Pagi ini, suhu serta situasi sangat mendukung untuk bergulung manja di ranjang empuk seharian. Taehyun benar-benar enggan beranjak dari tidurnya sekalipun jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Padahal pukul setengah delapan nanti akan ada rapat untuk membahas berkas yang semalam dilemburnya. Bekerja di hari Minggu, benar-benar sial, meski hanya untuk setengah hari tapi tetap saja ini hari Minggu. Entah kenapa, akhir-akhir ini Taehyun lebih sering berinteraksi dengan Yoon. Membuatnya semakin enggan untuk pergi bekerja, berada di sekitar Yoon itu bukanlah sesuatu yang bagus.
Apalagi jika pria itu memiliki mood yang sedang tidak baik. Maka harimu seratus persen akan menjadi hal yang paling buruk di dunia. Ponselnya beberapa kali berkedip, tanpa suara karena Taehyun sengaja merubah mode ponselnya menjadi mode diam. Feelingnya tentang hal tidak mengenakan selalu saja terjadi beberapa saat kemudian. Dan kali ini dirinya mendapat firasat jika rapat yang akan diadakan pasti akan mendapatkan masalah. Tidak tahu kenapa tapi Taehyun bisa merasakannya meski dirinya belum melakukannya.
From : Jiwon
Aku harap kau tidak mangkir Taehyun.
From : Haesuk
Manajer Min akan memanggangmu hidup-hidup, jika kau melakukan kesalahan.
Dua pesan yang berasal dari beban hidupnya tak sengaja Taehyun lihat. Benar-benar sambutan pagi yang sangat luar biasa. Tidak ada kalimat manis atau kalimat penyemangat yang indah, melainkan hanya kalimat serupa debu di pinggiran jalan. Menyesakkan.
Taehyun semakin mengerang kesal karena waktu di pagi hari berjalan terlalu cepat. Meski enggan untuk bangkit dari ranjangnya, mau tidak mau dirinya harus tetap bersikap profesional. Taehyun tidak ingin dipanggang hidup-hidup oleh Yoon. Ya meski kalimat yang Haesuk ketik terlalu berlebihan sih. Pemuda itu selalu bersikap berlebihan jika sudah menyangkut tentang Yoon, sepertinya Haesuk memiliki dendam pribadi pada Yoon.
Tepat pukul setengah delapan pagi rapat benar-benar dimulai. Taehyun memimpin rapat dengan sangat baik, ide yang dia ajukan mendapatkan banyak apresiasi dari yang lain. Juga Yoon yang terlihat puas dengan apa yang tengah Taehyun lakukan. Setidaknya itu yang Taehyun rasakan, tidak tahu apakah itu hanya sekedar formalitas atau benar-benar merasa puas. Rapat berakhir satu jam kemudian, saat ruang rapat benar-benar hanya menyisakan Taehyun saja, pemuda itu menghela napas lega tentu saja dengan ulasan senyum berbentuk kotak.
Berterima kasih pada dirinya sendiri karena sudah berhasil hingga sejauh ini. Minggu depan Taehyun sukses untuk naik jabatan, dirinya di promosikan lebih cepat dari dugaan. Entah ini harus menjadi hal yang baik atau malah akan menjadi hari-hari yang super sibuk. Taehyun hanya berharap selalu akan ada hari yang baik untuk ke depannya.
°°°
"Dia masih berguna untukku."
Taehyun tersenyum kecut saat mendengar ucapan itu.
Masih berguna ya.
Kenapa Taehyun selalu ditakdirkan untuk berada di dekat manusia-manusia yang merepotkan. Niat hati dirinya ingin menyerahkan beberapa berkas yang baru saja dia selesaikan. Namun harus tertunda lantaran telinganya sudah tidak ingin menampung berbagai kalimat tidak mengenakan. Jika bisa, dirinya ingin melarikan diri dari berbagai macam hal merepotkan. Menghilang lalu berada di tempat tenang tanpa gangguan, dirinya benar-benar sudah kehilangan posisi nyaman itu.
Tidak di rumah, kantor, apartemen atau tempat wisata sekalipun. Suara bising, teriakan, umpatan seperti sudah menjadi pengganti oksigen untuk dirinya. Taehyun meletakkan kembali berkas miliknya, mendudukkan diri dengan lesu. Beberapa sekon kemudian ponsel yang berada di atas meja kerjanya bergetar pelan, ada satu pesan. Taehyun hanya melirik tanpa minat ingin membukanya, lalu maniknya beralih menatap komputer di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crossroads in Your Heart
General FictionJung Youra tidak tahu, jika berhubungan dengan dunia Kim Taehyun akan membuatnya berada di sebuah semesta yang berisi ribuan bintang berkerlip namun sekarat. Ketika dirinya berusaha menyembuhkan lukanya sendiri, tanpa Youra sadari dia juga sedang be...
