagih genjott lagii!! Lebih kerasshhh!! Ahhhh unghhhh"
Plok plok plok plok plok
"Arnghhhhhh/nghhhhh"
Keduanya mengerang nikmat saat puncak kenikmatan mereka dapatkan. Dirga mengecup kening Aletta yang kini telah kelelahan di atas pangkuannya.
Sejak pertengkaran saat itu, dirga benar-benar mengurung Aletta di kamarnya, selain di dalam penthouse, aletta tak dapat keluar kemanapun, bahkan pintu hanya dapat di akses dengan sidik jari dirga. Jadi sangat tak mungkin bagi Aletta untuk pergi.
Penthouse Dirga berada di lantai tertinggi gedung tersebut, jika ingin melarikan diri melalui jendela ataupun balkon, maka tak ada cara lain kecuali terjun bebas dan mencari kematian untuk diri sendiri. kecuali Aletta memiliki kekuatan super seperti Spiderman, hal itu mungkin saja untuk terjun bebas dari lantai tinggi tersebut dengan selamat.
Kini 5 bulan telah berlalu lagi, dan Aletta hanya bisa melakukan pekerjaan rumah seperti biasa, menyambut dirga pulang dan melayani dirga jika ia menginginkannya. Bahkan sudah tak terhitung lagi berpaa kali mereka melakukannya dalam seminggu, karna dimanapun Dirga melihat Aletta, ia seakan kehilangan akal dan mulai menyetubuhi Aletta lagi dan lagi.
Hingga lambat laut Aletta pun menjadi kecanduan akan sentuhan Dirga, dan selalu merasa panas hanya karna dirga menatapnya tajam.
Kini tubuhnya benar-benar berada di bawah kuasa dirga. Hingga ia pun hanya memasrahkan dirinya untuk Dirga.
Hubungan keduanya juga semakin membaik, kata-kata cinta tak lelah Dirga ucapkan, Aletta juga semakin terbuka dan tak malu lagi untuk mengungkapkan perasaannya.
Meskipun di dalam hatinya ia menyadari, semua ini tidaklah selamanya. Namun, Aletta hanya ingin memanfaatkan waktu bersama mereka sebaik mungkin. Jika waktunya tiba, hal-hal seperti ini tak akan pernah ia rasakan lagi.
"Sayang, apa kamu bosan selalu berada di rumah?? Jika iya, Daddy akan membawamu keluar. Setelah Daddy pikir-pikir kembali, kita tak pernah melakukan kencan di luar bersama" suara serak Dirga terdengar di telinga Aletta yang masih menyenderkan kepalanya di dada bidang tersebut.
Kini keduanya berada di atas ranjang sambil berpelukan di bawah selimut tebal.
Aletta terkekeh lembut saat mendengar ucapan Dirga, ia masih merasa geli mendengar kata 'daddy' keluar dari mulut pria tampan itu.
"Sangat menggelikan mendengarmu berkata Daddy" ucapnya sambil mendongak, menatap pria tersebut.
Dirga terkekeh sexy dengan suara serak dalamnya, membuat siapa saja yang mendengar tawa tersebut akan merasa terpesona.
"Why baby? I'm your Daddy! Right?!" Ucapnya dalam
Aletta hanya menggeleng geli mendengar ucapan Dirga, ya, sejak belakangan ini, mereka mulai mengganti kata panggilan, tak ada lagi kata 'tuan' yang terucap karna dirga tak menyukai hal itu.
Selain kata Daddy yang kerap kali Aletta ucapkan ketika mereka bercinta, terkadang Aletta juga memanggilnya 'kakak' dan dirga juga tak masalah.
Dirga juga semakin menyukai Aletta yang patuh dan ceria. Ia menjadi lebih terbuka dan membuat Dirga merasa lebih nyaman.
Ia kira Aletta akan semakin memberontak atau bahkan akan menjadi wanita yang lebih pendiam.
Namun, setelah seminggu wanitanya itu berdiam diri dan hanya berbicara ketika ia bawa bercinta. Aletta mulai kembali seperti biasanya, memasak sarapan untuknya, menyiapkan pakaiannya bahkan tak jarang mengajaknya berbincang-bincang santai jika melihat Dirga kelelahan. Hal itu semakin membuat Dirga merasa bahagia karna Aletta mulai benar-benar menerimanya, bahkan tak ada lagi penolakan jika dirga memberinya hadiah-hadiah mewah ataupun biasa, Aletta hanya akan tersenyum senang dan mengucapkan terima kasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dirga & Aletta (21++)
Romance⚠️Kawasan 21++ di bawah umur di larang Baca!!! Mohon bijak dalam memilah bacaan!!⚠️ Jangan lupa vote, dan komennya ya!! Follow juga!! ••••••••••••• Kesalahan satu malam yang menjadi awal mula hubungan ini. "T-tuan nghhhh h-hentikan! Ahhh" ucap Ale...
